Review: CODA (2021)


Diadaptasi dari film Perancis berjudul La Famille Bélier (Éric Lartigau, 2014), CODA yang ditulis dan diarahkan oleh sutradara Siân Heder (Tallulah, 2016) berkisah mengenai kehidupan seorang remaja perempuan dengan kemampuan pendengaran normal bernama Ruby Rossi (Emilia Jones) yang terlahir dari pasangan tuli, Frank (Troy Kotsur) dan Jackie Rossi (Marlee Matlin). Dengan kemampuannya tersebut, keseharian Ruby Rossi dimulai dengan membantu ayah dan kakaknya – yang juga memiliki kondisi tuli, Leo Rossi (Daniel Durant), dalam usaha penangkapan ikan mereka. Ruby Rossi bahkan telah memiliki rencana untuk bergabung dengan usaha keluarganya sebagai pekerjaan tetap ketika dirinya telah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atasnya. Namun, rencana tersebut berubah ketika Ruby Rossi bergabung dengan kegiatan paduan suara sekolahnya.

Memiliki suara indah dan kegemaran untuk bernyanyi, Ruby Rossi mendapatkan dorongan dari guru pembimbing paduan suaranya, Bernardo Villalobos (Eugenio Derbez), untuk mengasah kemampuan bermusiknya dengan mengambil beasiswa ke sekolah musik bergengsi Berklee College of Music. Dorongan sang guru mampu membangunkan mimpi yang selama ini telah dipendam oleh Ruby Rossi namun, di saat yang bersamaan, ia masih sangat merasa berat untuk meninggalkan keluarganya yang jelas akan membutuhkan kemampuan pendengarannya.

Seperti judul yang dipilihkan secara cerdas oleh Heder bagi filmnya – CODA merupakan abreviasi dari child of deaf adults atau anak dari orang dewasa dengan kondisi tuli dan juga merupakan istilah dalam dunia musik yang merujuk pada bagian akhir lagu yang berisi nada dan syair untuk menutup lagu – CODA menghadirkan paduan yang apik akan kisah tentang karakter-karakter dengan kondisi tuli serta cerita yang berhubungan dengan musik.

Premis tentang sesosok karakter yang berusaha untuk menggapai mimpi terlepas dari tantangan maupun hambatan yang datang dari keluarga atau orang-orang yang berada di sekitarnya jelas merupakan kepingan kisah yang familiar dan telah disajikan oleh film-film sejenis berulang kali. Meskipun begitu, jelas sukar untuk tidak merasa jatuh hati sekaligus terhubung secara emosional ketika premis yang telah begitu akrab tersebut mampu dikembangkan dan dieksekusi dengan handal oleh Heder. Tiap konflik dipaparkan dengan seksama, tiap karakter diberikan ruang pengisahan yang membuat kehadiran mereka mampu meninggalkan kesan mendalam, dan seluruh elemen cerita mampu berpadu dalam ritme penuturan yang lugas.

Dinamika hubungan yang terbentuk antara karakter Ruby Rossi dengan karakter-karakter Frank Rossi, Jackie Rossi, serta Leo Rossi terjalin solid dan terasa begitu meyakinkan. Lihat saja bagaimana Heder membangun plot akan usaha dari karakter Frank dan Jackie Rossi untuk memahami puteri mereka yang kini telah beranjak dewasa – dan memiliki alur kehidupan yang berbeda dengan diri mereka – atau bagaimana karakter Leo Rossi terus mendorong karakter adiknya untuk tidak ragu dalam menggapai impiannya. Interaksi yang terjalin antara karakter-karakter tersebut disajikan Heder dengan sentuhan komedi yang kadang mampu menghadirkan senyum dan tawa namun selalu mampu untuk memberikan kesan hangat di setiap saat.

Penuturan akan kehidupan sang karakter utama juga dibumbui dengan intrik romansa yang terbangun antara karakter Ruby Rossi dengan karakter Miles (Ferdia Walsh-Peelo). Jalinan kisah romansa antara kedua karakter ini memang tidak semenonjol kisah keluarga yang memang menjadi jiwa sekaligus nyawa bagi naskah cerita CODA. Meskipun begitu, chemistry yang terjalin antara Jones dan Walsh-Peelo mampu menghadirkan momen-momen manis yang menyenangkan dari hubungan yang terjalin antara dua karakter yang mereka perankan.

Sebagai sebuah film yang juga bertutur tentang musik, CODA juga mampu menghadirkan nada pengisahan yang pas. Diiringi dengan lagu-lagu dari Etta James, Marvin Gaye, hingga The Clash, hingga Jones dan Walsh-Peelo yang menyanyikan ulang sejumlah lagu klasik, CODA tampil begitu menyenangkan. Lagu Both Sides Now milik Joni Mitchell yang dinyanyikan ulang oleh Jones akan melekat dengan erat di ingatan setiap penontonnya bahkan lama setelah mereka selesai menyaksikan film ini. Penampilan Derbez sebagai guru musik bagi karakter Ruby Rossi juga memberikan tambahan warna penceritaan yang kuat bagi elemen musik dalam pengisahan film ini. Derbez berhasil mengeksekusi barisan dialog kuat pada karakter yang ia perankan yang lantas menghasilkan sejumlah momen komedi yang terasa menyegarkan.

Selain Derbez, seluruh pengisi departemen akting film ini berhasil memberikan penampilan terbaik dalam menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan. Penampilan Jones jelas menjadi energi utama bagi pengisahan CODA. Kuat dan emosional tanpa pernah terasa terlalu berlebihan dalam setiap adegan penampilannya. Chemistry yang dijalin Jones bersama dengan Kotsur, Matlin, dan Durant juga menjadi kunci bagi kesuksesan penuturan CODA. Momen-momen emosional paling kuat dalam film ini bahkan banyak muncul dari adegan-adegan hening dan tanpa dialog yang tampil ketika interaksi dengan menggunakan bahasa isyarat terbentuk antara karakter-karakter yang diperankan Jones, Kotsur, Matlin, dan Durant. Naskah cerita garapan Heder yang secara handal memberikan ruang pengisahan bagi tiap karakter yang hadir dalam linimasa penceritaan film juga memberikan kesempatan bagi setiap pemeran untuk meninggalkan kesan tersendiri yang tidak akan mudah untuk dilupakan begitu saja.

 

CODA (2021)

Directed by Siân Heder Produced by Philippe Rousselet, Fabrice Gianfermi, Patrick Wachsberger, Jerôme Seydoux Written by Siân Heder (screenplay), Éric Lartigau, Victoria Bedos, Stanislas Carré de Malberg, Thomas Bidegain (original screenplay, La Famille Bélier) Starring Emilia Jones, Eugenio Derbez, Troy Kotsur, Ferdia Walsh-Peelo, Daniel Durant, Marlee Matlin, Amy Forsyth, Kevin Chapman Cinematography Paula Huidobro Edited by Geraud Brisson Music by Marius de Vries Production companies Vendôme Pictures/Pathé Films Running time 111 minutes Country United States Languages American Sign Language, English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s