Review: Blumhouse’s Fantasy Island (2020)

Merupakan kali kedua Jeff Wadlow mengarahkan film yang diproduksi oleh Blumhouse Productions setelah Blumhouse’s Truth or Dare (2018), Blumhouse’s Fantasy Island bercerita tentang seorang pengusaha, Mr. Roarke (Michael Peña), yang berniat untuk mempromosikan hotel serta pulau yang ia kelola dengan cara mengundang sejumlah orang untuk datang dan menjanjikan bahwa setiap mimpi dan fantasi mereka akan terwujud selama berada di pulau tersebut. Lewat sebuah sayembara, terpilihlah Gwen Olsen (Maggie Q) yang berharap bahwa segala penyesalannya dari masa lalu dapat terhapus; Melanie Cole (Lucy Hale) yang berharap dirinya dapat membalaskan dendam terhadap teman masa sekolahnya, Sloane Maddison (Portia Doubleday), yang selalu melakukan hal-hal buruk kepada dirinya; Patrick Sullivan (Austin Stowell) yang berharap dapat mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang tentara; serta dua bersaudara, JD (Ryan Hansen) dan Brax (Jimmy O. Yang), yang bermimpi untuk menjadi seorang jutawan. Tanpa disangka, berbagai mimpi dan fantasi tersebut dapat terwujud. Namun, di saat yang bersamaan, terwujudnya mimpi dan fantasi tersebut kemudian menghadirkan sebuah konsekuensi yang dapat membahayakan hidup.

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Wadlow bersama dengan duo penulis naskah Blumhouse’s Truth or Dare, Chris Roach dan Jillian Jacobs, berdasarkan sebuah serial televisi berjudul Fantasy Island yang dahulu sempat popular ketika ditayangkan oleh jaringan televisi ABC pada tahun 1977 – 1984, Blumhouse’s Fantasy Island dihadirkan dengan kualitas pengisahan yang jelas dapat menyaingi buruknya kualitas penceritaan Blumhouse’s Truth or Dare. Hampir tidak ada yang dapat dibanggakan dan/atau dinikmati dari keseluruhan presentasi film ini. Di sepanjang pengisahan film, Wadlow, Roach, dan Jacobs tidak pernah mampu untuk menghadirkan pengelolaan cerita maupun konflik yang benar-benar matang untuk barisan misteri yang ingin mereka sampaikan kepada penonton. Konflik demi konflik dibiarkan terhampar begitu saja dengan pengembangan yang benar-benar monoton. Usaha untuk menghadirkan sebuah pelintiran cerita sebagai benang merah yang membuka tabir misteri di paruh terakhir film juga terasa murahan akibat eksekusi yang benar-benar berantakan.

Jika Blumhouse’s Truth or Dare masih memiliki beberapa momen kejutan yang menyenangkan serta sejumlah karakter yang masih cukup menarik untuk diikuti ceritanya, Blumhouse’s Fantasy Island hadir dengan barisan karakter yang benar-benar terasa hampa dan membosankan kehadirannya. Pada beberapa kesempatan, film ini memang terlihat berusaha untuk memberikan sejumlah galian kisah yang dalam pada beberapa karakternya. Berhasil pada beberapa bagian namun lebih sering terasa gagal dan justru meninggalkan kesan karakter yang janggal. Tidak mengherankan bila kemudian tak satupun karakter-karakter dalam linimasa penceritaan Truth or Dare’s Fantasy Island mampu membuat penonton terikat ataupun tertarik untuk mengetahui bagaimana akhir kisah karakter-karakter tersebut di akhir film. Penonton bahkan mungkin berharap banyak bahwa barisan karakter tersebut segera berakhir kisahnya agar Blumhouse’s Fantasy Island turut segera usai durasi penceritaannya.

Walaupun bukanlah penampilan-penampilan akting yang akan benar-benar diingat penontonnya beberapa saat setelah mereka selesai menyaksikan film ini, barisan pengisi departemen akting Blumhouse’s Fantasy Island setidaknya telah mencoba untuk menghidupkan karakter-karakter dangkal yang diberikan pada mereka untuk diperankan. Sayang, tetap saja, deretan penampilan tersebut tidak begitu berpengaruh banyak pada kualitas cerita film ini. Dengan biaya produksi yang minimalis, Blumhouse’s Fantasy Island jelas akan dapat dengan mudah memperoleh keuntungan komersialnya dari para penikmat film-film horor. Namun, dari segi kualitas cerita, film ini sama sekali tidak memiliki capaian yang kuat untuk dapat membuatnya layak untuk disaksikan Buruk. Sangat, sangat buruk.

popcornpopcorn2popcorn2popcorn2popcorn2

blumhouse-fantasy-island-movie-posterBlumhouse’s Fantasy Island (2020)

Directed by Jeff Wadlow Produced by Jason Blum, Marc Toberoff, Jeff Wadlow Written by Jeff Wadlow, Chris Roach, Jillian Jacobs (screenplay), Gene Levitt (television series, Fantasy Island) Starring Michael Peña, Maggie Q, Lucy Hale, Austin Stowell, Portia Doubleday, Jimmy O. Yang, Ryan Hansen, Michael Rooker, Charlotte McKinney, Kim Coates, Parisa Fitz-Henley, Evan Evagora, Robbie Jones, Goran D. Kleut, Renee Murden, Nick Slater, Ian Roberts, Joshua Diaz, Jeriya Benn, Tim Wong, Mark Weinhandl, Steven A. Davis, Tane Williams-Accra Music by Bear McCreary Cinematography Toby Oliver Edited by Sean Albertson Production company Columbia Pictures/Blumhouse Productions Running time 110 minutes Country United States Language English

 

Leave a Reply