Review: Tenet (2020)

Seri kisah petualangan menjelajahi ruang dan waktu karangan Christopher Nolan berlanjut dalam Tenet. Dikisahkan, seorang agen rahasia (John David Washington) direkrut oleh sebuah organisasi yang menyebut diri mereka sebagai Tenet. Oleh seorang ilmuwan, Barbara (Clémence Poésy), sang agen rahasia mendapat penjelasan bahwa seseorang dari masa depan telah memproduksi sejumlah senjata yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi dimensi waktu dan kemudian digunakan saat pecahnya peperangan besar di masa yang akan datang. Dengan bantuan seorang agen rahasia lain, Neil (Robert Pattinson), sang agen rahasia kemudian melacak asal muasal dari senjata tersebut yang lantas mempertemukan mereka dengan seorang pemasok senjata, Priya (Dimple Kapadia), serta seorang elit asal Rusia, Andrei Sator (Kenneth Branagh), yang menjadi kunci dari sejumlah permasalahan yang coba diselesaikan oleh sang agen rahasia. Masalah semakin rumit ketika sang agen rahasia mengetahui bahwa, di masa mendatang, senjata-senjata berkekuatan khusus tersebut dapat digunakan untuk memutar kembali waktu dan menghancurkan seluruh peradaban yang ada di permukaan Bumi.

Seperti halnya Inception (2010) ataupun Interstellar (2014), naskah cerita dari Tenet yang juga ditulis oleh Nolan melibatkan sejumlah lapisan cerita yang digunakan untuk menutupi alur pengisahan yang sebenarnya bergerak secara linear. Tentu, penataan gambar dari Jennifer Lame akan menghasilkan sejumlah riak pada garis penceritaan yang berefek pada terombang-ambingnya interpretasi penonton akan waktu maupun lokasi terbentuknya konflik pada sejumlah adegan. Mungkin akan lebih mudah untuk mencerna penuturan Tenet ketika Anda memandangnya sebagai sebuah versi lebih megah dan lebih mewah dari satu seri film James Bond: sesosok karakter agen rahasia, bersama dengan karakter Neil sebagai pendampingnya, berusaha untuk menghentikan langkah seorang karakter antagonis yang berusaha untuk meluluhlantakkan dunia dengan ide gila serta berbagai senjata dan perangkat bernuansa futuristiknya. Sejumlah karakter yang hadir akan berusaha memberikan distraksi namun, percayalah, Tenet hadir bukan untuk memberikan berbagai kerumitan di kepala penontonnya. Don’t try to understand it. Feel it. Seperti salah satu dialog yang dilontarkan oleh karakter Barbara kepada sang agen rahasia yang mungkin juga merupakan ujaran Nolan kepada setiap penonton filmnya.

Kunci utama keberhasilan pengisahan Tenet dalam “menjebak” para penontonnya, tentu saja, berasal dari kecerdasan pengarahan Nolan. Mungkin bukan hal yang baru untuk memberikan puji-pujian pada kemampuan penceritaan Nolan dalam menghasilkan karakter-karakter nan misterius namun begitu mampu untuk memikat perhatian ataupun barisan konflik yang terkesan hadir secara acak namun sebenarnya memiliki keterikatan dan kemampuan untuk mendukung sebuah pengisahan secara keseluruhan. Meskipun begitu, Tenet sangat berhasil memamerkan kapabilitas Nolan sebagai salah satu pemikir sekaligus pembuat film paling kreatif di Hollywood. Entah itu ketika ia menggunakan tata sinematografi garapan Hoyte van Hoytema untuk menghadirkan gambar-gambar yang begitu memukau mata, atau ketika memberikan ruang yang luas bagi musik arahan Ludwig Göransson untuk menjadi dorongan jiwa sekaligus nyawa bagi setiap adegan, atau bagaimana jelinya mata Nolan dalam menggarap detil setiap tata busana, rambut, suara, hingga efek visual yang saling bersinergi dan akan menjadikan presentasi cerita Tenet sukar untuk dilupakan begitu saja.

Dan, tentu saja, Nolan juga melengkapi garda departemen aktingnya dengan barisan pemeran yang sukses menampilkan penampilan terbaik mereka. Washington dan Pattinson tampil kompak dalam membentuk sebuah tim petualang ruang dan waktu yang begitu cerdas sekaligus handal dalam menangangi tiap permasalahan yang mereka hadapi. Elizabeth Debicki selalu mampu untuk mencuri perhatian lewat keanggunan penampilan aktingnya. Branagh dan Kapadia memerankan dua sosok karakter dengan memiliki dimensi pengisahan yang paling rumit dibandingkan dengan karakter-karakter lain yang ada dalam jalan cerita Tenet – dan keduanya berhasil menghantarkan penampilan yang meyakinkan dalam menghidupkan kedua karakter tersebut. Departemen akting film ini diperkuat oleh penampilan Aaron Taylor-Johnson, Martin Donovan, Himesh Patel, dan, tentu saja mengingat ini adalah sebuah film arahan Nolan, Michael Caine. Barisan pengisi departemen akting dengan kualitas penampilan yang sangat prima.

 

Tenet (2020)

Directed by Christopher Nolan Produced by Emma Thomas, Christopher Nolan Written by Christopher Nolan Starring John David Washington, Robert Pattinson, Elizabeth Debicki, Dimple Kapadia, Martin Donovan, Fiona Dourif, Yuri Kolokolnikov, Himesh Patel, Clémence Poésy, Aaron Taylor-Johnson, Michael Caine, Kenneth Branagh, Denzil Smith, Jack Cutmore-Scott Music by Ludwig Göransson Cinematography Hoyte van Hoytema Edited by Jennifer Lame Production companies Warner Bros. Pictures/Syncopy Running time 150 minutes Country United Kingdom,  United States Language English

Leave a Reply