Review: In The Loop (2009)

Tentu akan ada banyak sisi yang dapat Anda ambil ketika Anda sedang berbicara masalah konflik yang ada di dunia. Perang Irak, contohnya. Akan ada berbagai sisi yang dapat digali dari sebuah perang Irak daripada hanya menggambarkannya melalui suasana di tengah medan perang. The Hurt Locker terbukti berhasil membuat sisi pandang yang lain, yang lebih personal terhadap subjek tersebut.

Continue reading Review: In The Loop (2009)

Review: Crazy Heart (2009)

Crazy Heart adalah sebuah film drama musikal yang diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Thomas Cobb dan diterbitkan pada tahun 1987. Jeff Bridges, pemeran utama serta salah seorang produser eksekutif film ini, pada awalnya ingin membuat film biopik mengenai penyanyi country Marle Haggard, namun menemukan bahwa kehidupan Haggard terlalu sulit untuk difilmkan. Novel Crazy Heart karya Thomas Cobb sendiri juga diinspirasi dari kehidupan penyanyi country Hank Thompson.

Continue reading Review: Crazy Heart (2009)

First Look: Alice in Wonderland

Alice in Wonderland, salah satu kisah yang mungkin terpopuler setelah kisah Cinderella akan mendapatkan sebuah perlakuan khusus. Dan itu datang dari Tim Burton, salah seorang sutradara yang dikenal visioner dan mampu memberikan gambar-gambar yang memukau, cenderung bernada muram namun tetap indah di setiap filmnya. Yang jelas, di tangan Tim Burton (dan efek Disney 3D yang dijanjikan akan memukau), Alice in Wonderland akan menjadi salah satu film paling ditunggu tahun ini.

Continue reading First Look: Alice in Wonderland

Review: Where the Wild Things Are (2009)

Where the Wild Things Are adalah sebuah film fantasi yang diadaptasi oleh sutradara Spike Jonze dari sebuah buku anak-anak populer berjudul sama karya Maurice Sendak yang dirilis pada tahun 1963. Walt Disney Pictures sendiri pernah membeli hak pembuatan versi film dari buku ini pada awal 80-an untuk diadaptasi menjadi sebuah film animasi yang akan menggabungkan karakter yang digambarkan secara animasi tradisional dan digabung dengan setting yang dibuat oleh komputer.

Continue reading Review: Where the Wild Things Are (2009)

Review: The Fourth Kind (2009)

Satu dekade lalu, The Blair With Project berhasil membuat sebuah kejutan dengan “menipu” orang-orang banyak dengan mengatakan bahwa film tersebut merupakan sebuah rekaman asli dari sekelompok orang yang hilang ketika mencoba memecahkan sebuah misteri mengenai sebuah urban legend.  Film tersebut berhasil mengejutkan (dan menakuti) banyak orang dan sukses luar biasa dalam peredaran komersialnya.

Continue reading Review: The Fourth Kind (2009)

Review: Paris 36 (2009)

Perancis mungkin adalah salah satu negara di Eropa yang secara konstan terus menghasilkan film-film yang berkualitas. Bukan hanya karena pada pembuat film di negara ini mampu menyaingi kualitas film-film Hollywood, atau negara lainnya, namun kekayaan budaya dari masyarakat Perancis (atau Eropa) mampu memberikan sentuhan tersendiri pada setiap film-film mereka, sehingga menghasilkan film-film yang tidak mudah dilupakan begitu saja.

Continue reading Review: Paris 36 (2009)

Review: Percy Jackson and the Lightning Thief (2010)

Percy Jackson and the Lightning Thief adalah sebuah film fantasi petualangan yang diadaptasi dari seri pertama dari novel Percy Jackson and the Olympians yang berjudul The Lightning Thief karya novelis Rick Riordan. Seri Percy Jackson and the Olympians sendiri merupakan sebuah adaptasi bebas dari kisah-kisah mitologi Yunani, yang menceritakan mengenai petualangan Percy Jackson, yang menemukan dirinya adalah seorang demigod (manusia setengah dewa), hasil hubungan dewa lautan dan gempa Bumi, Poseidon, dengan Sally Jackson, seorang wanita Bumi.

Continue reading Review: Percy Jackson and the Lightning Thief (2010)

Review: Nine (2009)

Dengan naskah yang didasarkan pada karya Broadway populer, didukung oleh jajaran pemeran yang diisi aktor dan aktris papan atas, lagu-lagu dan score yang menarik, sinematografi yang mengagumkan dan diarahkan oleh seorang sutradara peraih nominasi Academy Awards, Nine tentu saja dapat dengan mudah menjadi film terbaik sepanjang tahun lalu.

Continue reading Review: Nine (2009)

Review: A Serious Man (2009)

Selepas kemenangan mereka di ajang The 81st Annual Academy Awards lewat film No Country for Old Men, yang berhasil memberikan mereka 4 buah piala Oscar, termasuk untuk kategori Best Picture dan Best Director, Joel David Coen dan Ethan Jesse Coen, yang dikenal sebagai Coen Brothers, sempat merilis film komedi komersial Burn After Reading di tahun 2008, yang cukup sukses selama masa peredarannya.

Continue reading Review: A Serious Man (2009)

Review: Everybody’s Fine (2009)

Seperti biasanya, di pemghujung tahun ketika musim liburan Natal tiba, Hollywood tidak lupa untuk selalu menemani para penonton setianya dengan film-film bertema keluarga. Everybody’s Fine adalah salah satu dari sekian banyak film keluarga tersebut yang dirilis pada Desember 2009 tersebut.

Continue reading Review: Everybody’s Fine (2009)

Review: The Princess and the Frog (2009)

Well kiddos… Jauh sebelum Finding Nemo merebut gelar sebagai film animasi terlaris sepanjang masa (gelar yang tak bertahan lama karena Shrek 2 meraih posisi tersebut beberapa saat kemudian), atau sebelum dunia animasi kalian dipenuhi oleh tokoh-tokoh animasi CGI, ayah, ibu, dan saudara-saudara kalian yang berumur jauh lebih tua terlebih dahulu mengenal berbagai tokoh animasi yang diproduksi dengan cara yang lebih tradisional.

Continue reading Review: The Princess and the Frog (2009)

Review: The Road (2009)

The Road adalah sebuah film drama yang diadaptasi dari novel pemenang Pulitzer berjudul sama yang ditulis oleh Cormac McCarthy dan dirilis pada tahun 2006. Pada awalnya, film ini akan dirilis untuk bersaing di ajang Academy Awards pada tahun 2008. Namun, The Weinstein Company akhirnya memilih untuk menjagokan film Kate Winslet, The Reader, dan mendorong The Road untuk bersaing di Academy Awards tahun berikutnya.

Continue reading Review: The Road (2009)

Review: Bad Lieutenant: Port of Call: New Orleans (2009)

Bad Lieutenant: Port of Call: New Orleans merupakan sebuah film drama bertema kepolisian yang diarahkan oleh sutradara Werner Herzog. Walaupun memiliki judul dan tema yang sama dengan film Bad Lieutenant karya Abel Ferrara yang pernah dirilis di tahun 1992, Herzog dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa film ini sama sekali tidak berhubungan dengan film Ferrara tersebut. Bukan sebuah remake maupun sebuah sekuel.

Continue reading Review: Bad Lieutenant: Port of Call: New Orleans (2009)

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar