Review: The Personal History of David Copperfield (2019)

Diadaptasi dari novel legendaris karangan Charles Dickens, The Personal History, Adventures, Experience and Observation of David Copperfield the Younger of Blunderstone Rookery (Which He Never Meant to Publish on Any Account) – atau yang lebih popular dengan judul sederhananya, David Cooperfield, The Personal History of David Copperfield bercerita tentang perjalanan hidup dari seorang pemuda bernama David Copperfield (Dev Patel). Setelah ibunya (Morfydd Clark) meninggal dunia, David Copperfield melarikan diri dari sang ayah tiri, Edward Murdstone (Darren Boyd), yang selalu berlaku kasar pada dirinya. Beruntung, David Copperfield memiliki pasangan paman dan bibi, Mr. Dick (Hugh Laurie) dan Betsey Trotwood (Tilda Swinton), yang masih mau menerima dan memperlakukannya dengan baik. Mr. Dick dan Betsey Trotwood bahkan mengirim David Cooperfield untuk bersekolah agar pemuda tersebut dapat memiliki kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

The Personal History of David Copperfield jelas berseberangan dengan judul-judul lain yang berada dalam resume seorang Armando Ianucci yang diisi oleh film-film seperti In the Loop (2009) dan The Death of Stalin (2017) serta serial televisi seperti The Thick of It (2005 – 2012) dan Veep (2012 – 2019) yang seluruhnya memiliki nada pengisahan satir yang kental akan dunia politik. Layaknya presentasi sebuah film keluarga, naskah cerita yang dikerjakan Ianucci bersama dengan Simon Blackwell untuk film ini tampil dengan nada cerita yang cukup ringan dan penuh warna – meskipun beberapa konflik bernuansa kelam hadir di sejumlah bagian cerita film. Ianucci juga menerapkan penceritaan yang lugas, bergerak dengan cepat dalam menyelami setiap konflik cerita yang hadir, serta memastikan balutan komedi dalam barisan dialog film tampil tajam sekaligus mampu menghibur setiap penontonnya.

Mengadaptasi novel klasik setebal lebih dari 600 halaman menjadi tontonan berdurasi 119 menit yang ditujukan kepada para penonton di era modern jelas bukanlah sebuah tugas yang mudah. Naskah cerita The Personal History of David Copperfield tampil patuh dalam mengikuti arahan cerita yang telah ditetapkan Dickens dalam novelnya. Tidak banyak perubahan yang terjadi – meskipun Ianucci dan Blackwell dengan lihai merangkum rangkaian plot dan karakter dari novel David Copperfield agar dapat disajikan dalam presentasi audio visual secara efisien sekaligus efektif. The Personal History of David Copperfield masih menghadirkan kisah tentang pencarian jati diri, kekerasan pada anak-anak, keserakahan, hingga pandangan akan status sosial namun, daripada menjadikan deretan tema tersebut sebagai beban kisah yang merumitkan jalan cerita film, Ianucci dan Blackwell memilih untuk meramunya dengan sentuhan komikal yang menggelitik.

Hasilnya, seperti kualitas yang dahulu dapat dirasakan dalam Little Women (2019) garapan Greta Gerwig, The Personal History of David Copperfield menjelma menjadi sebuah presentasi yang setia pada jiwa pengisahan Dickens dalam novelnya namun dengan visi penceritaan yang mengikuti perkembangan zaman. Ketajaman insting pengarahan Ianucci juga dibuktikan dengan keberaniannya dalam memilih para pemeran bagi karakter-karakter yang tampil dalam linimasa pengisahan film. Daripada menghadirkan karakter-karakter yang diperankan secara mayoritas oleh aktris maupun aktor berkulit putih – layaknya banyak film yang diadaptasi dari novel-novel klasik – Ianucci menghadirkan pemeran filmnya dari berbagai latar belakang ras dan warna kulit. Ianucci bahkan tidak segan dalam meghadirkan variasi tersebut dalam menggambarkan sebuah keluarga – karakter ibu dihadirkan berkulit hitam, anaknya diperankan oleh sosok berkulit putih, pamannya dihidupkan oleh pemeran dengan latar belakang ras Asia, dan sebagainya. Arahan Ianucci membuat penampilan akting setiap pemeran mampu menghidupkan setiap karakter dengan meyakinkan melebihi batasan warna kulit yang mereka miliki.

Berbicara mengenai penampilan yang dipamerkan oleh para pengisi departemen aktingnya, The Personal History of David Copperfield hadir nyaris tanpa cela. Patel tampil meyakinkan dengan kharisma yang akan membuat setiap orang jatuh hati dan menyukai kehadirannya. Begitu pula dengan Ben Whishaw yang memerankan karakter Uriah Heep dan membuatnya menjadi sosok (dengan kesan) antagonis yang begitu mengesalkan. Penampilan-penampilan lain yang mencuri perhatian datang dari Swinton yang hadir begitu menyenangkan, Peter Capaldi yang membuat sosok karakter Mr. Micawber tampil eksentrik, serta Laurie dan Daisy May Cooper yang selalu berhasil menyajikan momen-momen komedi kuat bagi film ini. Kualitas produksi film, mulai dari tata sinematografi, tata rias dan rambut, tata busana, serta desain produksi, juga diperhatikan Ianucci secara seksama. Sentuhan-sentuhan cerdas dalam pengarahan Ianucci tersebut yang menjadikan The Personal History of David Copperfield tampil begitu menyenangkan sekaligus menyegarkan dalam penuturannya akan sebuah kisah klasik.

 

The Personal History of David Copperfield (2019)

Directed by Armando Iannucci Produced by Armando Iannucci, Kevin Loader Written by Simon Blackwell, Armando Iannucci (screenplay), Charles Dickens (novel, The Personal History, Adventures, Experience and Observation of David Copperfield the Younger of Blunderstone Rookery (Which He Never Meant to Publish on Any Account) Starring Dev Patel, Aneurin Barnard, Peter Capaldi, Morfydd Clark, Daisy May Cooper, Rosalind Eleazar, Hugh Laurie, Tilda Swinton, Ben Whishaw, Paul Whitehouse, Benedict Wong, Nikki Amuka-Bird, Darren Boyd, Gwendoline Christie, Matthew Cottle, Bronagh Gallagher, Anthony Welsh, Aimee Kelly, Anna Maxwell Martin, Victor McGuire, Peter Singh, Ruby Bentall, Divian Ladwa, Rosaleen Linehan, Sophie McShera, Jairaj Varsani Music by Christopher Willis Cinematography Zac Nicholson Edited by Mick Audsley, Peter Lambert Production company FilmNation Entertainment/Film4/Wishmore Entertainment Running time 119 minutes Country United Kingdom, United States Language English

One thought on “Review: The Personal History of David Copperfield (2019)”

Leave a Reply