Review: West Side Story (2021)


Di tahun dimana film musikal tampil mendominasi dan menghadirkan film-film seperti In the Heights (Jon M. Chu, 2021), Vivo (Kirk DeMicco, 2021), Cinderella (Kay Cannon, 2021), Encanto (Byron Howard, Jared Bush, 2021), serta tick, tick… BOOM! (Lin-Manuel Miranda, 2021), sutradara Steven Spielberg melakukan debut pengarahan film musikalnya melalui West Side Story. Terdengar familiar? West Side Story arahan Spielberg merupakan film adaptasi kedua dari drama panggung popular berjudul sama yang dibuat oleh Jerome Robbins, Leonard Bernstein, Stephen Sondheim, dan Arthur Laurents. Bersama dengan sutradara Robert Wise, Robbins mengarahkan film adaptasi pertama dari drama panggung garapannya yang berhasil meraih sukses besar di saat perilisannya pada tahun 1961: tidak hanya mampu menjadi film dengan raihan pendapatan komersial terbesar di tahun tersebut, West Side Story arahan Wise dan Robbin juga berhasil memenangkan 10 dari 11 kategori yang diraihnya pada ajang The 34th Annual Academy Awards, termasuk Best Picture dan Best Director. Hingga saat ini, West Side Story arahan Wise dan Robbins masih dianggap sebagai salah satu film musikal terbaik sepanjang masa. Jelas sebuah tantangan besar bahkan bagi sutradara sekelas Spielberg.

Ditulis oleh Tony Kushner – yang sebelumnya telah bekerjasama dengan Spielberg pada Munich (2005) dan Lincoln (2012), naskah cerita West Side Story versi teranyar masih mengikuti pakem cerita drama panggung dan film pendahulunya yang terinspirasi dari drama legendaris garapan William Shakespeare, Romeo and Juliet. Berlatar belakang waktu pengisahan pada tahun 1957, West Side Story bercerita tentang María (Rachel Zegler) yang jatuh cinta pada tatapan pertama pada Tony (Ansel Elgort). Masalahnya, Tony adalah salah satu pimpinan dari kelompok pemuda berkulit putih yang menamakan diri mereka the Jets, sementara María adalah adik dari salah satu pimpinan kelompok pemuda berdarah Puerto Rico yang menamakan diri mereka the Sharks, Bernardo (David Alvarez), yang semenjak lama telah berseteru tentang wilayah kekuasaan mereka di kota New York, Amerika Serikat. María dan Tony menutup rapat kisah romansa mereka sembari berusaha untuk mendamaikan the Jets dan the Sharks. Namun, permusuhan yang telah mengalir teramat dalam berujung pada pertarungan fisik yang berakhir dengan tragedi.

Meskipun secara keseluruhan masih mempertahankan garis besar pengisahan West Side Story baik dari drama panggung maupun adaptasi film pertamanya, Spielberg dan Kushner menghadirkan sejumlah perubahan pada struktur penceritaan film mereka. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan untuk memberikan penyesuaian terhadap situasi sosial dan budaya di era sekarang – karakter Anybodys (Iris Menas) yang dahulu digambarkan sebagai karakter perempuan kini digambarkan sebagai karakter nonbiner, karakter Valentina (Rita Moreno) yang menggantikan karakter Doc dengan sentuhan cerita bernuansa feminis, atau karakter-karakter perempuan dalam penceritaan West Side Story terbaru diberikan porsi pengisahan yang lebih besar dan krusial – atau untuk memberikan bangunan cerita yang lebih kuat dan menarik bagi sejumlah konflik dan karakter – kisah tentang masa lalu dari karakter Tony atau latar cerita yang lebih tegas dari perseteruan antara kelompok the Jets dan the Sharks.

Perubahan yang paling krusial, tentu saja, adalah pilihan Spielberg untuk memberikan karakter-karakter berdarah Puerto Rico barisan pemeran yang juga berdarah Latin. Usaha Spielberg untuk “menjaga kemurnian” budaya Latin bahkan membuatnya memilih untuk tidak memberikan terjemahan pada barisan dialog berbahasa Spanyol yang diutarakan oleh karakter-karakter berdarah Puerto Rico dalam film ini. Sebuah usaha yang layak untuk diberikan kredit lebih.

Namun, di saat yang bersamaan, kealpaan terjemahan dialog jelas juga menjadi hambatan tersendiri bagi penonton untuk menyelami lebih dalam akan barisan konflik yang sedang berlangsung dalam linimasa pengisahan film. West Side Story adalah sebuah kisah tentang bagaimana kelompok Latin yang berdarah Puerto Rico masih sering dipandang sebelah mata atau bahkan diperlakukan secara tidak adil oleh lingkungan yang didominasi oleh kelompok kulit putih. Subteks akan kondisi sosial budaya inilah yang kemudian terasa menghilang ketika film ini memilih untuk tidak memberikan terjemahan pada banyak dialog berbahasa Spanyol-nya – selain membuat banyak momen gagal untuk menghasilkan pengaruh emosional lebih mendalam.

Sebagian penuturan cerita Kushner juga terasa tidak begitu efektif. Meskipun semakin memperkuat lapisan pengisahan tentang sejarah kelam akan perseteruan ras di Amerika Serikat, fokus yang diberikan pada cerita West Side Story justru lebih sering diberikan pada karakter-karakter dari kelompok the Jets. Bukan sebuah masalah besar sebenarnya jika saja penataan cerita Kushner mampu hadir kuat. Selain karena penampilan apik Mike Faist yang memerankan karakter Riff, banyak bagian cerita yang memberikan fokus pada kelompok maupun karakter yang berasal dari kelompok the Jets terasa hambar – termasuk karakter Tony sendiri. Elemen cerita dari kelompok the Sharks seringkali disajikan hanya sebagai pembanding yang menarik dan jauh lebih berwarna namun terlalu terbatas karena minimnya pengembangan cerita maupun karakter yang lebih luas.

West Side Story sendiri hadir lebih hidup ketika alur pengisahannya memberikan fokus pada sosok-sosok Anita (Ariana DeBose), Bernardo, dan María. Selain karena diperankan dengan handal oleh DeBose, Zegler, dan Alvarez, ketiga karakter tersebut mampu dikelola dengan pengelolaan kisah yang paling utuh dan kuat jika dibandingkan dengan karakter-karakter lain yang menghiasi linimasa pengisahan film. DeBose, khususnya, mampu menjadikan karakter Anita yang ia perankan menjadi begitu memukau. Penampilan DeBose begitu bergelora. Ia mampu mengeksekusi tiap lagu yang diberikan pada karakternya dengan sempurna dan ia juga mampu menghadirkan pesona dan sentuhan emosional yang tak terbantahkan yang membuat West Side Story menjadi kekurangan energi ketika karakternya tidak hadir dalam sebuah adegan.

Moreno – yang di film sebelumnya memerankan karakter Anita dan berhasil memenangkan kategori Best Actress in a Supporting Role pada ajang The 34th Annual Academy Awards karenanya – juga hadir kuat dalam perannya sebagai Valentina yang bijak. Penampilan Elgort juga sebenarnya tidak mengecewakan, baik akting maupun penampilan vokalnya. Chemistry yang dihasilkannya bersama Zegler juga meyakinkan. Namun, dalam kapasitas sebagai pemeran sosok karakter utama, penampilan Elgort sering terasa ditenggelamkan oleh penampilan-penampilan lebih kuat yang berada di sekitarnya.

Terlepas dari beberapa kelemahan penuturan ceritanya, ada banyak hal yang patut untuk dikagumi dari presentasi Spielberg untuk film seikonik West Side Story. Kualitas produksi film ini tampil megah – mulai dari desain produksi yang dengan jeli menghantarkan atmosfer tahun 1950an-nya, tata rias dan busana, eksekusi adegan-adegan musikalnya, hingga penataan koreografi yang mempesona. Sajian musikal jelas memiliki dan memberikan tantangan tersendiri baik kepada sutradara sekaliber Spielberg. Meskipun begitu, Spielberg dapat memberikan hasil akhir yang jelas tidak mengecewakan dan mungkin saja akan dapat meninggalkan jejak tersendiri di hati para penikmat musikal di masa yang akan datang.

popcornpopcornpopcornpopcorn-halfpopcorn2

west-side-story-steven-spielberg-movie-posterWest Side Story (2021)

Directed by Steven Spielberg Produced by Steven Spielberg, Kristie Macosko Krieger, Kevin McCollum Written by Tony Kushner (screenplay), Jerome Robbins, Leonard Bernstein, Stephen Sondheim, Arthur Laurents (play, West Side Story) Starring Ansel Elgort, Rachel Zegler, Ariana DeBose, David Alvarez, Mike Faist, Rita Moreno, Brian d’Arcy James, Corey Stoll, Josh Andrés Rivera, Iris Menas, Mike Iveson, Jamila Velazquez, Annelise Cepero, Yassmin Alers, Jamie Harris, Curtiss Cook, David Avilés Morales, Sebastian Serra, Ricardo A. Zayas, Carlos E. Gonzalez, Ricky Ubeda, Andrei Chagas, Adriel Flete, Jacob Guzman, Kelvin Delgado, Carlos Sánchez Falú, Julius Anthony Rubio, Yurel Echezarreta, David Guzman, Ana Isabelle, Tanairi Sade Vazquez, Yesenia Ayala, Gabriella M. Soto, Juliette Feliciano Ortiz, Jeanette Delgado, Maria Alexis Rodriguez, Edriz E. Rosa Pérez, Ilda Mason, Jennifer Florentino, Melody Martí, Gaby Diaz, Isabella Ward, Sean Harrison Jones, Jess LeProtto, Patrick Higgins, John Kyle Allen, John Michael Fiumara, Kevin Csolak, Kyle Coffman, Daniel Patrick Russell, Ben Cook, Harrison Coll, Garrett Hawe, Myles Erlick, Julian Elia, Eloise Kropp, Paloma Garcia-Lee, Leigh-Ann Esty, Lauren Leach, Brittany Pollack, Kellie Drobnick, Skye Mattox, Adriana Pierce, Jonalyn Saxer, Brianna Abruzzo, Halli Toland, Sara Esty, Talia Ryder, Maddie Ziegler, Harvey Evans, Bert Michaels,  David Bean, Andréa Burns Cinematography Janusz Kamiński Edited by Michael Kahn, Sarah Broshar Music by Leonard Bernstein Production companies Amblin Entertainment/TSG Entertainment Running time 156 minutes Country United States Languages English, Spanish

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s