Review: Borat Subsequent Moviefilm: Delivery of Prodigious Bribe to American Regime for Make Benefit Once Glorious Nation of Kazakhstan (2020)

Empat belas tahun lalu, aktor sekaligus komedian asal Inggris, Sacha Baron Cohen, memperkenalkan dunia pada sosok jurnalis asal Kazakhstan bernama Borat Sagdiyev lewat Borat: Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan (Larry Charles, 2006). Bukan sosok karakter baru sebenarnya karena Cohen sebelumnya pernah menghadirkan karakter tersebut lewat film Ali G Indahouse (Mark Mylod, 2002). Berkat barisan guyonannya tentang kondisi sosial, budaya, dan politik Amerika Serikat yang disampaikan secara vulgar, Borat tidak hanya berhasil mencuri perhatian (baca: mengejutkan) dunia namun juga sukses meraih kesuksesan komersial sekaligus meraih pujian luas dari para kritikus film. Tidak mengherankan jika naskah cerita Borat yang tergarap cerdas kemudian berhasil mendapatkan nominasi Best Adapted Screenplay dari ajang The 79th Annual Academy Awards. Sekarang, di tahun 2020 yang telah berjalan dengan segala keanehannya, Cohen menghidupkan kembali sosok Borat Sagdiyev. Masih mampukah karakter tersebut menghadirkan kejutan ataupun hiburan bagi para penontonnya?

Dalam Borat Subsequent Moviefilm: Delivery of Prodigious Bribe to American Regime for Make Benefit Once Glorious Nation of Kazakhstan, Borat Sagdiyev (Cohen) tidak hadir sendiri. Dikirimkan kembali ke Amerika Serikat oleh pemimpin Kazakhstan, Premier Nursultan Nazarbayev (Dani Popescu), untuk memberikan hadiah pada Presiden Amerika Serikat, Borat Sagdiyev datang bersama dengan puterinya, Tutar Sagdiyev (Maria Bakalova). Tidak dapat mendekati sang presiden, Borat Sagdiyev lantas meminta izin untuk memberikan hadiah persembahan pemimpin Kazakhstan kepada Wakil Presiden Amerika Serikat. Permintaan tersebut diterima meskipun dengan tambahan ancaman bahwa Borat Sagdiyev akan mendapatkan hukuman mati jika gagal untuk melaksanakan tugasnya. Seperti yang dapat diduga, kekacauan demi kekacauan selalu mengikuti Borat Sagdiyev kemanapun ia melangkah.

Harus diakui, di era dimana internet yang menjadi ruang bicara bebas bagi setiap orang kini telah menjadi bagian hidup yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, gaya komedi vulgar yang dibawakan Cohen melalui karakter Borat Sagdiyev memang tidak lagi mampu hadir mengejutkan seperti dahulu. Meskipun begitu, lewat naskah cerita Borat Subsequent Moviefilm, Cohen masih sangat piawai untuk memberikan satir maupun sindiran yang tidak hanya menghibur namun juga begitu kuat menggigit. Bahasan tentang pemilihan presiden yang akan digelar di Amerika Serikat, rasisme, feminisme, antisemitisme, hingga topik tentang pandemi yang sedang melanda dunia menjadi barisan pembicaraan yang diajukan film ini dalam linimasa pengisahannya. Masih disajikan dengan tata cerita mokumenter, Cohen bersama dengan sutradara Jason Woliner juga cukup lihai dalam merangkai kejahilan-kejahilan yang dibentuk untuk menghasilkan deretan pernyataan maupun ekspresi yang sesuai dengan tema cerita film dari setiap korban kejahilan mereka. Memang tidak lagi sesegar dulu namun jelas masih mampu tergarap dengan cukup tajam.

Yang paling mengejutkan dari presentasi Borat Subsequent Moviefilm jelas adalah keberhasilan alur cerita film ini untuk mengolah sisi drama dan emosional dari hubungan yang terjalin antara Borat Sagdiyev dengan puterinya. Meskipun disajikan dengan elemen komedi yang kental di paruh awal penceritaan – karakter Tutar Sagdiyev digambarkan sebagai sosok yang tidak diinginkan karena berjenis kelamin perempuan – alur cerita hubungan ayah dan puterinya dalam film ini kemudian berkembang dengan cukup baik sehingga mampu menghadirkan momen-momen manis antara keduanya. Penampilan prima dari Bakalova jelas juga menjadi elemen penunjang kesuksesan dari plot penceritaan tersebut. Tidak hanya mampu hadir dengan penampilan akting yang mengimbangi penampilan akting komikal dari Cohen, Bakalova bahkan sukses mencuri perhatian dalam usahanya untuk menghidupkan karakter yang ia bawakan. Salah satu penampilan terbaik dan sangat berkesan di sepanjang tahun ini.

Cohen sendiri jelas masih menjadi bintang utama dalam Borat Subsequent Moviefilm. Cukup menyenangkan untuk melihat Cohen masih mampu menjalankan aksi liarnya sebagai sosok Borat Sagdiyev, membodohi sejumlah kalangan untuk menghasilkan sejumlah tawa yang kuat, sekaligus sekali lagi menunjukkan bagaimana bermasalahnya kultur Amerika Serikat yang seringkali menjadi pujaan serta impian banyak orang di dunia. Rasanya tidak ada tahun yang lebih tepat selain tahun 2020 bagi Cohen untuk menghadirkan kembali karakter Borat Sagdiyev dan Cohen sukses menyajikannya dengan citarasa komedi terbaiknya.

Borat Subsequent Moviefilm: Delivery of Prodigious Bribe to American Regime for Make Benefit Once Glorious Nation of Kazakhstan (2020)

Directed by Jason Woliner Produced by Sacha Baron Cohen, Anthony Hines, Monica Levinson Written by Peter Baynham, Sacha Baron Cohen, Jena Friedman, Anthony Hines, Lee Kern, Dan Mazer, Erica Rivinoja, Dan Swimer (screenplay), Sacha Baron Cohen, Anthony Hines, Nina Pedrad, Dan Swimer (story), Sacha Baron Cohen (character) Starring Sacha Baron Cohen, Maria Bakalova, Dani Popescu, Johnny the Monkey, Tom Hanks, Manuel Vieru, Miroslav Tolj, Alin Popa, Ion Gheorghe, Nicolae Gheorghe, Marcela Codrea, Luca Nelu, Nicoleta Ciobanu, Rita Wilson, Jason Woliner, Mike Pence, Rudy Giuliani, Brian Patrick Snyder, Macy Chanel, Jonathan Bright, Jean Sheffield, Charles Wallace, Jeanise Jones, Alan “Randy” Knight, Jerry Holleman, Jim Russell, Judith Dim Evans, Sid Miller, Donald Trump, Donald Trump Jr., Luenell, Joey Gibson, Barack Obama, Justin Trudeau, Rodrigo Duterte, Vladimir Putin, Kim Jong-Un, Jair Bolsonaro, Kanye West Cinematography Luke Geissbühler Edited by Craig Alpert, Michael Giambra, James Thomas Production company Four by Two Films/Oak Springs Productions Running time 96 minutes Country United States Language English

Leave a Reply