Review: Mahasiswi Baru (2019)


Merupakan film arahan Monty Tiwa keempat yang dirilis tahun ini setelah Matt & Mou, Pohon Terkenal, dan Pocong the Origin, Mahasiswi Baru berkisah mengenai seorang wanita bernama Lastri (Widyawati) yang berusaha mewujudkan impiannya untuk berkuliah. Dengan usianya yang kini tidak lagi muda, hasrat Lastri tersebut jelas mendapat tentangan dari anaknya, Anna (Karina Suwandi). Lastri memilih untuk mengacuhkan tentangan sang anak dan lantas mendaftarkan dirinya ke sebuah perguruan tinggi ternama di Yogyakarta. Sama dengan reaksi yang didapatkannya dari Anna, kehadiran sosok Lastri yang memiliki usia jauh lebih tua dari para mahasiswa di perguruan tinggi tersebut juga menghasilkan tatapan aneh dan menjadi perbincangan banyak pihak. Beruntung, semangat Lastri dalam menjalani mimpinya tidak luntur begitu saja. Lastri bahkan berhasil membentuk jalinan persahabatan erat dengan Danny (Morgan Oey), Sarah (Mikha Tambayong), Erfan (Umay Shahab), dan Reva (Sonia Alyssa) yang semakin membuat masa perkuliahan Lastri semakin menyenangkan. Namun, ketika dirinya gagal untuk meraih nilai yang memuaskan pada semester pertamanya berkuliah, Lastri harus menghadapi ancaman akan dikeluarkan dari dekan fakultasnya, Chaerul Umam (Slamet Rahardjo).

Premis yang ditawarkan oleh film yang naskah ceritanya digarap oleh Tiwa bersama dengan Jujur Prananto (Doremi & You, 2019) dan Sarahero ini memang harus cukup cerdas. Widyawati menghadirkan penampilan komikalnya dalam peran sebagai sosok wanita paruh baya yang untuk pertama kali menginjakkan kakinya di dunia perkuliahan? Juara! Performa Widyawati memang menjadi penyokong utama kualitas pengisahan Mahasiswi Baru. Aktingnya yang lugas membuat sosok Lastri yang ia perankan menjadi mudah untuk disukai – baik ketika karakter tersebut terlibat dalam adegan-adegan bernuansa komedi maupun ketika karakter Lastri tampil dalam momen dramatis yang emosional. Chemistry yang dijalin Widyawati bersama dengan barisan pemeran film lainnya juga tampil hangat dan meyakinkan. Kesan tersebut juga semakin menguat ketika Widyawati tampil berdampingan dengan Rahardjo. Elemen yang menjadikan alur kisah romansa antara kedua karakter yang mereka perankan menjadi begitu menawan.

Terlepas dari penampilan apik Widyawati, Mahasiswi Baru, sayangnya, gagal untuk dikembangkan secara lebih matang. Seusai memperkenalkan tatanan konflik awal dan karakter-karakter yang akan mengisi linimasa penceritaannya, film ini lantas membariskan berbagai konsep pengisahan yang melibatkan masing-masing karakter namun tidak pernah mampu memberikan bangunan kisah yang lebih kuat. Kisah tentang karakter Lastri yang mengejar impiannya untuk berkuliah secara perlahan tergerus oleh kisah romansa yang terbentuk antara dirinya dengan karakter Chaerul Umam. Kisah-kisah sampingan tentang hubungan antara karakter Sarah dengan sang ayah, kehidupan pribadi dari karakter Reva, sosok karakter Erfan yang begitu kritis, hingga karakter Danny – yang diperankan secara begitu “mengganggu” oleh Oey – yang sepertinya tenggelam akan kepopulerannya di dunia maya dihadirkan secara selintas belaka. Tidak pernah tergali dengan dalam dan menarik.

Masih mentahnya pengelolaan berbagai kisah pendukung dalam penceritaan Mahasiswi Baru jugalah yang menjadi penyebab mengapa kisah persahabatan antara kelima karakter utama dalam film ini tidak pernah benar-benar terasa erat. Para pemerannya bisa saja menghadirkan sosok-sosok karakter yang dikisahkan begitu akrab satu dengan yang lain namun, di sisi lain, karakter-karakter yang mereka perankan tampil dengan ruang pemisah yang disebabkan karakterisasi maupun konflik yang dijalani oleh karakter mereka. Terasa dipaksakan untuk bersatu demi memberikan warna pengisahan yang lebih ramai. Problema pengisahan film masih ditambah dengan banyaknya oversimplifikasi terhadap berbagai masalah yang telah disajikan sebelumnya. Arahan Tiwa juga tidak terasa istimewa – sesekali berhasil tampil dengan eksekusi kuat pada elemen komedi cerita namun lebih sering terbata-bata untuk menemukan ritme yang tepat bagi jalan cerita secara keseluruhan. [C-]

mahasiswi-baru-widyawati-film-indonesia-movie-posterMahasiswi Baru (2019)

Directed by Monty Tiwa Produced by Ferry Ardian Written by Jujur Prananto, Sarahero, Monty Tiwa Starring Widyawati, Morgan Oey, Mikha Tambayong, Umay Shahab, Sonia Alyssa, Slamet Rahardjo, Karina Suwandi, Iszur Muchtar, Ence Bagus Music by Andi Rianto Cinematography Jimmy Opa Edited by Ahsan Adrian Production company MNC Pictures Running time 96 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s