Review: Minari (2020)

Bagi masyarakat Korea, tanaman minari – merupakan tanaman sejenis seledri air yang di Indonesia sering dimakan sebagai lalapan dengan sebutan tespong atau seladren – adalah salah satu jenis sayuran popular yang digunakan sebagai campuran di berbagai panganan khas Korea ataupun dikonsumsi sebagai obat herbal yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang berguna untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Tidak hanya memiliki banyak kegunaan, tanaman minari juga dikenal sebagai tanaman yang mudah untuk ditanam dan dibudidayakan serta dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun. Berbagai ciri serta manfaat dari tanaman minari, dipadukan dengan berbagai kenangan akan masa kecilnya, yang kemudian menjadi inpirasi bagi penulis sekaligus sutradara Lee Isaac Chung untuk film arahannya, Minari, yang berkisah tentang satu keluarga imigran asal Korea Selatan yang memulai kehidupan baru dan berusaha untuk mewujudkan berbagai impian mereka di tanah Amerika Serikat.

Berlatar belakang waktu pengisahan pada awal tahun 1980an, Minari membuka ceritanya ketika Jacob Yi (Steven Yeun) membawa istri, Monica Yi (Han Ye-ri), dan kedua anak mereka, Anne Yi (Noel Kate Cho) dan David Yi (Alan Kim), untuk pindah ke sebuah lahan di wilayah pedalaman Arkansas. Jacob Yi memiliki harapan besar dengan keberadaan lahan tersebut. Seperti halnya banyak imigran di Amerika Serikat, Jacob Yi berharap untuk dapat membuka sebuah lahan perkebunan yang nantinya mampu memberikan taraf kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Lahan yang berada jauh dari berbagai fasilitas umum sebenarnya cukup mengganggu bagi Monica Yi – khususnya karena kondisi kesehatan David Yi yang lemah. Namun, Monica Yi setuju untuk memberikan kesempatan pada sang suami untuk membuka dan mengelola lahan perkebunannya. Untuk mengawasi kedua anaknya, ibu dari Monica Yi, Soon-ja (Youn Yuh-jung), akhirnya datang dari Korea Selatan untuk tinggal bersama keluarga tersebut.

Jika Nomadland mempertemukan penontonnya dengan sekumpulan karakter yang merasa terkhianati dengan dan telah mengubur segala gambaran akan “American dream” di benak mereka, maka Minari menggambarkan bagaimana satu keluarga imigrasn berusaha untuk mewujudkan harapan mereka. Sebagai sebuah presentasi cerita yang disusun berdasarkan pengalaman personal, Chung memang terasa membangun Minari dengan tata penceritaan yang terasa intim. Perjuangan dari karakter Jacob Yi untuk membuktikan diri pada keluarga – dan dirinya sendiri, konflik mengenai kultur dan kebiasaan yang terbentuk antara karakter Jacob Yi dengan Monica Yi, hingga perjalanan proses adaptasi dengan lingkungan Barat oleh karakter-karakter yang berasal dari Timur dituturkan secara lugas dengan memberikan tiap karakter porsi pengisahan yang mumpuni. Penonton diberikan kesempatan untuk mengenal sekaligus menjalin hubungan emosional dengan tiap sosok karakter yang hadir dalam pengisahan film ini.

Meskipun dengan latar pengisahan tentang perjuangan kaum imigran yang kental, Minari, pada dasarnya, adalah kisah perjalanan sebuah pernikahan dalam mengarungi berbagai tantangan – baik yang datang dari dalam maupun dari luar bangunan pernikahan tersebut. Tidak banyak konflik yang benar-benar merekah maupun menonjol dalam penceritaan film. Hal ini yang kadang membuat Minari terasa bertutur secara perlahan. Meskipun begitu, garapan cerita Chung memastikan filmnya tidak pernah tampil membosankan. Kadang terasa lamban, namun Minari terus dapat mengalir dengan baik dalam penyampaian kisahnya. Kualitas tinggi akan tata teknis yang mengiringi jalinan kisah film ini juga turut membantu. Tata musik garapan Emile Mosseri serta gambar-gambar garapan sinematografer Lachlan Milne, khususnya, memberikan sumbangsih yang kuat pada bangunan atmosfer kelembutan cerita yang membuat Minari tetap nyaman untuk diikuti kisahnya.

Dengan fokus yang kuat pada sosok karakter-karakternya, Chung jelas mendapatkan dukungan solid dari penampilan akting para pemerannya. Yeun mampu menghadirkan sosok pria yang tangguh serta dengan determinasi yang tinggi lewat perannya sebagai Jacob Yi. Chemistry yang dijalinnya dengan Han – yang juga memberikan penampilan yang tenang namun apik sebagai sosok istri yang merasa tertekan dengan berbagai pilihan hidup yang diambil oleh sang suami – juga menjadikan kisah pernikahan dalam film ini tampil meyakinkan. Minari juga didukung oleh penampilan kuat dari Kim dan Will Patton. Namun, jelas penampilan Youn yang begitu berhasil untuk menarik perhatian. Gambaran akan sosok nenek yang penyayang dengan kepribadian yang blak-blakan menjadikan karakter Soon-ja begitu mudah untuk disukai.

 

Minari (2020)

Directed by Lee Isaac Chung Produced by Dede Gardner, Jeremy Kleiner, Christina Oh Written by Lee Isaac Chung Starring Steven Yeun, Han Ye-ri, Alan Kim, Noel Kate Cho, Youn Yuh-jung, Will Patton, Scott Haze, Jacob Wade Music by Emile Mosseri Cinematography Lachlan Milne Edited by Harry Yoon Production company Plan B Running time 115 minutes Country United States Languages Korean, English

Leave a Reply