Review: A Quiet Place Part II (2020)


Pencapaiannya dalam mengarahkan A Quiet Place (2018) berhasil menempatkan nama John Krasinski sebagai salah satu sutradara yang patut untuk ditunggu dan diperhatikan karya-karyanya. Setelah mengarahkan dua film dengan genre drama komedi, Brief Interviews with Hideous Men (2009) dan The Hollars (2016), yang mendapatkan reaksi tidak begitu cemerlang baik dari kalangan kritikus film maupun para penikmat film, A Quiet Place yang bernada horor dengan tegas menunjukkan insting pengarahan Krasinski yang cerdas sekaligus kuat dalam mengelola ritme cerita filmnya guna menghasilkan banyak momen horor nan menegangkan yang jelas akan membuat setiap penonton berpegangan erat di kursi mereka. Film yang turut dibintangi Krasinski bersama dengan Emily Blunt, Millicent Simmonds, dan Noah Jupe tersebut juga sukses mengumpulkan pendapatan sebesar lebih dari US$350 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia. A Quiet Place Part II, yang merupakan kelanjutan penceritaan dari A Quiet Place yang direncanakan Krasinski akan dibentuk menjadi sebuah trilogi, kembali memamerkan kelihaian Krasinski dalam mengarahkan penuturan kisah horornya sekaligus mengembangkannya untuk memberikan ruang bagi kehadiran sejumlah konflik dan karakter baru.

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Krasinski, A Quiet Place Part II meneruskan kisah perjalanan yang dilakukan oleh Evelyn Abbott (Blunt) bersama dengan anak-anaknya, Regan Abbott (Simmonds), Marcus Abbott (Jupe), dan seorang bayi yang baru ia lahirkan, setelah rumah yang selama ini mereka tempati hancur akibat serangan para makhluk asing yang menyerang setiap makhluk lain yang menimbulkan suara. Perjalanan tersebut sempat menghadapi ancaman namun Evelyn Abbott beserta anak-anaknya dapat diselamatkan oleh seorang pria misterius yang kemudian diketahui bernama Emmett (Cillian Murphy). Emmett membawa Evelyn Abbott dan anak-anaknya ke tempat persembunyiannya namun, setelah secara tidak sengaja mendengarkan sebuah petunjuk yang disiarkan melalui frekuensi radio, Regan Abbott memutuskan untuk mencari tempat siaran radio tersebut berasal. Kepergian Regan Abbott jelas membuat Evelyn Abbott merasa panik yang lantas memohon kepada Emmett agar ia mau untuk keluar, menemukan Regan Abbott, dan membawanya kembali.

Seperti layaknya sebuah sekuel, Krasinski menyajikan A Quiet Place Part II dengan penataan cerita yang lebih megah dari pendahulunya – menghadirkan lebih banyak karakter, penceritaan yang mengambil latar belakang lokasi yang lebih bervariasi, serta penggunaan tatanan efek audio maupun visual yang lebih rumit. Bukan berarti Krasinski lantas meninggalkan esensi kesederhanaan maupun keintiman kisah yang dahulu mampu membuat A Quiet Place terasa begitu efektif dalam memainkan emosi para penontonnya. A Quiet Place Part II masih memberikan fokus yang utuh pada dinamika hubungan yang terbentuk antara karakter Evelyn Abbott, Regan Abbott, dan Marcus Abbott – dengan kini turut menyertakan keterlibatan dari karakter Emmett. Namun, secara perlahan, naskah cerita garapan Krasinski memberikan ruang untuk perkembangan cerita akan konflik-konflik yang telah maupun sedang dihadirkan. Penonton diberikan kisah pendukung tentang bagaimana hari pertama terjadinya serangan makhluk asing, gambaran akan apa sebenarnya makhluk asing tersebut, bagaimana kondisi manusia lainnya setelah terjadinya serangan, serta bagaimana upaya karakter-karakter utama dalam linimasa cerita maupun karakter-karakter manusia lainnya berusaha untuk menyelamatkan diri atau melanjutkan kehidupan mereka.

Di saat yang bersamaan, sebagai sebuah sekuel yang menghadirkan cerita yang merupakan kontinuitas langsung dari kisah sebelumnya dan menjadi jembatan bagi cerita yang akan dihadirkan selanjutnya, sulit untuk mengingkari fakta bahwa A Quiet Place Part II sering terasa stagnan dalam bertutur guna menyimpan sejumlah misteri untuk kemudian dibuka pada paruh penceritaan selanjutnya. Hal ini yang membuat sejumlah kejutan yang dihadirkan pada film ini – khususnya yang memiliki tata eksekusi yang hampir serupa – tidak lagi dapat bekerja sama efektifnya seperti ketika dihadirkan pada film sebelumnya. Bukan sebuah kelemahan yang benar-benar mengganggu. Krasinski tetap berhasil membangun tiap konflik yang dihadirkan dalam A Quiet Place Part II dengan baik, mengeksekusi momen-momen ketegangan dengan matang, sekaligus tetap menghadirkan “pesan moral” yang emosional akan para orangtua yang rela melakukan apapun demi memberikan yang terbaik serta menjaga keamanan anak-anaknya – sebuah sentuhan cerita yang justru semakin dapat kuat dirasakan dimasa pandemi saat ini.

A Quiet Place Part II juga masih didukung secara solid oleh penampilan apik para pengisi departemen aktingnya. Jika karakter Evelyn Abbott yang diperankan Blunt mengambil posisi utama pada pengisahan A Quiet Place, maka A Quiet Place Part II secara perlahan memberikan ruang yang lebih luas bagi karakter Regan Abbott yang diperankan Simmonds untuk memegang kendali cerita. Dan Simmonds mampu menghadirkan performa terbaiknya. Dengan menggunakan bahasa isyarat sebagai bahasa penghantar dialognya, Simmonds dapat menghadirkan hantaran emosi yang lebih mendalam berkat kemampuannya dalam mengelola gestur wajah dan tubuhnya. Dalam salah satu bagian dalam linimasa penceritaan A Quiet Place Part II, Krasinski membagi fokus cerita kepada empat karakter yang menghadapi tiga konflik yang dikisahkan berlangsung secara bersamaan. Krasinski secara jeli dapat memberikan porsi yang seimbang terhadap pengisahan-pengisahan tersebut – sekaligus mendorong kehadiran ketegangan cerita yang lebih kental. Penampilan Blunt, Simmonds, Murphy, dan Jupe yang terlibat dalam lingkaran penceritaan tersebut juga memastikan adegan-adegan mereka dapat bekerja dengan baik.

Wajah-wajah baru seperti Murphy, Djimon Hounsou, dan Scoot McNairy yang turut mengisi departemen akting seri cerita A Quiet Place lewat film ini juga memberikan kontribusi yang maksimal. Murphy, khususnya, yang kini sepertinya dihadirkan untuk menggantikan posisi Krasinski, mampu membangun hubungan karakter yang erat dan meyakinkan dengan karakter-karakter lain yang berada dalam linimasa pengisahan A Quiet Place Part II. Secara keseluruhan, kualitas penceritaan A Quiet Place Part II hadir cukup memuaskan dalam bersanding mendampingi kualitas penampilan film sebelumnya sekaligus mampu kembali membuat penontonnya menunggu apa yang akan dilakukan Krasinski pada penuturan film selanjutnya.

 

A Quiet Place Part II (2020)

Directed by John Krasinski Produced by Michael Bay, Andrew Form, Brad Fuller, John Krasinski Written by John Krasinski (screenplay), Bryan Woods, Scott Beck (charactersStarring Emily Blunt, Cillian Murphy, Millicent Simmonds, Noah Jupe, Djimon Hounsou, John Krasinski, Scoot McNairy, Alice Sophie Malyukova, Dean Woodward, Okieriete Onaodowan, Zachary Golinger, Lauren Ashley Cristiano, Wayne Duvall, Barbara Singer Music by Marco Beltrami Cinematography Polly Morgan Edited by Michael P. Shawver Production company Platinum Dunes/Sunday Night Productions Running time 97 minutes Country United States Language American Sign Language, English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s