Review: Uncharted (2022)


Merupakan salah satu permainan video dengan kualitas sekaligus penjualan terbaik sepanjang masa semenjak seri pertamanya dirilis pada tahun 2007 silam, tidak mengherankan bila Hollywood sejak lama telah berupaya untuk membawa Uncharted ke layar lebar. Tercatat, semenjak tahun 2008, Sony Pictures telah menggiring nama-nama seperti David O. Russell, Seth Gordon, Shawn Levy, hingga Travis Knight untuk dapat mengarahkan adaptasi film dari permainan video tersebut. Namun, baru pada awal tahun 2020 Sony Pictures mengumumkan bahwa Ruben Fleischer (Zombieland: Double Tap, 2019) akan duduk di kursi penyutradaraan bagi versi film dari Uncharted dengan Tom Holland dan Mark Wahlberg berperan sebagai karakter Nathan Drake dan Victor Sullivan. Fleischer mampu memberikan arahan yang membuat Uncharted hadir dengan sejumlah momen menyenangkan. Namun, dengan pendekatan cerita yang cenderung generik, kesan menyenangkan tersebut rasanya tidak akan membekas terlalu lama di benak banyak para penonton film ini.

Alur pengisahan dari film yang naskah ceritanya ditulis oleh duo penulis naskah Art Marcum dan Matt Holloway (Men in Black: International, 2019) bersama dengan Rafe Lee Judkins ini dimulai dengan pertemuan antara seorang pemburu harta karun bernama Victor Sullivan (Wahlberg) dengan seorang bartender muda bernama Nathan Drake (Holland). Ketika Victor Sullivan secara tidak melihat kelihaian Nathan Drake dalam mencuri, ia lantas mengajak pemuda tersebut untuk bergabung dengan dirinya dalam misi untuk menemukan harta peninggalan penjelajah samudera tersohor asal Portugis, Ferdinand Magellan, yang dikabarkan telah tersembunyi di sebuah lokasi terpencil selama beratus-ratus tahun. Walau awalnya merasa enggan untuk turut serta, Nathan Drake akhirnya turut setelah mengetahui bahwa Victor Sullivan pernah bekerjasama dengan kakaknya, Samuel Drake (Rudy Pankow), telah telah lama menghilang.

Sebagai sebuah sajian aksi petualangan, Uncharted harus diakui tidak menawarkan konflik yang benar-benar baru maupun terasa segar dalam linimasa penceritaannya. Pada banyak bagian, film ini hadir layaknya kompilasi plot cerita dari film-film semacam seri film Indiana Jones (1981 – 2008), seri film Pirates of the Caribbean (2003 – 2017), ataupun seri film National Treasure (2004 – 2007). Bukan berarti Uncharted tidak mampu untuk tampil menyenangkan. Pilihan Fleischer untuk mendorong lapisan cerita filmnya yang berisi konflik, intrik, hingga teka-teki keberadaan harta karun untuk dapat bertutur dengan cepat berhasil menjadikan presentasi cerita Uncharted melangkah dengan meyakinkan. Garapan aksi yang dilengkapi dengan penataan desain produksi serta efek visual berkelas juga semakin menguatkan kualitas keseluruhan dari film ini.

Di saat yang bersamaan, di tengah berbagai gegap gempita penceritaan yang dihadirkan Uncharted, sukar untuk menghindar dari kesan monoton ketika naskah cerita film ini menghadirkan pengolahan konflik cerita yang berkualitas minimalis serta terlalu terpaku pada berbagai formula aksi petualangan yang telah begitu familiar. Hal ini khususnya begitu terasa ketika tuturan cerita film sedang beristirahat dari menyajikan deretan adegan aksi dan berusaha untuk membentuk jalinan hubungan emosional antara karakter dengan karakter ataupun antara barisan karakter dengan para penontonnya. Lebih fatal, baik Holland maupun Wahlberg terlihat hanya berfokus dalam usaha menghidupkan karakter Nathan Drake serta Victor Sullivan dan tidak pernah terasa mampu untuk dapat menghadirkan chemistry yang meyakinkan pada hubungan yang terjalin antara dua karakter yang mereka perankan. Hubungan kerjasama – yang tidak pernah benar-benar terasa sebagai hubungan persahabatan – antara kedua karakter utama lantas menjadi hambar.

Sebagai bintang utama dari Uncharted, Holland sendiri mampu memberikan penampilan terbaiknya. Penampilan Holland memang masih terasa berada pada jangkauan akting yang sama dengan penampilannya di Chaos Walking (Doug Liman, 2021) atau Spider-Man: No Way Home (Jon Watts, 2021). Namun jangkauan akting yang terasa terbatas tersebut, yang ditambah dengan kharisma yang berhasil diberikan Holland, berfungsi dengan efektif bagi pengisahan Uncharted. Wahlberg juga tidak mengecewakan. Sayang, naskah cerita film ini terkesan hanya memanfaatkan karakter Victor Sullivan yang diperankan Wahlberg pada beberapa momen tertentu dan tidak mengelola kehadirannya secara lebih utuh. Hal yang sama juga terasa pada penampilan Antonio Banderas yang begitu disia-siakan kehadirannya. Penampilan Sophia Ali dan Tati Gabrielle sebagai dua sosok karakter perempuan tangguh yang turut dalam cerita perburuan harta karun di film ini mampu mencuri perhatian. Gabrielle, khususnya, memanfaatkan dengan baik porsi pengisahan karakternya yang sebenarnya tidak terlalu banyak sehingga mampu untuk meninggalkan kesan yang cukup kuat.

popcornpopcornpopcornpopcorn2popcorn2

uncharted-mark-wahlberg-tom-holland-movie-posterUncharted (2022)

Directed by Ruben Fleischer Produced by Charles Roven, Avi Arad, Alex Gartner, Ari Arad Written by Rafe Lee Judkins, Art Marcum, Matt Holloway (screenplay), Rafe Lee Judkins, Jon Hanley Rosenberg, Mark D. Walker (story), Naughty Dog (video games, Uncharted) Starring Tom Holland, Mark Wahlberg, Sophia Ali, Tati Gabrielle, Antonio Banderas, Tiernan Jones, Rudy Pankow, Manuel de Blas, Steven Waddington, Alana Boden, Pingi Moli, Nolan North, Pilou Asbæk, ElrubiusOMG Cinematography Chung Chung-hoon  Edited by Chris Lebenzon, Richard Pearson Music by Ramin Djawadi Production companies Columbia Pictures/Arad Productions/Atlas Entertainment/PlayStation Productions Running time 116 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s