Review: Paranoia (2021)


Riri Riza (Bebas, 2019) merambah ke ranah pengisahan thriller lewat Paranoia – yang naskah ceritanya ia tulis bersama dengan Jujur Prananto dan Mira Lesmana, kolaborasi yang sebelumnya pernah menghasilkan Petualangan Sherina (Riza, 2000) dan Ada Apa dengan Cinta? (Rudy Soedjarwo, 2002). Filmnya berkisah tentang pelarian yang dilakukan oleh Dina (Nirina Zubir) bersama dengan anaknya, Laura (Caitlin North-Lewis), dari suaminya yang abusif, Gion (Lukman Sardi), yang saat ini sedang menjalani masa hukumannya di penjara. Rasa ketakutan serta trauma yang dirasakan Dina pada sosok suaminya membuat kesehariannya selalu dilingkupi kekhawatiran, khususnya kepada orang-orang baru yang selalu ia curigai sebagai orang-orang yang ditugaskan oleh sang suami untuk mencari dirinya dan Laura. Hal inilah yang membuat Dina tidak suka dengan pilihan Laura untuk menjalin hubungan dengan tetangga baru mereka, Raka (Nicholas Saputra). Di saat yang bersamaan, Gion mendapatkan remisi masa tahanan dan dibebaskan dari penjara. Dengan segera, Gion berusaha untuk menemukan keberadaan istri dan putrinya.

Paranoia menawarkan konsep pengisahan yang sebenarnya cukup sederhana namun memiliki potensi kualitas teramat besar yang datang dari jejak rekam produser, sutradara, penulis naskah, hingga barisan pengisi departemen aktingnya. Potensi tersebut, sayangnya, hanya mampu tampil kuat diatas kertas karena Paranoia tidak pernah benar-benar mampu memaparkan dengan lugas apa yang sebenarnya ingin disampaikannya ke penonton. Dalam 101 menit durasi penceritaannya, Riza berusaha keras untuk menyeimbangkan elemen drama, thriller, dan misteri yang menyelimuti konflik maupun jalinan hubungan yang terbentuk antar karakter dalam linimasa pengisahan film ini. Riza cukup handal menangani elemen drama yang kebanyakan berfokus pada geliat hubungan ibu dan anak antara karakter Dina dan Laura yang juga dilengkapi dengan sejumlah adegan kilas balik tentang hubungan abusif antara karakter Dina dengan karakter suaminya, Gino.

Namun, Paranoia tidak pernah terasa mampu untuk benar-benar elemen ketegangan maupun misterinya. Sejumlah misteri yang seharusnya menjadi kunci bagi pengembangan elemen thriller dalam jalan cerita film, seperti alasan mengapa karakter Gino terus memburu karakter Dina dan Laura atau gambaran siapa sosok karakter Raka sebenarnya, diolah setengah matang serta diselesaikan terburu-buru (baca: terlalu cepat). Kesan “paranoia” yang ingin ditekankan pada rasa ketakutan yang dirasakan oleh karakter Dina juga lebih sering muncul melalui penggunaan dialog daripada pembangunan atmosfer maupun eksekusi cerita. Paranoia memang kemudian mampu melepaskan ritme penuturannya yang terasa terlalu berhati-hati untuk bergerak lebih cepat guna menonjolkan unsur ketegangan cerita pada paruh ketiganya. Sial, intensitas cerita yang telah memanas tersebut lantas dibalut dengan adegan kontak fisik yang tereksekusi lemah serta ditutup dengan konklusi yang terasa “berakhir begitu saja” – jika tidak ingin menyebutnya sebagai menggelikan.

Paranoia berakhir sebagai sebuah presentasi yang teramat hambar. Tak satupun elemen ceritanya yang menjangkau tema tentang kekerasan dalam rumah tangga, pandemi, ataupun sejumlah misteri dapat dikelola dan dikembangkan dengan seksama. Tidak pernah benar-benar terasa membosankan karena penampilan apik Zubir dan Sardi masih mampu memberikan sejumlah momen menarik. Saputra juga menghadirkan penampilan akting yang memadai untuk sesosok karakter yang karakterisasinya terlalu dangkal. Kehadiran North-Lewis dengan aksen fisik dan vokalnya yang “terasa asing” untuk memerankan karakter anak dari karakter-karakter yang diperankan oleh Sardi dan Zubir memang cukup mengganggu. Belum lagi plot penceritaan yang diberikan pada karakter Laura yang seringkali terasa canggung atau konyol. Hasil akhir yang jelas mengecewakan.

popcornpopcornpopcorn-halfpopcorn2popcorn2

paranoia-nicholas-saputra-niriza-zubir-lukman-sardi-riri-riza-movie-posterParanoia (2021)

Directed by Riri Riza Produced by Mira Lesmana Written by Jujur Prananto, Mira Lesmana, Riri Riza (screenplay), Mira Lesmana, Riri Riza (story) Starring Nirina Zubir, Nicholas Saputra, Caitlin North-Lewis, Lukman Sardi, Cornelio Sunny Cinematography Teoh Gay Hian Edited by W Ichwandiardono Music by Aria Prayogi Production company Miles Films Running time 101 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s