Review: Godzilla vs. Kong (2021)


Setelah merilis tiga film – Godzilla (Gareth Edwards, 2014), Kong: Skull Island (Jordan Vogt-Roberts, 2017), dan Godzilla: King of the Monsters (Michael Dougherty, 2019) – dua karakter utama dalam semesta pengisahan MonsterVerse milik Legendary Entertainment, Godzilla dan Kong, akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berbagi layar sekaligus linimasa penceritaan lewat Godzilla vs. Kong. Godzilla vs. Kong sendiri bukanlah kali pertama bagi kedua karakter monster tersebut untuk berada dalam satu film yang sama. Toho Studios pernah memproduksi dan merilis King Kong vs. Godzilla arahan Ishirō Honda di tahun 1962 yang turut menjadi inspirasi bagi penuturan kisah film ini. Seperti tiga film sebelumnya, film ini berhasil menawarkan sajian pertunjukan yang mengeksplorasi kualitas tata audio maupun visual secara maksimal. Di saat yang bersamaan, lewat arahan Adam Wingard (Death Note, 2017) atas naskah cerita yang ditulis oleh Eric Pearson (Thor: Ragnarok, 2017) dan Max Borenstein – yang menjadi penulis naskah bagi tiga film dalam seri MonsterVerse sebelumnya, Godzilla vs. Kong berhasil dihadirkan dengan kualitas cerita yang lebih padat dan lebih memikat.

Di akhir pengisahan Godzilla: King of the Monsters, karakter Godzilla menjelma menjadi sesosok pahlawan bagi manusia setelah dirinya berhasil mengalahkan monster yang dikenal dengan sebutan King Ghidorah yang berusaha untuk menghancurkan Bumi. Dengan berlatar belakang waktu lima tahun semenjak peristiwa tersebut, Godzilla vs. Kong memulai kisahnya dengan karakter Godzilla yang secara tiba-tiba muncul kembali ke permukaan Bumi dan menyerang fasilitas lokasi penelitian milik sebuah perusahaan teknologi bernama Apex Cybernetics. Pemilik Apex Cybernetics, Walter Simmons (Demián Bichir), lantas merekrut dua peneliti, Dr. Nathan Lind (Alexander Skarsgård) dan Dr. Ilene Andrews (Rebecca Hall), untuk membawa Kong yang selama ini diisolasi di Skull Island ke Bumi Berongga yang diduga memiliki sumber kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan keberadaan Godzilla. Sial, dalam perjalanan mereka, Godzilla melakukan penyerangan terhadap Kong yang tidak hanya dapat menyebabkan kematian pada kedua monster tersebut namun juga terhadap banyak umat manusia yang berada di sekitar mereka.

Apakah Godzilla vs. Kong telah menemukan formula pengisahan yang tepat untuk mengeksplorasi karakter-karakter manusia yang ada dalam linimasa pengisahannya? Tidak juga. Seperti yang dialami oleh Godzilla, Kong: Skull Island, dan Godzilla: King of the Monsters, karakter-karakter manusia yang hadir dalam penceritaan Godzilla vs. Kong masih mendapatkan pendalaman yang terasa begitu minimalis – bahkan seringkali hadir hanya sebagai plot device yang berguna untuk menggerakkan atau menyelesaikan cerita. Petualangan yang dialami oleh karakter-karakter yang diperankan oleh Millie Bobby Brown, Brian Tyree Henry, dan Julian Dennison dalam film ini jelas terasa hadir dalam fungsi kegunaan tersebut. Bukan sebuah sentuhan yang buruk namun, sayangnya, tidak mampu dikemas dengan karakterisasi yang menarik. Beruntung, sejumlah karakter manusia dalam linimasa pengisahan Godzilla vs. Kong masih dapat dihadirkan dengan kuat. Kisah koneksi yang terjadi antara karakter Kong dengan karakter anak bernama Jia (Kaylee Hotlee) mungkin terasa begitu sederhana (baca: klise). Namun, eksplorasi yang dilakukan Wingard menjadikan elemen cerita tersebut mampu tampil efektif secara emosional di banyak bagian.

Wingard sepertinya juga telah begitu memahami semesta pengisahan dari film yang ia arahkan. Ketika plot yang berkaitan dengan karakter manusia masih berkesan lemah, Wingard lantas memilih untuk memperkuat presentasi dari lapisan kisah yang menyelimuti karakter-karakter monsternya. Fokus yang diberikan pada karakter Godzilla dan Kong dihadirkan secara maksimal – dengan karakter Kong bahkan sesekali mampu disajikan dengan sentuhan yang terasa begitu personal. Perseteruan antara karakter Godzilla dengan Kong juga tergarap dengan baik. Mulai dari tata suara, tata sinematografi, penataan gambar, hingga koreografi aksi yang ditonjolkan selama pertarungan kedua karakter monster tersebut jelas akan mampu memikat semua mata yang menyaksikan. Tata musik garapan Tom Holkenborg juga menjadi salah satu kunci kesuksesan pengisahan Godzilla vs. Kong. Kehadiran “monster” ketiga yang muncul di paruh akhir penceritaan film juga mampu semakin meningkatkan intensitas penceritaan film ini. Sebuah pertunjukan yang begitu mendebarkan.

Godzilla vs. Kong jelas masih menyisakan ruang yang cukup lebar bagi pengembangan cerita yang harusnya mampu tampil lebih kuat. Namun, sulit untuk memungkiri bahwa Wingard berhasil memberikan sentuhan terbaiknya dalam mengelola pengisahan yang memiliki fokus lebih utuh pada sosok-sosok karakter monster yang jelas tidak dapat bercerita secara mandiri. Kelemahan yang tertera pada tiga film dalam seri MonsterVerse sebelumnya memang masih terasa namun Wingard, dengan bantuan naskah cerita garapan Pearson dan Borenstein, dapat memberikan penuturan yang lebih padat sehingga titik-titik lemah tersebut tidak lagi terasa sangat mengganggu. Tidak lupa, pengarahan Wingard juga mampu mendorong kualitas produksi hingga ke tingkatan terbaik untuk menghadirkan sajian aksi yang berkelas akan pertarungan dua karakter monster ikonik. Seri terbaik dalam MonsterVerse.

 

Godzilla vs. Kong (2021)

Directed by Adam Wingard Produced by Thomas Tull, Jon Jashni, Brian Rogers, Mary Parent, Alex Garcia, Eric McLeod Written by Eric Pearson, Max Borenstein (screenplay), Terry Rossio, Michael Dougherty, Zach Shields (story), Toho (characters, Godzilla), Merian C. Cooper, Edgar Wallace (movie, King Kong) Starring Alexander Skarsgård, Millie Bobby Brown, Rebecca Hall, Brian Tyree Henry, Shun Oguri, Eiza González, Julian Dennison, Kyle Chandler, Demián Bichir, Kaylee Hottle, Hakeem Kae-Kazim, Lance Reddick, Ronny Chieng, John Pirruccello, Chris Chalk Music by Tom Holkenborg Cinematography Ben Seresin Edited by Josh Schaeffer Production company Legendary Pictures  Running time 113 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: Godzilla vs. Kong (2021)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s