Review: Saina (2021)

Dengan naskah cerita yang ditulis dan diarahkan oleh Amole Gupte (Sniff, 2017), Saina merupakan biopik yang bertutur tentang kehidupan atlet bulutangkis asal India, Saina Nehwal. Merupakan anak kedua dari pasangan Harvir Singh Nehwal (Subhrajyoti Barat) dan Usha Rani Nehwal (Meghna Malik), Saina Nehwal kecil (Naishaa Kaur Bhatoye) telah ditempa oleh kedua orangtuanya – khususnya oleh sang ibu yang begitu menggemari bulutangkis dan bahkan sempat bertanding di beberapa kompetisi lokal di masa mudanya – untuk menjadi seorang atlet profesional dengan mendaftarkannya ke sebuah pusat pelatihan bulutangkis. Tidak percuma. Usaha kedua orangtuanya untuk mengantarkan sang anak ke lokasi pelatihan di tiap pagi buta serta memberikannya asupan gizi meskipun dengan kondisi keuangan mereka yang seringkali terbatas telah menempa Saina Nehwal untuk menjadi sosok atlet yang tangguh. Dengan kemampuannya tersebut, Saina Nehwal remaja (Parineeti Chopra) mulai berkompetisi dan memenangkan berbagai pertandingan bulutangkis, dari tingkat lokal, nasional, hingga dunia. Di saat yang bersamaan, popularitas yang diraih melalui deretan kemenangan tersebut mulai memberikan pengaruh pada performa Saina Nehwal. Suatu hal yang lantas membuat hubungannya dengan sang pelatih, Sarvadhamaan Rajan (Manav Kaul) mulai menjauh dan semakin memperburuk penampilan Saina Nehwal.

Sayangnya, sama sekali tidak ada pengisahan yang istimewa dalam penuturan Saina. Sebagai sebuah biopik yang bercerita tentang kehidupan sesosok atlet popular, Gupte mengeksekusi filmnya dengan mematuhi berbagai formula pengisahan biopik sesosok atlet popular – seorang anak dengan talenta kuat, orangtua yang begitu bertekad untuk menjadikan sang anak seorang yang sukses, kesuksesan yang kemudian berhasil dicapai oleh sang karakter utama, berbagai permasalahan yang mulai mengganggu kehidupan personal dan profesional sang karakter, serta, tentu saja, usahanya untuk kembali membuktikan kemampuan dirinya. Jelas tidak ada yang salah dalam membentuk, menggarap, serta mempresentasikan sebuah kisah dalam formula cerita yang telah begitu familiar. Namun, dalam Saina, Gupte bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menjadikan tata kisahnya menjadi menarik. Saina, terlepas dari sosok dengan kepribadian penuh warna yang menjadi sumber inspirasi karakter utamanya, berakhir sebagai sajian yang teramat hambar.

Permasalahan utama yang merintangi kesuksesan penuturan Saina jelas berasal dari lemahnya bangunan konflik maupun karakter yang membentuk naskah cerita film ini. Meskipun merupakan sosok atlet popular dengan segudang prestasi yang inspiratif, sosok asli Saina Nehwal tidak memiliki kisah hidup yang terasa bernilai sinematis – bandingkan saja, misalnya, dengan Susi Susanti yang kisah hidupnya dituturkan dalam Susi Susanti – Love All (Sim F, 2019). Alur cerita film terasa semakin lemah ketika Gupte selalu saja mengembangkan konflik dan karakternya dengan setengah matang. Lihat saja bagaimana hubungan karakter Saina Nehwal dengan kedua orangtuanya yang pada awal film terasa mendominasi namun kemudian menghilang begitu saja. Atau hubungan romansa antara sang karakter utama dengan karakter Parupalli Kashyap (Eshan Naqvi) yang tidak pernah terasa utuh. Juga gambaran akan hubungan karakter Saina Nehwal dengan karakter sang pelatih yang dihadirkan dengan narasi yang mengambang. Gupte bahkan tidak mampu menciptakan adegan-adegan pertarungan bulutangkis yang mampu menguras emosi. Dalam Saina, Gupte sepertinya hanya ingin memfilmkan momen demi momen dalam kehidupan sang atlet tanpa pernah benar-benar memberikan perhatian utuh pada berbagai sisi perjalanan kehidupannya.

Usaha minimalis Gupte dalam menuturkan alur kehidupan sesosok karakter yang diilhami oleh seorang karakter nyata semakin terasa membosankan ketika karakter tersebut juga dihidupkan dengan penampilan akting yang gagal untuk menghasilkan kesan meyakinkan. Entah mengapa, Gupte hanya memberikan satu dialog pada Bhatoye yang memerankan sosok Saina Nehwal kecil. Padahal, alur kisah di masa kecil dari karakter Saina Nehwal menjadi pondasi cerita tersendiri bagi pengisahan dari karakter Saina Nehwal di masa dewasa. Chopra sebenarnya tidak tampil terlalu buruk. Well… Chopra mampu memberikan penampilan yang cukup apik sebagai karakter Saina Nehwal ketika karakter tersebut dikisahkan sedang bertarung di lapangan. Ketika karakter Saina Nehwal menghadapi berbagai konflik dalam kehidupan kesehariannya, penampilan Chopra lebih sering terasa tenggelam dan meninggalkan kesan hampa. Chopra juga tidak pernah mampu membangun chemistry yang kuat dengan karakter-karakter lain yang berada di sekitar karakter yang ia perankan.

Beberapa penampilan dalam film ini berhasil mencuri perhatian. Malik mampu menjadikan sosok karakter Usha Rani Nehwal menjadi sosok ibu yang tangguh dan mudah untuk disukai – terlepas dari sejumlah karakterisasi yang terasa dangkal di berbagai bagian cerita. Kaul juga dapat menghadirkan sosok pelatih keras namun penuh kharisma lewat karakter Sarvadhamaan Rajan yang ia perankan. Sayangnya, porsi pengisahan minimalis yang diberikan oleh Gupte pada kedua sosok karakter tersebut – dan karakter-karakter pendukung lainnya – tidak pernah mampu menjadikan karakter-karakter pendukung dalam linimasa pengisahan Saina menjadi terasa banyak berarti kehadirannya. Dangkal di penggarapan maupun eksekusi kisah serta datar pada penampilan departemen aktingnya, tidak mengherankan jika Saina lantas berakhir sebagai sebuah presentasi biopik yang cukup buruk dan layak untuk segera dilupakan keberadaannya. Saina Nehwal deserves better than this.

Saina (2021)

Directed by Amole Gupte Produced by Bhushan Kumar, Krishan Kumar, Sujay Jairaj, Rashesh Shah Written by Amole Gupte, Amitosh Nagpal (dialogue) Starring Parineeti Chopra, Manav Kaul, Eshan Naqvi, Meghna Malik, Subhrajyoti Barat, Ankur Vikal, Tawhid Rike Zaman, Sharrman Dey, Sameer Bassi, Mukesh Agrohari, Olga Anand, Rohan Apte, Amit Ashar, Jaspreet Kaur Bhatoye, Naishaa Kaur Bhatoye, Ravi Gopal Dantury, Debaloy Dey, Sharrman Dey, Tarun Dhanrajgir, Nishanti Evani, Nilesh Gawad, Prasad Gokhale, Bhargav Joshi, Rishi Kakar, Dimple Kalshan, Manisha Kava, Irfan Khan, Nilesh Kulkarni, Rushikesh Lotukar, Adil Majoo, Taiyaba Mansuri, Nyla Masood, Ashmita Meghrajani, Shashikant Mehta, Himanshi Pandey, Pradnya Patil, Ankur Sangpang Rai, Ranjith Reddy, Mishti Sinha, Ankur Vikal, Sarvesh Yadav, Tsyuoshi Yamamoto Music by Amaal Malik Cinematography Piyush Shah Edited by Deepa Bhatia Production companies T-Series Films/Front Foot Pictures Running time 135 minutes Country India Language Hindi

Leave a Reply