Review: Nomadland (2020)

Advertisements

Menjadi film ketiga yang naskah ceritanya ditulis dan diarahkan oleh Chloé Zhao setelah Songs My Brothers Taught Me (2015) dan The Rider (2017), Nomadland berkisah mengenai seorang perempuan bernama Fern (Frances McDormand) yang setelah kehilangan pekerjaan serta kematian suaminya kemudian memutuskan untuk menjual seluruh harta bendanya, membeli sebuah mobil van, dan hidup serta tinggal di dalam mobil tersebut sembari melakukan perjalanan dan mencari pekerjaan sementara ke berbagai tempat di penjuru negeri. Fern bukanlah orang pertama maupun satu-satunya orang yang melakukan hal tersebut. Dalam perjalanannya, Fern bertemu dengan berbagai wajah dan nama asing yang seperti dirinya juga memutuskan untuk melepaskan “kehidupan normal” mereka dan memilih untuk “hidup di jalanan.” Pilihan hidup yang diambilnya bukannya tanpa konsekuensi. Dalam kesendiriannya, rasa kesepian seringkali mulai merasuk ke benak Fern yang membuatnya merindukan kehadiran almarhum suaminya atau mempertanyakan lagi berbagai pilihan hidup yang telah diambilnya.

Tidak ada yang rumit ataupun kompleks dalam jalinan kisah yang dituturkan oleh Nomadland. Seperti halnya Songs My Brothers Taught Me dan The Rider, Nomadland menghadirkan eksplorasi kisah secara personal dari sebuah fase maupun tahapan dalam kehidupan sang karakter utama. Diadaptasi dari buku berjudul Nomadland: Surviving America in the Twenty-First Century yang ditulis oleh Jessica Bruder, Nomadland mempertemukan penontonnya pada sosok Fern yang nantinya akan mengenalkan sejumlah karakter-karakter lain yang ia temui di sepanjang perjalanannya. Beberapa dari karakter tersebut hanya hadir bagaikan kilasan belaka dalam kehidupan dari karakter Fern. Beberapa karakter lainnya tampil memberikan kesan yang mendalam bagi karakter Fern, menjadi karakter-karakter yang dapat ia sebut sebagai sahabat, bahkan memberikan sejumlah pengaruh pada perjalanan yang sedang dilaluinya. Rajutan kisah yang diberikan Zhao mampu menjadikan tiap momen yang dilalui oleh karakter Fern dapat juga dirasakan secara emosional oleh tiap mata yang menyaksikan Nomadland.

Dengan durasi pengisahan yang berjalan sepanjang 108 menit, tiap lokasi yang disinggahi sang karakter utama, tiap pekerjaan yang lantas ia lakoni, serta tiap wajah dan nama yang ia temui dapat saja menghadirkan kesan bahwa Nomadland digarap layaknya sebuah kumpulan sketsa kisah dari sesosok karakter. Kecerdasan pengarahan Zhao-lah yang lantas berhasil memadukan kisah-kisah tersebut menjadi sebuah gambaran pemberontakan ataupun perwujudan sebuah rasa kekecewaan yang dirasakan oleh sang karakter utama terhadap kehidupannya – ataupun terhadap budaya korporasi yang sering memeras tenaga para pekerjanya dengan seringkali tanpa menganggap atau memperlakukan mereka layaknya sesosok manusia, tema yang beberapa kali disinggung dalam linimasa pengisahan film ini. Pilihan teknis yang diambil Zhao untuk merangkai kisahnya juga mampu menjadikan Nomadland terasa begitu puitis dalam bertutur. Rangkaian musik garapan Ludovico Einaudi berhasil mendorong sejumlah momen emosional yang begitu krusial. Tata sinematografi garapan Joshua James Richards sukses menangkap kesan indah sekaligus megah dari berbagai lokasi alam yang disinggahi oleh karakter Fern.

Dengan menempatkan McDormand untuk memerankan sang karakter utama dalam sebuah film yang memiliki fokus penceritaan yang utuh terhadap karakter tersebut memang membuat Nomadland memiliki poin istimewa tersendiri dalam kualitas ceritanya. Seorang aktor watak dengan penampilan yang sangat, sangat meyakinkan, McDormand tidak hanya memberikan jiwa bagi karakter yang ia perankan namun juga membuat setiap penonton dapat merasakan berbagai gejolak jiwa yang dirasaka oleh karakternya – bahkan tanpa harus melalui rentetan dialog yang panjang. Sejumlah momen sunyi dan sepi yang harus dilalui dan dirasakan oleh karakter Fern tampil dengan sentuhan yang semakin mendalam berkat kehandalan McDormand dalam menghidupkan karakternya.

Selain David Strathairn dan produser Peter Spears – yang sempat muncul dalam satu adegan di film Call Me by Your Name (Luca Guadagnino, 2017) yang juga ia produseri, departemen akting Nomadland diisi oleh Zhao dengan para pemeran yang dalam keseharian mereka merupakan para pengembara jalanan dan sebelumnya tidak memiliki pengalaman dalam berakting. Meskipun begitu, arahan yang diberikan oleh Zhao berhasil mengeluarkan kemampuan akting terbaik dari seluruh pemeran filmnya. Penampilan paling mengesankan jelas muncul dari Linda May dan Charlene Swankie. May berperan sebagai sosok yang kemudian menjelma sebagai sahabat bagi karakter Fern dalam sejumlah perjalanannya sementara penampilan Swankie berhasil menghadirkan sebuah momen paling emosional dalam perjalanan cerita Nomadland. Sederhana namun mampu bertutur secara begitu mendalam, Nomadland adalah capaian pengalaman sinema yang tidak akan dapat dilupakan begitu saja oleh setiap penontonnya.

 

Nomadland (2020)

Directed by Chloé Zhao Produced by Frances McDormand, Peter Spears, Mollye Asher, Dan Janvey, Chloé Zhao Written by Chloé Zhao (screenplay), Jessica Bruder (book, Nomadland: Surviving America in the Twenty-First Century) Starring Frances McDormand, David Strathairn, Linda May, Charlene Swankie, Bob Wells, Peter Spears, Derek Endres, Tay Strathairn, Gay DeForest, Patricia Grier, Angela Reyes, Carl R. Hughes, Douglas G. Soul, Ryan Aquino, Teresa Buchanan, Karie Lynn McDermott Wilder, Brandy Wilder, Makenzie Etcheverry, Annette Webb, Rachel Bannon, Bryce Bedsworth, Sherita Deni Coker, Merle Redwing, Forrest Bault, Saunne Carlson, Donnie Miller, Roxanne Bay, Matt Sfaelos, Ronald O. Zimmerman, Paige Dean, Paul Winer, Derrick Janis, Greg Barber, Carol Anne Hodge, Matthew Stinson, Terry Phillip, Bradford Lee Riza, Cat Clifford, James R. Taylor Jr., Jeremy Greenman, Ken Greenman, Melissa Smith, Warren Keith, Jeff Andrews, Paul Cunningham, Emily Jade Foley, Mike Sells, Cheryl Davis Music by Ludovico Einaudi Cinematography Joshua James Richards Edited by Chloé Zhao Production companies Highwayman Films Hear/Say Productions/Cor Cordium Productions Running time 108 minutes Country United States Language English