Review: Dolittle (2020)

Setelah Doctor Dolittle (Richard Fleischer, 1967) – yang berhasil meraih sembilan nominasi, termasuk nominasi di kategori Best Picture, dari ajang The 40th Annual Academy Awards – serta Doctor Dolittle (Betty Thomas, 1998) – yang dibintangi Eddie Murphy dan mampu meraih sukses besar secara komersial sehingga dibuatkan empat film sekuelnya, Hollywood seperti masih belum akan berhenti mencoba untuk mengadaptasi seri buku Doctor Dolittle yang ditulis oleh Hugh Lofting. Kali ini, adaptasi dari seri buku cerita anak-anak popular tersebut hadir lewat Dolittle yang diarahkan oleh Stephen Gaghan (Gold, 2016) dan menampilkan Robert Downey Jr. sebagai pemeran sang karakter utama. Apakah kisah klasik petualangan Doctor Dolittle yang dapat berkomunikasi dengan hewan-hewan yang berada di sekitarnya masih mampu untuk menarik perhatian penonton yang jelas kini banyak berasal dari generasi yang berbeda? Well… Biaya produksi sebesar lebih dari US$175 juta yang dikucurkan oleh Universal Pictures mungkin berhasil menciptakan gambar-gambar dengan unsur efek visual khusus yang cukup meyakinkan. Namun, sayangnya, kualitas paparan cerita dan pengarahan Gaghan yang jauh dari mengesankan membuat Dolittle hadir menjadi presentasi film keluarga yang monoton dan begitu membosankan.

Dolittle sendiri berkisah tentang seorang dokter hewan bernama Dr. John Dolittle (Downey Jr.) yang memutuskan untuk menutup diri dan hidupnya dari dunia luar akibat rasa patah hati yang ia rasakan setelah kematian sang istri, Lily Dolittle (Kasia Smutniak). Namun, Dr. John Dolittle tidak hidup sendirian. Kemampuannya untuk berkomunikasi dengan berbagai hewan yang dulu pernah ia selamatkan bersama Lily Dolittle mengisi keseharian hidupnya selama ia tinggal menyendiri di Dolittle Manor. Tujuh tahun berlalu, sebuah kejutan datang mengetuk pintu kediaman Dr. John Dolittle. Seorang anak bernama Tommy Stubbins (Harry Collett) yang secara tidak sengaja menembak seekor tupai kemudian datang ke Dolittle Manor untuk meminta bantuan Dr. John Dolittle. Di saat yang bersamaan, seorang perwakilan dari Kerajaan Inggris, Lady Rose (Carmel Laniado), datang dan menyampaikan pesan dari Queen Victoria (Jessie Buckley) yang meminta Dr. John Dolittle untuk datang ke istananya. Kedua permintaan tersebut sebenarnya ingin diacuhkan oleh Dr. John Dolittle. Namun, ketika hewan-hewan peliharaannya terus memaksa dirinya untuk keluar rumah dan membantu orang-orang yang datang ke kediamannya, sebuah petualangan baru dan menakjubkan datang menghampiri Dr. John Dolittle.

Jika Gaghan berniatan untuk menjadikan Dolittle sebagai sebuah persembahan yang dapat tampil menghibur para penonton muda… wellDolittle memang cukup berhasil  menghadirkan beberapa momen jenaka – yang kebanyakan datang dari dialog yang dilontarkan oleh karakter-karakter hewan yang mengisi linimasa penceritaan film ini. Karakter-karakter hewan seperti Chee-chee sang gorila (Rami Malek), Yoshi sang beruang kutub (John Cena), Plimpton sang burung unta (Kumail Nanjiani), serta Kevin sang tupai (Chris Robinson) seringkali tampil mencuri perhatian lewat tingkah maupun guyonan yang mereka utarakan. Sebagai sebuah drama petualangan fantasi, Dolittle juga tampil tidak mengecewakan. Efek visual khusus yang digunakan untuk “menghidupkan” karakter-karakter hewan sekaligus mempertegas dunia pengisahan tempat film ini menjalankan ceritanya juga menjadi daya tarik yang cukup mampu mengikat perhatian para penonton secara utuh.

Sayangnya, selain beberapa keistimewaan tersebut, Dolittle dibangun diatas premis sederhana (dan familiar) yang lantas dikembangkan dengan narasi cerita yang serba terbatas serta berkualitas medioker. Naskah cerita yang ditulis oleh Gaghan bersama dengan duo Dan Gregor dan Doug Mand (Most Likely to Murder, 2018) seringkali terasa kebingungan untuk menentukan arah cerita yang sebenarnya ingin mereka hadirkan dalam Dolittle. Konflik dan karakter yang menghiasi penceritaan film juga gagal untuk berkembang dengan baik. Banyak diantara konflik maupun karakter yang tampil dalam film ini hanya berguna sebagai plot device belaka tanpa pernah diberikan galian cerita yang benar-benar membuat kehadiran mereka terasa menarik. Arahan yang diberikan Gaghan sendiri bagi Dolittle juga tidak memberikan pengaruh yang positif. Ritme pengisahan terasa berantakan dengan banyak elemen cerita tidak dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal.

Kualitas cerita dan pengarahan Gaghan yang benar-benar mengecewakan sepertinya turut memberikan pengaruh pada performa para pengisi departemen akting film ini. Meskipun diisi oleh nama-nama seperti Downey Jr., Buckley, Antonio Banderas, Michael Sheen, hingga Jim Broadbent, kualitas departemen akting Dolittle berada pada tingkatan penampilan yang sama sekali jauh dari kesan meyakinkan. Downey Jr., yang menjadikan perannya di film ini sebagai penampilan pertamanya di luar film-film dari Marvel Cinematic Universe selama lima tahun terakhir, juga hadir dengan penampilan yang cukup buruk. Downey Jr. terlihat jenuh dengan kisah yang dibawakan karakternya, menghadirkan aksen yang seringkali terdengar menggelikan daripada meyakinkan, serta berkesan malas-malasan untuk membangun chemistry dengan karakter-karakter lain yang berada di sekitarnya. Buckley, Banderas, Sheen, dan Broadbent sendiri tidak dapat berbuat banyak dengan minimnya penggalian cerita yang diberikan pada karakter-karakter yang mereka perankan. Sebuah pengalaman sinematis yang cukup mengesalkan.

popcornpopcornpopcorn2popcorn2popcorn2

dolittle-robert-downey-jr-movie-posterDolittle (2020)

Directed by Stephen Gaghan Produced by Joe Roth, Jeff Kirschenbaum, Susan Downey Written by Stephen Gaghan, Dan Gregor, Doug Mand (screenplay), Thomas Shepherd (story), Hugh Lofting (books, Doctor Dolittle) Starring Robert Downey Jr., Antonio Banderas, Michael Sheen, Emma Thompson, Rami Malek, John Cena, Kumail Nanjiani, Octavia Spencer, Tom Holland, Craig Robinson, Ralph Fiennes, Selena Gomez, Marion Cotillard, Harry Collett, Jim Broadbent, Jessie Buckley, Carmel Laniado, Ralph Ineson, Joanna Page, Sonny Ashbourne Serkis, Kasia Smutniak, Carmen Ejogo, Jason Mantzoukas, Frances de la Tour Music by Danny Elfman Cinematography Guillermo Navarro Edited by Craig Alpert, Nick Moore Production company Media Rights Capital/Team Downey/Roth Films Running time 102 minutes Country United States Language English

Leave a Reply