Review: Monsoon (2020)

Merupakan film layar lebar kedua yang diarahkan oleh sutradara berkewarganegaraan Inggris, Hong Khaou, setelah sebelumnya merilis Lilting (2014), Monsoon bercerita tentang seorang pria asal Inggris, Kit (Henry Golding), yang kembali mengunjungi negara kelahirannya di Vietnam. Bertujuan untuk menebar abu kremasi orangtuanya, kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama Kit setelah kedua orangtuanya membawa dirinya dan saudaranya keluar dari Vietnam guna menghindar dari bahaya akibat perang yang sedang berkecamuk disana. Tentu saja, 30 tahun setelah kepergiannya, Kit tidak lagi familiar dengan situasi wilayah Vietnam maupun mampu berbicara menggunakan bahasa ibunya. Beruntung, dengan dibantu oleh sahabat masa kecilnya, Lee (David Tran), Kit dapat memulai penjelajahan dan perjalanan dari Saigon ke Hanoi untuk mencari lokasi persemayaman yang tepat bagi orangtuanya sekaligus menemukan kembali jejak masa lalunya di Vietnam.

Terdapat keserupaan (baca: persinggungan) tema pengisahan antara Monsoon dengan Lilting yang menjadi debut pengarahan film layar lebar dari Khaou. Jika Lilting berkisah tentang dua karakter dari dua latar budaya berbeda yang mencoba untuk saling mengerti satu sama lain atas dasar kesamaan rasa duka yang mereka miliki, maka Monsoon ingin menampilkan sosok karakter yang mencoba memahami dan mencerna budaya tempat dirinya berasal yang seakan telah menghilang akibat paksaan untuk hidup di sebuah tempat dengan latar budaya yang berbeda. Khaou secara perlahan membangun konstruksi cerita filmnya, membiarkan sang karakter utama untuk membuka lapisan kepribadiannya satu demi satu, serta membiarkan konflik yang berasal dari masa lalu dan masa kini sang karakter utama untuk datang dan mewarnai linimasa penceritaan film.

Monsoon mungkin memiliki kesan dan penampilan yang cukup sederhana. Namun, naskah cerita garapan Khaou juga berusaha untuk membahas banyak konflik yang terasa cukup rumit di sepanjang 85 menit perjalanan pengisahannya. Selain berbicara tentang upaya untuk menggali kisah masa lalu dari sebuah keluarga, Monsoon juga menambahkan balutan kisah romansa yang terjadi pada sang karakter utama dengan seorang pria, Lewis (Parker Sawyers), yang ia temui, juga sekelumit tentang sejarah Vietnam sebagai sebuah negara. Dengan galian kisah yang lebih mendalam, Monsoon dapat saja menjelma menjadi sajian drama yang kental akan dialog namun menonjol dengan artian serta kesan yang kuat. Paparan Khaou, sayangnya, hanya menyentuh lapisan atas dari tema-tema pengisahan tersebut, menyajikan dan mengalirkannya begitu saja tanpa pernah benar-benar memberikannya ruang kisah yang lebih lugas.

Perjalanan sang karakter utama untuk membuka lembaran masa lalu keluarganya tampil terbata-bata, romansa yang terjalin antara karakter Kit dan Lewis hadir dingin dan tak pernah meyakinkan, sementara perbincangan tentang Vietnam (dan sejarah kelam tentang masa perangnya) lebih sering dijadikan sebagai ajang promosi wisata bagi berbagai tempat di negara tersebut tanpa pernah menjadikannya terasa lebih berarti. Teknik pengarahan yang diberikan Khaou bagi filmnya sendiri juga tidak pernah terasa benar-benar efektif. Kesan sunyi yang ingin ditonjolkan Khaou lebih sering berakhir canggung akibat penulisan karakter dan dialog yang dangkal. Ritme lamban yang dipilihkan untuk menggulirkan alur kisah Monsoon juga kemudian berakhir sebagai kesan membosankan.

Yang lebih memperburuk kualitas penampilan Monsoon adalah penampilan Golding yang benar-benar kaku. Entah mengapa, dalam setiap adegannya, Golding terkesan tidak mampu untuk menjiwai secara utuh karakter yang ia perankan sehingga dirinya hanya dapat tampil dengan jangkauan akting yang seadanya dalam tiap suasana. Hal ini pula yang kemudian membuat chemistry antara dirinya dengan Sawyers terasa begitu datar – jika tidak ingin menyebutnya sebagai… well… tanpa chemistry sama sekali. Penampilan akting yang dihadirkan Golding memang bukanlah penampilan akting yang bernilai sangat buruk. Namun, mengingat sosok karakter yang ia perankan adalah karakter sentral yang menjadi tumpuan perhatian cerita jika dibandingkan karakter-karakter pendukung lain yang hadir di sekitar karakternya, penampilan Golding jelas memegang peran krusial bagi kualitas Monsoon secara keseluruhan. Dan Golding tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Monsoon (2020)

Directed by Hong Khaou Produced by Tracy O’Riordan Written by Hong Khaou Starring Henry Golding, Parker Sawyers, David Tran, Molly Harris, Lâm Vissay, Edouard Leo, Myan Nguyen Music by John Cummings Cinematography Benjamin Kracun Edited by Mark Towns Production companies BBC Films/British Film Institute/Moonspun Films/Sharphouse Running time 85 minutes Country United Kingdom, Vietnam Language English, Vietnamese

Leave a Reply