Review: The Batman (2022)


Dengan berbagai permasalahan yang pernah merintanginya di masa lampau, keberhasilan The Batman untuk akhirnya dirilis – dan dengan kualitas cerita yang bahkan mampu melampaui kualitas sejumlah film dalam seri DC Extended Universe yang melibatkan karakter pahlawan super berjulukan The Dark Knight tersebut – jelas terasa sebagai sebuah keajaiban. Bagaimana tidak. Setelah memerankan Bruce Wayne/Batman dalam Batman v Superman: Dawn of Justice (Zack Snyder, 2016), Suicide Squad (David Ayer, 2016), dan Justice League (Snyder, 2017), Ben Affleck mendapatkan kesempatan untuk membintangi film Batman tunggal yang sekaligus juga akan ia arahkan dan tuliskan naskah ceritanya. Sial, berbagai perubahan bernada negatif yang terjadi pada film-film yang tergabung dalam linimasa cerita DC Extended Universe – serta sejumlah masalah pribadi yang dihadapinya – membuat Affleck kemudian memutuskan untuk melepas seluruh keterlibatannya dari seri film milik Warner Bros. Pictures tersebut.

Beruntung, secara perlahan, The Batman mulai menemukan pijakannya ketika Warner Bros. Pictures memilih Matt Reeves (War for the Planet of the Apes, 2017) untuk menggantikan posisi Affleck di kursi penyutradaraan. Bersama dengan penulis naskah Peter Craig (Bad Boys for Life, 2020), Reeves melakukan sejumlah perombakan pada fokus pengisahan The Batman – daripada kembali memberikan kaitan cerita dengan DC Extended Universe, Reeves memilih filmnya untuk mengeksplorasi kisah-kisah dari masa awal perjalanan karakter Bruce Wayne ketika menjelma menjadi sosok Batman. Dan, tentu saja, perjalanan Reeves dalam mengemas The Batman terasa bergerak semakin dinamis ketika ia memilih Robert Pattinson untuk menggantikan Affleck serta mengikuti jejak Christian Bale dalam memerankan karakter ikonik Bruce Wayne/Batman. Deretan potensi tersebut lantas mampu dikelola dan dimaksimalkan oleh Reeves untuk menjadikan The Batman sebagai sebuah sajian cerita yang akan memikat setiap penontonnya.

Berbeda dengan karakter Bruce Wayne/Batman yang digambarkan oleh Christopher Nolan dalam trilogi The Dark Knight (2005 – 2012) maupun gambaran Snyder dalam rangkaian film DC Extended Universe, naskah cerita garapan Reeves dan Craig untuk The Batman menghadirkan fokus pada masa-masa awal karakter Bruce Wayne (Pattinson) mengenakan persona pahlawan supernya yang dikenal dengan sebutan Batman untuk membantu memberantas kejahatan yang merajalela di Gotham City. Kasus yang sedang ditangani oleh Bruce Wayne/Batman saat ini adalah sebuah pembunuhan berantai yang dimulai dengan terbunuhnya walikota Gotham City, Don Mitchell Jr. (Rupert Penry-Jones). Dengan bantuan seorang letnan polisi dari Gotham City Police Department, James Gordon (Jeffrey Wright), Bruce Wayne/Batman mulai mengumpulkan petunjuk akan sejumlah teka-teki yang ditinggalkan oleh sang pembunuh di lokasi kejahatannya. Setelah terbunuhnya seorang Jaksa Penuntut Umum bernama Gil Colson (Peter Sarsgaard), Bruce Wayne/Batman menyadari kasus yang dihadapinya melibatkan mafia kejahatan serta pejabat negara yang saling bekerjasama untuk kepentingan pribadi mereka.

Jangan terlalu terkejut dengan pendekatan cerita yang lebih menyerupai drama misteri a la Se7en (1995) maupun Zodiac (2007) arahan David Fincher yang diajukan oleh Reeves untuk The Batman. Ketika pertama kali diterbitkan sebagai bagian dari buku komik Detective Comics yang diterbitkan DC Comics pada tahun 1939, karakter Bruce Wayne/Batman bersama dengan karakter James Gordon juga dikisahkan terlibat dalam usaha untuk memecahkan sebuah misteri pembunuhan. Misteri kejahatan yang menuntut karakter-karakter utamanya untuk bertugas layaknya seorang detektif.

The Batman, yang direncanakan sebagai film pertama dari seri film baru yang berkisah tentang karakter Batman, sepertinya juga dibentuk Reeves untuk memulai dari titik penceritaan yang serupa: karakter Bruce Wayne masih mendalami personanya sebagai Batman, berusaha memecahkan misteri dengan cara-cara yang lebih tradisional, dengan tanpa adanya perlengkapan ataupun senjata yang menggunakan teknologi termutakhir. Pilihan yang membuat The Batman mampu menjauh dari imej DC Extended Universe – yang, harus diakui, seringkali tampil berantakan – dan terasa jauh lebih menyegarkan dari kumpulan film-film pahlawan super yang banyak dirilis dalam beberapa tahun belakangan.

Tidak hanya menghadirkan The Batman dalam balutan plot pengisahan yang menyerupai tuturan kisah misteri kejahatan a la Fincher, Reeves juga mengkonstruksi atmosfer penceritaan filmnya untuk meninggalkan kesan kelam dan muram – layaknya sebuah film yang linimasa ceritanya diisi dengan tema-tema seperti pembunuhan berantai, kejahatan, serta tindak korupsi yang dilakukan oleh politisi maupun para penegak hukum. Di saat yang bersamaan, naskah cerita garapan Reeves dan Craig secara cerdas juga mampu menyelipkan sejumlah paparan humor dalam konflik maupun dialog film yang cukup berhasil membentuk kesan penceritaan yang lebih mendalam bagi The Batman.

Selain bertugas untuk memperkenalkan sosok Bruce Wayne/Batman sebagai sosok detektif yang handal dalam menangangi tugas-tugasnya, The Batman juga dijadikan pondasi untuk menghadirkan sejumlah karakter-karakter familiar dalam semesta pengisahan Batman, mulai dari Alfred Pennyworth (Andy Serkis), Selina Kyle (Zoë Kravitz), hingga sosok-sosok penjahat ikonik seperti Edward Nashton/Riddler (Paul Dano), Carmine Falcone (John Turturro), hingga Oswald “Oz” Cobblepot/Penguin (Colin Farrell). Jelas bukan tugas yang mudah untuk menangani banyak konflik yang datang dari banyak karakter dalam penuturan The Batman namun Reeves mampu membentuk sebuah keterhubungan cerita yang apik antara satu karakter dengan yang lain yang membuat penyampaian film ini dapat bergerak dengan seksama. Tidak selalu berhasil memang – khususnya ketika The Batman berusaha menyelami masa lalu dari karakter Bruce Wayne/Batman dalam pengisahan yang cenderung terasa lamban – namun Reeves selalu mampu untuk menjaga filmnya untuk terhindar dari kesan membosankan maupun bertutur secara monoton.

Kesan berbeda tidak hanya datang dari tata penceritaan yang dibentuk oleh Reeves. Pilihan untuk menempatkan Pattinson sebagai pemeran Bruce Wayne/Batman juga sukses membentuk imej maupun kepribadian yang cukup berbeda dengan gambaran akan sosok Bruce Wayne/Batman yang pernah dihadirkan sebelumnya. Gambaran akan karakter Bruce Wayne yang masih belum terlalu lugas dalam memahami tugasnya sebagai seorang Batman, yang masih sering tenggelam dalam duka akan masa lampaunya, serta sebagai sosok yang benar-benar menyelam dalam rasa kesendiriannya mampu dihidupkan nyaris tanpa cela oleh Pattinson. Pattinson juga tampil meyakinkan dalam mewujudkan deretan adegan-adegan aksi maupun interaksinya dengan karakter-karakter yang berada di sekitarnya.

Jika ingin memberikan sedikit kulikan pada momen-momen lemah dalam presentasi The Batman, hal tersebut mungkin datang dari banyaknya karakter serta luasnya konflik yang ingin dicakup oleh linimasa penceritaan film ini. Pengarahan Reeves yang solid memang tidak pernah membuat The Batman kehilangan keseimbangannya. Namun, di sejumlah momen, karakter-karakter yang hadir seringkali muncul dengan kesan pengisahan yang serba terbatas – hal yang khususnya begitu terasa pada sosok Selina Kyle yang memegang sejumlah peranan penting pada plot cerita film. Sedikit rintangan tersebut tidak pernah sampai terasa mengganggu, khususnya ketika Reeves mampu mengemas filmnya dengan tata sinematografi yang begitu menghipnotis garapan Greig Fraser serta iringan musik karya Michael Giacchino yang luar biasa cerdik dalam menangkap tiap sisi emosional yang ingin disampaikan oleh alur pengisahan The Batman. Oh, satu hal lagi. Tidak akan ada seorangpun seusai menyaksikan The Batman yang tidak merasakan kagum pada penampilan Dano. Penampilannya sebagai sosok Edward Nashton/Riddler begitu mengikat dan selalu berhasil mencuri perhatian di tiap kehadirannya. Sentuhan yang semakin membuat The Batman garapan Reeves akan mampu meninggalkan kesan istimewa tersendiri ketika disandingkan dengan film-film Batman sebelum dan sesudahnya.

popcornpopcornpopcornpopcorn-halfpopcorn2

the-batman-robert-pattinson-movie-posterThe Batman (2022)

Directed by Matt Reeves Produced by Dylan Clark, Matt Reeves Written by Matt Reeves, Peter Craig (screenplay), Bill Finger, Bob Kane (characters) Starring Robert Pattinson, Zoë Kravitz, Paul Dano, Jeffrey Wright, John Turturro, Peter Sarsgaard, Andy Serkis, Colin Farrell, Jayme Lawson, Gil Perez-Abraham, Peter McDonald, Alex Ferns, Con O’Neill, Rupert Penry-Jones, Barry Keoghan, Charlie Carver, Max Carver, Hana Hrzic, Jay Lycurgo, Luke Roberts, Stella Stocker Cinematography Greig Fraser Edited by William Hoy, Tyler Nelson Music by Michael Giacchino Production companies DC Films/6th & Idaho/Dylan Clark Productions Running time 176 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s