Review: The Secret: Dare to Dream (2020)

Masih ingat dengan The Secret? Dirilis pertama kali pada tahun 2006, buku penguasaan diri yang ditulis oleh seorang penulis asal Australia bernama Rhonda Byrne tersebut sempat menjadi salah satu buku terpopuler sekaligus paling banyak dibicarakan para penikmat karya literatur di dunia berkat klaim berdasarkan Hukum Ketertarikan yang memberikan motivasi bahwa berpikir positif dapat membuat dan mengubah hidup menjadi positif pula. Hingga saat ini, buku tersebut telah terjual hingga 30 juta kopi di seluruh dunia, diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa, mendapatkan perhatian dari figur besar seperti Oprah Winfrey, Ellen DeGeneres, dan Larry King, sekaligus menempatkan Byrne sebagai salah satu tokoh berpengaruh di dunia pilihan majalah TIME di tahun 2007. Kesuksesan The Secret tentu saja tidak hanya berhenti di satu buku saja. Semenjak tahun 2010, Byrne telah merilis lima buku yang masih berkaitan dengan tema yang digulirkan pada The Secret. Rangkaian kata pemberi motivasi dalam lembaran halaman The Secret juga memberi inspirasi bagi Hollywood untuk menghasilkan sebuah film dengan pengisahan bertema senada.

Berbekal dengan naskah cerita yang digarapnya bersama dengan Rick Parks (Ever After: A Cinderella Story, 1998) dan Bekah Brunstetter, sutradara Andy Tennant (The Bounty Hunter, 2010) menghadirkan The Secret: Dare to Dream yang kisahnya mengandung barisan nilai yang dibawakan oleh Byrne dalam seri buku The Secret miliknya. Tidak ada sesuatu yang benar-benar istimewa dari film ini. Sebagai presentasi cerita yang didasarkan pada sebuah buku penguasaan diri, mudah untuk menebak The Secret: Dare to Dream akan menghadirkan alur kisah yang memiliki kesan berusaha untuk mendorong penontonnya untuk mencapai tingkatan maupun kondisi kehidupan yang lebih baik lagi. Memang, bukanlah permasalahan besar bagi satu film untuk memiliki agenda tersendiri dalam pengisahan mereka jika agenda tersebut mampu dihadirkan dalam tuturan cerita yang tetap memikat. Lalu bagaimana dengan film ini?

Alur pengisahan The Secret: Dare to Dream dimulai ketika mobil yang sedang dibawa oleh Miranda Wells (Katie Holmes), yang merupakan seorang ibu tunggal dari tiga orang anak, Missy Wells (Sarah Hoffmeister), Greg Wells (Aidan Brennan), dan Bess Wells (Chloe Lee), secara tidak sengaja menabrak mobil yang dikendarai oleh seorang dosen bernama Bray Johnson (Josh Lucas). Alih-alih merasa marah atau menuntut ganti rugi, Bray Johnson justru menawarkan diri untuk memperbaiki kerusakan yang terdapat pada mobil yang dimiliki oleh Miranda Wells. Pertemuan tersebut ternyata menjadi awal bagi hubungan yang lebih mendalam bagi keduanya. Miranda Wells yang sedang berada dalam himpitan kondisi ekonomi yang sulit setelah meninggalnya sang suami merasa terbantu dengan kehadiran Bray Johnson dalam keseharian hidupnya. Di saat yang bersamaan, kehadiran Bray Johnson secara perlahan juga menimbulkan kecemburuan pada Tucker Middendorf (Jerry O’Connell), pria yang menjadi atasan di tempat Miranda Wells bekerja dan selama ini telah memendam rasa sukanya pada wanita tersebut.

Premis maupun pengembangan cerita yang diberikan pada The Secret: Dare to Dream memang berkesan begitu sederhana – jika tidak ingin menyebutnya sebagai dangkal: seorang karakter yang sedang merasa tertekan akan kehidupannya kemudian bertemu dengan sosok yang selalu berusaha untuk tampil positif dan lantas memberikan pengaruh pada kehidupan keduanya. Hal yang sama juga dapat dirasakan pada barisan konflik pendukung yang mengikuti kisah utama sekaligus karakter-karakter yang mengisi linimasa penceritaan tersebut. Meskipun terkesan begitu familiar, Tennant masih mampu menggarap ceritanya dengan ritme pengisahan yang cukup layak untuk dinikmati. The Secret: Dare to Dream juga dapat membungkus berbagai “agenda cerita” yang ingin disampaikannya secara halus dan tidak pernah terasa memaksakan kehadirannya.

Jalinan cerita antar karakter, meskipun klise, tetap dapat dihadirkan secara hangat, khususnya berkat penampilan para pengisi departemen akting film yang tidak mengecewakan. Holmes dan Lucas berhasil menghidupkan dua karakter yang mereka perankan dengan baik sekaligus menghasilkan chemistry yang cukup meyakinkan. Dan meskipun jauh dari kesan istimewa, para pemeran film lainnya juga hadir dengan penampilan akting yang tidak mengecewakan. The Secret: Dare to Dream lantas berakhir sebagai sebuah presentasi yang tidak buruk – atau mampu memicu rasa kesal para penontonnya – meskipun jelas akan sukar untuk menghasilkan kesan yang mendalam sekaligus mudah untuk terlupakan begitu saja beberapa menit setelah film ini mengakhiri jalan ceritanya.

The Secret: Dare to Dream (2020)

Directed by Andy Tennant Produced by Rhonda Byrne, Robert W. Cort, Joe Gelchion, Matthew George, Robert Katz Written by Andy Tennant, Bekah Brunstetter, Rick Parks (screenplay), Bekah Brunstetter (story), Rhonda Byrne (book, The Secret) Starring Katie Holmes, Josh Lucas, Jerry O’Connell, Celia Weston, Sarah Hoffmeister, Aidan Brennan, Chloe Lee, Katrina Begin, Sydney Tennant, Cory Scott Allen, Jeremy Warner Music by George Fenton Cinematography Andrew Dunn Edited by Troy Takaki Production companies Savvy Media Holdings/Robert Cort Productions/Covert Media/Illumination Productions/Shine Box/Tri G Running time 107 minutes Country United States Language English

Leave a Reply