Review: RRR (2022)


Setelah menyelesaikan dwilogi Baahubali yang terdiri dari Baahubali: The Beginning (2015) – yang sempat memuncaki daftar film dengan pendapatan komersial tertinggi sepanjang masa di India – dan Baahubali: The Conclusion (2017) – yang saat ini memegang gelar sebagai film dengan pendapatan komersial tertinggi sepanjang masa di India – sutradara S. S. Rajamouli kembali menyajikan presentasi epik terbarunya lewat RRR. Naskah cerita RRR – yang merupakan singkatan dari Raama Roudra Rushitam dalam bahasa Telugu atau Rise Roar Revolt dalam terjemahan Bahasa Inggris – yang ditulis oleh Rajamouli sendiri bertutur tentang kisah fiktif akan persahabatan dua tokoh nyata revolusi India, Alluri Sitarama Raju (Ram Charan) dan Komaram Bheem (Jr NTR), yang kemudian bersatu untuk melawan kesewenangan Kemaharajaan Britania yang menguasai daratan India di masa tersebut. Seperti yang dapat diharapkan dari presentasi cerita Rajamouli, RRR disajikan sebagai epik dengan momen-momen yang tidak hanya akan dapat memukau namun juga mengundang rasa kekaguman dari setiap mata yang memandangnya.

Berlatar belakang waktu pengisahan di tahun 1920an, linimasa pengisahan RRR dimulai ketika seorang polisi bernama Alluri Sitarama Raju mendapatkan tugas untuk memburu dan menangkap sekelompok pria yang berasal dari suku Gond dan dipimpin oleh Komaram Bheem yang dikabarkan telah berangkat dari wilayah kediaman mereka di hutan Adilabad ke kota New Delhi untuk menyelamatkan seorang anak perempuan dari suku mereka yang diambil secara paksa oleh Governor Scott Buxton (Ray Stevenson) dan istrinya, Catherine Buxton (Alison Doody). Alluri Sitarama Raju yang tidak mengetahui ciri fisik dari orang-orang yang diburunya secara tidak sengaja kemudian berkenalan dengan Komaram Bheem dan bahkan secara perlahan mulai menjalin persahabatan dengan pria tersebut. Tentu saja, dinding persahabatan antara keduanya seketika runtuh ketika mengetahui identitas sebenarnya dari orang yang telah mereka anggap sebagai saudara sendiri.

Dengan durasi pengisahan yang mencapai 182 menit, alur penceritaan RRR sebenarnya tidak memiliki kompleksitas maupun kekuatan cerita yang melanggengkan keberadaan durasi pengisahannya yang lama. Setelah memperkenalkan latar belakang kehidupan kedua karakter utama di paruh awal film – dengan adegan yang mempertontonkan salah satu karakter yang mampu menghabisi lautan manusia yang mencoba membunuhnya serta satu karakter lainnya berhasil bertahan dari serangan serigala dan harimau – RRR menghabiskan paruh pertengahan filmnya dengan intrik personal yang terjadi pada kedua karakter, mulai dari usaha keduanya dalam menyelesaikan misi masing-masing hingga perjalanan kisah persahabatan keduanya yang diwarnai dengan kehadiran benih kisah romansa antara karakter Komaram Bheem dengan karakter Jennifer (Olivia Morris). Tidak pernah terasa benar-benar esensial untuk dijabarkan secara panjang dan mendalam.

Di saat yang bersamaan, RRR tidak pernah terasa hampa atau bahkan membosankan berkat kemampuan Rajamouli untuk menata tiap adegan pengisi linimasa ceritanya dengan kualitas produksi yang… well… hanya layak untuk digambarkan dengan kata “epik.” Adegan-adegan pertarungan yang disajikan dalam gerak lamban, tata sinematografi yang menghanyutkan, penggunaan efek visual yang berkesan over the top namun begitu memikat, hingga garapan koreografi dalam adegan nyanyian dan tarian yang tergarap kuat – termasuk adegan musikal Naatu Naatu yang kini mungkin telah menjadi salah satu adegan musikal terbaik dalam sejarah perfilman dunia(!) – menghadirkan pesona dan daya tarik yang membuat kisah-kisah bernuansa cheesy yang mewarnai linimasa cerita film ini menjadi “termaafkan” keberadaannya. Penampilan Charan dan Jr NTR jelas juga memegang peranan penting bagi kualitas prima presentasi RRR. Penampilan apik keduanya tidak hanya mampu menghidupkan karakter Alluri Sitarama Raju dan Komaram Bheem namun juga menghadirkan sentuhan emosional yang menggugah di sejumlah bagian film.

Setelah berjalan di wilayah pengisahan yang sama pada hampir seluruh bagian paruh keduanya, RRR kembali terasa berkembang pengisahannya di paruh ketiga yang, tentu saja, ditujukan untuk menyelesaikan sekaligus memberikan klimaks bagi setiap konflik yang telah dibangun pada paruh-paruh cerita sebelumnya. Melibatkan penampilan akting dari Ajay Devgn dan Alia Bhatt, Rajamouli menghadirkan eksplorasi cerita yang lebih serius akan kisah perjuangan bangsa India dari berbagai lapisan masyarakat dalam menghadapi penindasan yang dilakukan oleh Kemaharajaan Britania. Eksekusi yang diberikan Rajamouli tidak lantas meninggalkan gambaran visual bernuansa over the top yang epik dan telah dihadirkan sebelumnya (serta menjadi ciri khas tiap film arahan Rajamouli) namun keberadaannya dapat dimanfaatkan dengan lugas untuk mempertegas tema cerita akan perjuangan dan kepahlawanan yang memang telah dikemukakan semenjak awal. Sebuah presentasi sinematis yang tidak akan mudah untuk dilupakan begitu saja.

rrr-ss-rajamouli-jr-ntr-movie-poster

RRR (2022)

Directed by S. S. Rajamouli Written by S. S. Rajamouli (screenplay), K. V. Vijayendra Prasad (story), Sai Madhav Burra (dialogue) Produced by D. V. V. Danayya Starring Jr NTR, Ram Charan, Ajay Devgn, Alia Bhatt, Shriya Saran, Samuthirakani, Ray Stevenson, Alison Doody, Olivia Morris, Chatrapathi Sekhar, Makarand Deshpande, Rajeev Kanakala, Rahul Ramakrishna, Edward Sonnenblick, Ahmareen Anjum, Twinkle Sharma, Chakri, S.S. Rajamouli, Varun Buddhadev, Spandan Chaturvedi Cinematography K. K. Senthil Kumar Edited by A. Sreekar Prasad Music by M. M. Keeravani Production company DVV Entertainment Running time 182 minutes Country India Language Telugu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s