Review: Supernova (2020)

Enam tahun setelah merilis Hinterland (2014) yang menjadi debut pengarahan film layar lebarnya, sutradara asal Inggris, Harry Macqueen, kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk film keduanya, Supernova. Jika Hinterland berkisah tentang dua sahabat yang melakukan perjalanan darat ke sebuah lokasi guna mengenang kembali berbagai memori persahabatan mereka, maka Supernova bercerita tentang pasangan Sam (Colin Firth) dan Tusker (Stanley Tucci) yang melakukan perjalanan darat untuk mengunjungi saudara dan teman-teman dekat mereka. Kunjungan tersebut telah lama direncanakan Tusker setelah penyakit demensia yang ia derita menunjukkan gejala yang semakin kronis yang juga berarti bahwa ingatan Tusker tentang berbagai peristiwa dan semua orang yang berarti bagi dirinya akan segera hilang. Meskipun terlihat tenang dalam menerima kenyataan pahit tersebut, baik Sam maupun Tusker menyadari bahwa kehilangan sosok yang begitu dicintai akan memberikan pengaruh besar bagi kehidupan mereka.

Harus diakui, struktur pengisahan Supernova memang tidak menawarkan sesuatu yang baru maupun istimewa. Naskah cerita garapan Macqueen yang mengeksplorasi tentang momen-momen terakhir atas sebuah hubungan romansa dihadirkan dengan bangunan kisah yang sederhana. Tidak ada konflik ataupun dramatisasi yang megah. Denga durasi pengisahan yang hanya berjalan selama 93 menit, Macqueen mampu mengolah alur cerita Supernova dengan lugas. Jalinan interaksi yang berlangsung antara kedua karakter utama maupun antara kedua karakter utama dengan karakter-karakter lain yang mereka temui di sepanjang perjalanan mereka membuka lembaran kisah dari masa lalu yang mampu dikelola secara hangat dan menyentuh. Supernova adalah presentasi yang memang menitiberatkan pengisahannya pada dialog yang terjadi antara karakter-karakternya dan Macqueen dapat menuturkannya secara seksama.

Dan sebagai film yang kuat akan presentasi dialognya, Supernova jelas beruntung untuk memiliki dua aktor handal sekelas Firth dan Tucci untuk menghidupkan dua tokoh utamanya. Meskipun gambaran karakter dari sosok Sam dan Tusker terasa seperti pengulangan peran dari karakter-karakter yang diperankan Firth dan Tucci dalam A Single Man (Tom Ford, 2009) dan The Devil Wears Prada (David Frankel, 2006), kedua aktor tetap mampu memberikan penampilan akting yang terasa segar sekaligus begitu kuat. Chemistry yang terjalin antara keduanya juga tampil sangat meyakinkan untuk membuat setiap penonton percaya bahwa mereka sedang menyaksikan akhir perjalanan dari kisah romansa yang telah berjalan selama puluhan tahun. Sebuah jalinan dialog yang terjadi antara keduanya dalam sebuah adegan makan malam menghadirkan sebuah momen emosional yang tidak hanya krusial namun juga menjadi momen terkuat bagi pengisahan film ini.

Kesederhanaan presentasi kisah Supernova juga didukung oleh kualitas teknis film yang sepertinya diarahkan Macqueen untuk mendukung kesan muram dari jalan ceritanya. Tata sinematografi arahan Dick Pope menghadirkan gambar-gambar yang indah namun terlihat begitu lembut. Arahan musik dari Keaton Henson, untungnya, tidak pernah tampil mendayu-dayu maupun terasa memaksa untuk menyentuh sanubari penontonnya. Secara keseluruhan, Supernova mungkin tidak akan mampu tampil menonjol diantara film-film lain sepantarannya. Namun, Macqueen, dibantu dengan penampilan prima dari Firth dan Tucci, telah berhasil untuk menyajikan sebuah film yang mampu secara perlahan membuat siapapun kembali mengingat sosok orang-orang terkasih dalam kehidupan mereka. Terlihat bukan sebagai sebuah pencapaian besar, namun jelas bukanlah capaian yang mudah untuk didapatkan.

 

Supernova (2020)

Directed by Harry Macqueen Produced by Tristan Goligher, Emily Morgan Written by Harry Macqueen Starring Colin Firth, Stanley Tucci, Pippa Haywood, Peter MacQueen, Nina Marlin, Ian Drysdale, Sarah Woodward, James Dreyfus, Lori Campbell, Daneka Etchells, Halema Hussain, Julie Hannan, Truffles, Tina Louise Owens, John Alan Roberts Music by Keaton Henson Cinematography Dick Pope Edited by Chris Wyatt Production companies British Film Institute/BBC Films/Quiddity Films/The Bureau Running time 93 minutes Country United Kingdom Language English

Leave a Reply