Review: An Education (2009)

An Education adalah sebuah film drama yang diadaptasi dari sebuah autobiografi dari seorang jurnalis Inggris, Lynn Barber. Naskah film ini sendiri diadaptasi oleh Nick Hornby, novelis asal Inggris yang mungkin sangat dikenal atas novelnya High Fidelity dan About A Boy, yang keduanya telah diadaptasi ke layar lebar, dan keduanya juga berhasil meraih banyak pujian, baik ketika berbentuk novel maupun setelah diadaptasi menjadi sebuah film. Continue reading Review: An Education (2009)

Advertisements

Review: The Invention of Lying (2009)

Sebagai seorang komedian, Ricky Gervais sepertinya adalah salah seorang komedian yang selalu berhasil memberikan kesegaran dalam tiap karyanya. Sebut saja serial komedinya, The Office dan Extras, yang tidak hanya banyak dipuji oleh kritikus, tapi juga dicintai oleh banyak penggemarnya. Di tahun 2008 lalu, Gervais membintangi Ghost Town, film pertama yang memasang dirinya sebagai bintang utama. Walau dari sisi komersil kurang berhasil, film tersebut berhasil meraih banyak pujian dari para kritikus film. Continue reading Review: The Invention of Lying (2009)

Review: Extract (2009)

Extract adalah sebuah film komedi yang disutradarai oleh Mike Judge. Judge mungkin sebelumnya banyak dikenal sebagai sutradara dari Beavis and the Butt-head, Idiocracy dan Office Space. Dengan naskah yang ditulis sendiri oleh Judge, Extract dibintangi oleh Jason Bateman, Kristen Wiig, Mila Kunis, J K Simmons, dan Ben Affleck. Continue reading Review: Extract (2009)

First Look: The Killer Inside Me

The Killer Inside Me adalah sebuah film yang merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Jim Thompson. Disutradarai oleh Michael Winterbottom, ini bukan menjadi kali pertama The Killer Inside Me dibawa ke layar lebar. Sebelumnya, pada 1976, sutradara Burt Kennedy juga memfilmkan novel tersebut dengan bintang Stacy Keach dan Susan Tyrrell. Continue reading First Look: The Killer Inside Me

Review: The Time Traveler’s Wife (2009)

The Time Traveler’s Wife adalah sebuah film drama yang diadaptasi dari sebuah novel sukses berjudul sama karya penulis Audrey Niffenegger. Proses pembuatan film ini sendiri telah dimulai jauh pada September 2007 lalu, dengan perencanaan rilis pada musim gugur 2008. Namun, dengan alasan untuk pengambilan gambar kembali pada beberapa adegan, film ini akhirnya baru dapat dirilis pada tahun 2009. Continue reading Review: The Time Traveler’s Wife (2009)

Review: The Box (2009)

Richard Kelly mungkin adalah sebuah “kasus” khusus yang terjadi di Hollywood. Memulai debut penyutradaraan layar lebarnya lewat Donnie Darko, yang dirilis pada 2001, film tersebut diterima oleh kritikus sebagai sebuah debut yang memuaskan. Walau begitu, tetap saja film tersebut gagal mendapatkan perhatian publik, yang diperkirakan karena susahnya tema film yang ingin disampaikan oleh Kelly. Walau begitu, anehnya, secara perlahan, beberapa tahun kemudian, Donnie Darko mulai memperoleh banyak penggemar setia, dan digolongkan sebagai sebuah film cult. Continue reading Review: The Box (2009)

Review: Up in the Air (2009)

Sejak merilis debut penyutradaraan film layar lebarnya, Thank You For Smoking, sutradara Jason Reitman sepertinya selalu berhasil untuk memberikan sebuah film drama yang berisi begitu banyak pesan moral namun berhasil disembunyikan dengan sangat rapi melalui kemasan komedi yang ringan. Formula inilah yang juga digunakan Reitman ketika menggarap Juno, film komedi remaja yang dirilis pada tahun 2007, dan sukses baik secara kritikal maupun komersil serta mengantarkan aktris Ellen Page ke tingkat popularitasnya sekarang. Continue reading Review: Up in the Air (2009)

Review: Whip It (2009)

Malang melintang di dunia hiburan sebagai seorang aktris semenjak usia belia telah memberikan Drew Barrymore banyak pengalaman hidup. Barrymore, yang sempat memiliki banyak masalah pribadi ketika masa transformasinya menuju kedewasaan, kini menjelma menjadi salah satu aktris yang paling banyak disukai di Amerika Serikat, kebanyakan karena kemampuan komedinya. Continue reading Review: Whip It (2009)

Review: Phobia 2 (2009)

Kesuksesan 4bia (See-Prang), sebuah film  horror Thailand yang memadukan empat cerita berbeda dalam sebuah film, ternyata membuat pihak produser film tersebut langsung menyetuji pembuatan sekuelnya. Hasilnya, Phobia 2 (Ha Prang) berhasil dirilis tahun lalu dan dibuat dengan menambahkan satu jalan cerita lagi di dalamnya. Continue reading Review: Phobia 2 (2009)

Review: Invictus (2009)

Nelson Mandela mungkin adalah salah satu tokoh yang paling banyak berpengaruh dan dihormati, tidak hanya di negaranya sendiri, Afrika Selatan, melainkan juga bagi seluruh masyarakat dunia. Ini, tentu saja, karena peranan dirinya yang terus berjuang untuk hak-hak persamaan warga kulit hitam di Afrika Selatan, sekaligus menghapuskan rasa benci terhadap warga kulit putih dari diri warga pribumi di negara tersebut. Continue reading Review: Invictus (2009)

Review: The Lovely Bones (2009)

Entah mengapa, film The Lovely Bones mengingatkan saya pada Heavenly Creatures, film asal Selandia Baru yang disutradarai oleh Peter Jackson dan menjadi debut akting bagi aktris favorit saya, Kate Winslet, yang ketika itu masih berusia 16 tahun. Mungkin karena selain tema yang sedikit mirip, The Lovely Bones juga menampilkan penampilan apik dari Saoirse Ronan, aktris muda yang melejit lewat film drama period, Atonement. Continue reading Review: The Lovely Bones (2009)

Review: Sherlock Holmes (2009)

Jika ada satu orang yang harus disalahkan atas kefanatikan saya terhadap kegiatan membaca berbagai jenis buku ketika saya berada di usia sekolah, maka orang tersebut adalah Ayah saya. Beliau adalah orang yang selalu menanamkan ide bahwa pergi ke perpustakaan daerah adalah ide terbaik untuk menghabiskan waktu selama masa liburan. And it works, actually. Continue reading Review: Sherlock Holmes (2009)

Advertisements

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar