Review: Rentang Kisah (2020)

Sesungguhnya, cukup sulit untuk mereka apa yang ingin disampaikan oleh Danial Rifki (99 Nama Cinta, 2019) lewat film terbaru arahannya, Rentang Kisah. Film drama yang naskah ceritanya diadaptasi Rifki dari buku catatan perjalanan kehidupan berjudul sama milik kreator konten video YouTube sekaligus pemengaruh media sosial, Gita Savitri Devi, ini terasa berusaha untuk berbicara tentang banyak hal. Dimulai dengan gambaran akan sebuah keluarga menengah yang terkena dampak krisis ekonomi pada akhir tahun ‘90an, Rentang Kisah kemudian mengalihkan fokusnya pada seorang sosok karakter utama dan perjuangannya untuk menyelesaikan masa kuliahnya di luar negeri, kisah patah hatinya, usahanya untuk melawan rasa kesepian, berbagai hal yang ia lakukan untuk mengisi kesehariannya, hingga kehadiran plot yang bertutur tentang konsep ketuhanan dan bertema reliji. Terasa acak, khususnya karena naskah Rifki tak pernah mampu untuk mendalami berbagai konflik yang telah diutarakannya.

Jalan cerita Rentang Kisah sendiri sebenarnya dimulai dengan cukup meyakinkan. Dikisahkan, meskipun sang ayah (Donny Damara) harus merantau dan mencari pekerjaan ke luar negeri akibat kehilangan pekerjaan yang selama ini telah dilakoninya, Gita (Beby Tsabina) dan ibunya (Cut Mini) tidak pernah kehilangan semangat. Sang ibu bahkan mendorong Gita untuk melanjutkan pendidikannya ke Jerman karena menginginkan sang anak untuk memiliki pandangan dan pengalaman yang lebih luas akan kehidupan. Tentu saja, momen-momen pertama menginjakkan kaki dan tinggal di negeri orang menjadi momen-momen paling sulit dalam kehidupan Gita – rasa kesepian dan kewajiban untuk mengikuti berbagai pelajaran dalam bahasa yang sama sekali tidak familiar menjadikan Gita merasa begitu tertekan. Untungnya, Gita kemudian bertemu dengan sejumlah mahasiswa asal Indonesia lainnya di Jerman yang lantas menjadi teman berbagi Gita selama melanjutkan masa pendidikannya.

Memiliki banyak konflik dalam sebuah pengisahan film tentu bukan merupakan sebuah dosa besar. Rentang Kisah, sayangnya, cenderung menjadikan konflik-konflik dalam linimasa ceritanya hanya sebagai batu loncatan dari satu konflik ke konflik lain tanpa pernah memberikan setiap konflik kesempatan untuk mendapatkan porsi pengisahannya masing-masing. Lihat saja bagaimana gambaran tentang kisah patah hati dari sang karakter utama atau kisah usahanya untuk bunuh diri hadir dalam linimasa cerita untuk kemudian berlalu begitu saja. Tanpa jejak. Begitu pula pengisahan bernuansa spiritual tentang keagamaan dan ketuhanan yang muncul di paruh kedua cerita. Tiba-tiba muncul secara menggebu-gebu, mencapai sebuah konklusi – yang harus diakui dieksekusi dengan cukup dangkal, dan kemudian melesat hilang dari cerita.

Tidak mengherankan bila, selain ketiadaan fokus cerita yang mampu tampil mengikat, film ini kemudian tampil tanpa konsistensi penuturan yang menarik. Rifki sepertinya hanya berniat untuk memberikan adaptasi audio visual terhadap setiap bagian cerita dari novel yang diadaptasinya. Menyaksikan Rentang Kisah terasa bagaikan membalikkan sebuah halaman buku harian, menyimak satu kisah ke satu kisah lain yang mungkin saja tidak berhubungan, dan cenderung mudah terlupakan begitu saja setelah selesai dibaca. Rifki – dan, mungkin, sejumlah orang yang memiliki gagasan untuk membuat film ini – mungkin menilai elemen-elemen cerita Rentang Kisah bernilai inspiratif. Namun, dengan eksekusi yang benar-benar tidak dapat diandalkan seperti yang terlihat dalam hasil akhir film, Rentang Kisah berakhir sebagai sajian yang berantakan dan menggelikan.

Dangkalnya penggalian konflik dan karakter jelas memberikan ruang sempit bagi setiap aktor untuk menyajikan penampilan terbaik mereka. Damara, yang biasanya selalu dapat diandalkan, kali ini terlihat jauh dari kesan meyakinkan dalam perannya sebagai sosok ayah yang sakit-sakitan. Jihan Fairuz Salsabila yang berperan sebagai adik bagi karakter Gita entah mengapa terus dipertahankan hingga akhir film padahal latar belakang cerita film sendiri telah dikisahkan berjalan selama bertahun-tahun. Tsabina dan Mini harus diakui masih mampu memberikan momen-momen kuat dalam pengisahan Rentang Kisah. Mini, khususnya, tidak pernah sekalipun tampil lemah meskipun dengan porsi pengisahan karakter yang cenderung terbatas. Penonton dapat mudah merasakan sentuhan emosional yang diberikan Mini bagi karakternya pada setiap kesempatan. Dan jika Anda masih berniat untuk menyaksikan Rentang Kisah, mungkin hanya penampilan apik Mini-lah yang dapat menjadi alasannya.

Rentang Kisah (2020)

Directed by Danial Rifki Produced by Frederica Written by Danial Rifki (screenplay), Gita Savitri Devi (book, Rentang Kisah Starring Beby Tsabina, Bio One, Donny Damara, Cut Mini, Junior Roberts, Rigen Rakelna, Debo Andryos, Ali Seggaf, Ciara Nadine Brosnan, Aci Resti, Jihan Fairuz Salsabila, Carmela van der Kruk, Izzati Khansa, Putera Wicak, David Garzón Bardua, Josy Issac, Aleksandar Kerosevic, Sylvia Mayer Sylvia Mayer Music by Andhika Triyadi Cinematography Yoyok Budi Santoso Edited by Aline Jusria Production company Falcon Pictures/Mata Hari Media Running time 98 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Leave a Reply