Review: Rumah Kentang: The Beginning (2019)


Masih ingat dengan Rumah Kentang (2012)? Film horor garapan Jose Poernomo yang mendasarkan kisahnya pada urban legend mengenai rumah yang selalu beraroma kentang bernuansa mistis di malam hari? Mungkin tidak banyak yang (masih mau) mengingat film yang juga menandai kali pertama Shandy Aulia terlibat dalam sebuah film horor tersebut – Aulia kemudian melanjutkan karirnya sebagai aktris dengan membintangi sederatan film horor yang mendominasi filmografinya. Ketika dirilis, Rumah Kentang mendapatkan sambutan yang kurang begitu hangat dari banyak kritikus film yang memberikan sorotan tajam pada kualitas penulisan naskah ceritanya. Meskipun begitu, film yang juga menjadi film pertama yang diproduksi oleh Hitmaker Studios tersebut tetap mampu mengumpulkan lebih dari 400 ribu penonton dan menjadikannya sebagai salah satu film horor dengan jumlah penonton terbanyak di tahun 2012. Berkaca dari kesuksesan minor tersebut, tujuh tahun semenjak perilisan Rumah Kentang dan terlepas dari fakta bahwa tidak ada seorang pun yang menginginkan sekuel bagi film tersebut, Hitmaker Studios merilis Rumah Kentang: The Beginning yang kali ini menempatkan Rizal Mantovani (Kuntilanak 2, 2019) di kursi penyutradaraannya.

Dengan judul yang mengisyaratkan bahwa jalan cerita film ini akan membawa penontonnya ke masa awal keberadaan rumah yang menjadi misteri utama film, Rumah Kentang: The Beginning memiliki latar belakang waktu pengisahan di pertengahan tahun 1980an dan memberikan fokus kisahnya pada pasangan suami istri, Adrian (Christian Sugiono) dan Sofie (Luna Maya), beserta ketiga anak mereka, Nina (Davina Karamoy), Nala (Nicole Rossi), dan Bayu (Rayhan Vandennoort). Sebagai pasangan penulis novel bertema horor, Adrian dan Sofie merasa tertantang untuk menerbitkan sebuah novel horor berdasarkan kisah nyata. Tantangan tersebut lantas membawa Adrian dan Sofie beserta anak-anak mereka ke rumah yang dahulu ditempati Sofie bersama dengan orangtuanya di masa kecil. Bukan sebuah rumah biasa, tentu saja. Rumah yang juga diisi dengan sehamparan kebun kentang tersebut membawa kembali duka kepada Sofie mengenai bagaimana kedua orangtuanya hilang secara misterius dan tidak diketahui keberadaan mereka hingga saat ini. Sebuah misteri yang kemudian kembali seiring dengan kembalinya Sofie ke rumah tersebut.

Sayangnya, sama sekali tidak ada yang baru dalam penuturan cerita Rumah Kentang: The Beginning. Ketika banyak film horor lain – baik dalam skala nasional maupun internasional – berupaya keras untuk meningkatkan kualitas cerita dan presentasi mereka, film-film yang diproduksi oleh Hitmaker Studios malah terkesan masih setia bertahan dengan formula lama mereka: menghasilkan adegan kejutan sebanyak-banyaknya tanpa pernah memusingkan diri untuk menciptakan garapan cerita yang lebih layak untuk diikuti. Formula tersebut mungkin masih berhasil pada film-film terdahulu mereka. Namun, ketika banyak film-film horor Indonesia seperti Pengabdi Setan (Joko Anwar, 2017), Kafir (Azhar Kinoi Lubis, 2018), Sebelum Iblis Menjemput (Timo Tjahjanto, 2018), atau Ratu Ilmu Hitam “naik kelas” dalam presentasi cerita mereka, Rumah Kentang: The Beginning jelas terasa tertinggal sendirian dengan alur kisahnya yang klise, monoton, dan jelas membosankan. Banyak konflik yang terasa repetitif demi menghasilkan adegan kejutan yang berkualitas recehan. Karakter-karakter yang dituliskan oleh naskah cerita garapan Agam Suharto dan Rocky Soraya (The Doll 2, 2017) untuk film ini juga terasa setengah matang, begitu mudah ditebak, dan banyak diantaranya hanya hadir ketika jalan cerita film membutuhkan mereka.

Kualitas arahan Mantovani di film ini juga sepertinya semakin menunjukkan bahwa sang sutradara benar-benar membutuhkan penyegaran dalam tata penyutradaraannya. Rumah Kentang: The Beginning tidak hanya terpuruk karena materi ceritanya yang buruk. Arahan Mantovani juga seringkali terasa berantakan dalam menentukan ritme cerita – terburu-buru dalam menangani sebuah konflik namun begitu membosankan dalam usahanya untuk memberikan pendalaman kisah bagi tiap karakter. Film ini juga hadir dengan kualitas produksi yang jauh dari kesan memuaskan. Atmosfer kelam yang coba ditanamkan dengan tata gambar dengan tingkat pencahayaan yang rendah lebih sering memberikan gangguan pada alur cerita daripada memberikan sokongan kualitas. Hal yang sama juga dirasakan pada iringan musik yang gampang sekali ditebak. Dan tren untuk menghadirkan sebuah versi “horor” dari sebuah lagu Indonesia klasik – yang kali ini dilakukan terhadap lagu Kisah Sedih di Hari Minggu? Please, grow up.

Dengan minim dan inkonsistennya penggalian kisah yang diberikan pada masing-masing karakter, tidak mengherankan untuk melihat para pemeran yang hadir dengan penampilan akting yang serba terbatas. Lihat saja bagaimana penampilan Maya – yang setelah The Doll 2 sekali lagi mengambil alih posisi dalam seri film yang dahulu dibintangi Aulia – atau Sugiono. Dua pemeran dengan kapasitas akting kaliber, Epy Kusnandar dan Jajang C. Noer, yang tampil sebagai pemeran pendukung dalam film ini bahkan diberikan kesempatan yang benar-benar sempit untuk berkisah. Keduanya hanya diberikan dialog ketika alur kisah membutuhkan sebuah penyingkapan misteri dari keduanya dan hampir tidak melakukan apapun lagi selain itu. Salah satu film terburuk untuk tahun ini.

popcornpopcorn3popcorn2popcorn2popcorn2

rumah-kentang-the-beginning-luna-maya-christian-sugiono-movie-posterRumah Kentang: The Beginning (2019)

Directed by Rizal Mantovani Produced by Rocky Soraya Written by Agam Suharto, Rocky Soraya Starring Luna Maya, Christian Sugiono, Jajang C Noer, Epy Kusnandar, Davina Karamoy, Nicole Rossi, Rayhan Vandennoort Music by Ricky Lionardi Cinematography Arfian Editing by Gita Miaji Studio Hitmaker Studios Running time 102 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s