Review: Scare Me (2020)

Berani untuk mencoba sesuatu yang berbeda? Dalam debut pengarahan film layar lebarnya, Josh Ruben menghadirkan Scare Me, sebuah film yang berisi sejumlah kisah horor. Terdengar laksana premis bagi ribuan film antologi yang telah dirilis sebelumnya? Well… alur pengisahan Scare Me berkisah tentang seorang penulis amatir bernama Fred (Ruben) yang sengaja mengasingkan diri ke sebuah kabin demi memulai usahanya untuk menulis sebuah novel. Disana, Fred secara tidak sengaja bertemu dan berkenalan dengan Fanny (Aya Cash), seorang penulis yang novel horor teranyarnya berhasil menjadi salah satu novel tersukses dan terpopular di Amerika Serikat. Meskipun awalnya menganggap Fanny adalah sosok yang angkuh, komunikasi antara keduanya mulai terbangun intens setelah keduanya mencoba untuk menemani satu sama lain di kala terjadinya pemadaman listrik di wilayah tempat tinggal mereka. Bersaing untuk membuktikan kehandalan mereka dalam bercerita, Fred dan Fanny kemudian mencoba saling menakuti dengan cerita-cerita menyeramkan yang mereka tuturkan.

Ruben sebenarnya dapat saja menggarap film yang ia tulis, arahkan, produseri, sekaligus perankan ini layaknya sebuah film antologi tradisional. Barisan cerita pendek bernuansa horor yang dipaparkan dalam Scare Me – seperti kisah seorang kakek yang telah meninggal lalu menghantui cucunya, seorang manusia serigala yang membunuh satu keluarga, hingga kisah tentang seorang perempuan yang rela menjual jiwanya kepada setan demi memenangkan sebuah kompetisi menyanyi – jelas memiliki potensi untuk menjelma menjadi cerita-cerita pendek horor yang berkelas. Alih-alih memilih jalur aman, Ruben bereksperimen dengan mempresentasikan cerita-cerita pendek horor yang ia kompilasikan untuk Scare Me dalam balutan kesan teatrikal dimana kedua karakter utama film bertindak sebagai pencerita langsung kepada para penonton. Benar, di sepanjang 104 menit durasi film ini, penonton menyaksikan kelihaian Ruben dan Cash dalam bercerita, membentuk gerakan-gerakan, menghasilkan berbagai suara-suara, hingga bernyanyi guna menghidupkan cerita yang sedang mereka tuturkan.

Apakah eksperimen yang dijalankan Ruben berhasil? Kemampuan Ruben dan Cash (dan juga Chris Redd yang nantinya muncul di paruh lanjutan film) untuk menguasai sekaligus menghantarkan materi setiap cerita memang menjadi elemen yang cukup krusial bagi Scare Me. Keduanya berhasil menjadikan setiap kisah yang mereka sampaikan menjadi begitu menarik, terasa begitu segar, dan, yang paling utama, sukses menghadirkan rasa takut pada setiap pendengar kisah mereka. Arahan Ruben yang mengeksekusi kisah dengan latar lokasi yang minimalis, tambahan atmosfer kelam yang menyelimuti tiap adegan, serta pilihan untuk menyajikan kisah filmnya dalam tempo yang terjaga dengan baik juga menjadi faktor kesuksesan Scare Me dalam kualitas presentasinya yang memuaskan. Beberapa mata mungkin dapat memberikan pandangan pretensius terhadap pilihan artistik yang diambil Ruben bagi film ini. Namun, dengan garapanya yang handal, Ruben jelas telah membuktikan sendiri visi cerita yang ia miliki.

Layaknya kebanyakan film-film antologi, harus diakui, tidak seluruh bagian cerita yang dihadirkan dalam Scare Me mampu tampil efektif dalam berkisah. Akhiran kisah yang dipilihkan Ruben bagi hubungan antara kedua karakter utamanya juga terasa kurang kuat jika dibandingkan dengan bangunan cerita yang telah dibentuk semenjak awal. Meskipun begitu, selipan cerdas tentang persaingan yang timbul antara karakter Fred dengan karakter Fanny – yang disajikan sebagai kritik sosial tentang masih banyaknya pandangan negatif (baca: rendah) dari kaum laki-laki terhadap kesuksesan yang diraih oleh sesosok perempuan – berhasil dikembangkan secara seksama dan menjadi poin yang cukup melekat dari keseluruhan presentasi film. Sebuah eksperimen cerita yang berani dan sukses tergarap menjadi presentasi horor yang segar dan menyenangkan.

 

Scare Me (2020)

Directed by Josh Ruben Produced by Alex Bach, Daniel Powell, Josh Ruben Written by Josh Ruben Starring Aya Cash, Josh Ruben, Rebecca Drysdale, Chris Redd, Lauren Sick Music by Elegant Too Cinematography Brendan H. Banks Edited by Patrick Lawrence Production companies Artists First/Irony Point/Last Rodeo Studios Running time 104 minutes Country United States Language English

Leave a Reply