Review: Affliction (2021)

Menjelang dekade ketiga dalam karir penyutradaraan film layar lebarnya, sutradara Teddy Soeriaatmadja (Menunggu Pagi, 2018) mengeksplorasi ranah pengisahan horor untuk film terbaru arahannya, Affliction. Dibintangi Raihaanun dan Tutie Kirana yang sebelumnya turut berperan dalam dua film dari Trilogy of Intimacy garapan Soeriaatmadja, Lovely Man (2011) dan About a Woman (2014), Affliction berkisah tentang pasangan Hasan (Ibnu Jamil) dan Nina (Raihaanun) yang bersama dengan kedua anaknya, Tasya (Tasya Putri) dan Ryan (Abiyyu Barakbah), melakukan perjalanan untuk kembali ke kampung halaman Hasan guna menjemput sang ibu (Kirana) yang merupakan seorang penderita Alzheimer. Bukan tugas yang mudah. Selain sang ibu kini sering terlupa akan identitas orang-orang yang berada di hadapannya, ibu juga menolak untuk meninggalkan rumah yang selama ini telah ia tempati. Lebih buruk, Nina, yang memiliki kemampuan untuk merasakan hal-hal yang berasal dari dunia supranatural, mulai merasakan adanya sosok misterius yang mencoba untuk mengganggu keberadaan keluarganya di rumah tersebut.

Melalui Affliction, Soeriaatmadja sepertinya lebih tertarik untuk mengeksplorasi atmosfer horor melalui permasalahan maupun interaksi yang dihadapi oleh para karakter dalam satu keluarga yang menjadi pusat pengisahan daripada memberikan kengerian melalui adegan-adegan yang hanya berfokus untuk mengagetkan para penonton. Sayangnya, naskah cerita Affliction yang juga ditulis oleh Soeriaatmadja tidak memiliki bangunan konflik maupun karakter yang mampu membuat penuturan horornya tampil istimewa ataupun menarik. Hal ini khususnya terasa pada usaha Soeriaatmadja untuk menyebar berbagai petunjuk tentang penyelesaian tabir konflik yang nantinya akan diungkap di paruh ketiga pengisahan film. Akhirnya, di kebanyakan bagian, Affliction hadir menjemukan dalam penyajian intrik-intriknya.

Pengarahan yang diberikan oleh Soeriaatmadja bagi film yang juga memiliki judul lain Pulang ini sebenarnya masih tampil dalam kapasitas kompeten seperti yang selalu dihadirkan dalam film-film arahannya. Lihat saja tata produksi film yang tergarap dengan baik untuk mendukung pembentukan atmosfer kelam yang memang terkandung dan berusaha untuk ditonjolkan oleh Soeriaatmadja dari tata cerita filmnya. Meskipun begitu, sulit untuk disangkal, tidak semua sutradara dapat menangani sebuah pengisahan misteri yang berbaur dengan warna cerita horor. Sang sutradara terasa kebingungan dalam menentukan arah pengisahan untuk menghadirkan misteri serta barisan konflik yang terolah secara matang. Affliction berjalan secara perlahan namun tidak pernah mampu menghadirkan pijakan yang tepat untuk menjadikannya solid maupun utuh dalam bercerita. Momen-momen horor dalam film ini juga terkemas dalam balutan yang cenderung klise.

Affliction sendiri mendapatkan dukungan kualitas yang apik dari para barisan pengisi departemen aktingnya. Meskipun bukan salah satu penampilan terbaiknya, Raihaanun masih mampu menghadirkan akting yang membuat karakternya begitu mengikat untuk diikuti perjalanan kisahnya. Begitu juga dengan penampilan Jamil – meskipun dengan sosok karakter yang tidak tergali dengan begitu baik. Karakter yang diperankan Kirana sebenarnya bernasib sedikit lebih baik daripada karakter Hasan yang diperankan Jamil. Beruntung, Kirana dapat memberikan penampilan akting yang sangat meyakinkan sekaligus mencuri perhatian dalam setiap adegan. Penampilan Dea Panendra hadir dalam kapasitas yang begitu minimalis berkat porsi pengisahan karakternya yang terbatas serta penampilan dari dua pemeran muda, Putri dan Barakbah, cukup mampu memperkuat dinamika kualitas akting bagi film ini secara keseluruhan.

 

Affliction (2021)

Directed by Teddy Soeriaatmadja Produced by Uwie Balfas, Teddy Soeriaatmadja Written by Teddy Soeriaatmadja Starring Raihaanun, Tutie Kirana, Ibnu Jamil, Abiyyu Barakbah, Tasya Putri, Dea Panendra, Hetty Reksoprodjo, Ernanta Kusuma Panca, Mulyani, Fajrul Ravi, Abirama Putra Andresta Music by Bobby Surjadi Cinematography Robie Taswin Edited by Eric Primasetio Production companies Karuna Pictures/Roemah Rumah Films Running time 90 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Leave a Reply