Review: Hit & Run (2019)


Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Fajar Putra S dan Upi (My Stupid Boss 2, 2019), film terbaru arahan Ody C. Harahap (Orang Kaya Baru the Movie, 2019), Hit & Run, mencoba memadukan elemen aksi dengan komedi. Jalan ceritanya sendiri berfokus pada sosok polisi bernama Tegar (Joe Taslim) yang tidak hanya merupakan seorang polisi berprestasi namun juga menyandang gelar selebriti karena reality show popular bernama Hit & Run yang ia bintangi. Dalam salah satu tugas yang diberikan padanya, Tegar menangkap seorang penjual narkotika dan obat-obatan terlarang palsu, Lio (Chandra Liow), yang diduga memiliki hubungan kerjasama dengan Coki (Yayan Ruhian) yang merupakan seorang pimpinan gembong penjual narkotika dan obat-obatan terlarang yang baru saja melarikan diri dari penjara dan kini menjadi salah satu orang yang paling dicari oleh pihak kepolisian. Lio ternyata tidak memiliki hubungan langsung dengan Coki. Namun, melalui perantaraan Lio, Tegar kemudian menemukan beberapa petunjuk yang mampu membawanya untuk berhadapan langsung dengan Coki.

Harus diakui, sebagai sebuah film yang berusaha untuk menyandingkan unsur aksi dan komedi dalam linimasa pengisahannya, Hit & Run tidak pernah benar-benar mampu menghadirkan jalinan pengisahan yang cukup kuat maupun menarik. Kegagalan tersebut sebagian besar disebabkan oleh lemahnya kualitas penceritaan film – khususnya ketika Hit & Run berusaha untuk tampil melucu. Lebih banyak guyonan yang terasa hambar dan, sialnya, ketika beberapa guyonan mulai terasa menghibur, Hit & Run malah “mengeksploitasi” guyonan tersebut dan menyajikannya secara berlebihan sehingga akhirnya terasa menjengkelkan. Pengelolaan cerita yang setengah matang juga dapat dirasakan pada pengembangan konflik dan karakter yang disajikan di sepanjang film. Daripada mampu menyajikan sebuah jalinan pengisahan yang utuh, Hit & Run lebih sering terasa hidup dari momen ke momen dalam jalan pengisahannya. Kadang berhasil meskipun kemudian harus dieksekusi dengan penataan gambar antar momen yang seringkali terasa cukup kasar.

Dibantu dengan kehadiran Taslim dan Ruhian – yang jelas akan mengingatkan banyak orang pada adegan pertarungan final legendaris mereka dalam The Raid (Gareth Evans, 2012) – serta dukungan tata koreografi aksi arahan Uwais Team – yang sebelumnya turut merancang deretan adegan pertarungan dalam film-film seperti Headshot (Timo Tjahjanto, 2016) dan Mile 22 (Peter Berg, 2018) – sajian aksi dalam Hit & Run memang menjadi elemen krusial bagi detak kehidupan penceritaannya. Pengarahan yang diberikan Harahap memang seringkali menjadikan Hit & Run terbata dalam penyampaiannya. Meskipun begitu, elemen aksi dalam film ini selalu mampu tampil gemilang – bahkan ketika Harahap secara tiba-tiba mengubah nada pengisahan Hit & Run secara drastis di paruh ketiganya dan menyajikan adegan perkelahian tersebut dalam durasi yang cukup panjang serta dengan sentuhan kekerasan yang cukup eksplisit.

Selain elemen aksinya, departemen akting film menjadi alasan lain mengapa Hit & Run masih mampu menghadirkan beberapa momen menyenangkan. Dengan kharismanya, Taslim menunjukkan bahwa dirinya adalah aktor yang cukup luwes ketika diharuskan beraksi dalam lingkungan cerita yang bernuansa komedi – meskipun Taslim sempat “tergelincir” akibat artikulasinya yang kurang begitu jelas dalam beberapa dialog yang ia sampaikan. Tatjana Saphira juga berhasil tampil kuat dalam kapasitas pengisahan karakter yang terbatas. Hal serupa yang juga dapat dirasakan dari penampilan bernuansa antagonis dari Karina Suwandi. Dengan kemampuan dan kehandalannya yang telah teruji sebagai seorang bintang utama, cukup mengherankan melihat Hit & Run tidak memanfaatkan kehadiran Nichol secara lebih maksimal. Nichol mampu mencuri perhatian dengan memberikan penampilan terbaik dalam setiap adegan yang melibatkan kehadiran karakternya. Penampilan Ruhian, Liow, Mathias Muchus, dan Tika Panggabean juga memberikan dukungan pada kualitas keseluruhan departemen akting film. [C-]

hit-n-run-joe-taslim-film-indonesia-movie-posterHit & Run (2019)

Directed by Ody C. Harahap Produced by  Sukhdev Singh, Wicky V, Olindo Written by Upi, Fajar Putra S. Starring  Joe Taslim, Chandra Liow, Tatjana Saphira, Jefri Nichol, Nadya Arina, Yayan Ruhian, Reza Aditya, Qausar Harta Yudana, Peter Taslim, Simone Julia, David Hendrawan, Novi Rahmat Hidayat, Karina Suwandi, Mathias Muchus, Caitlin North Lewis, Tika Panggabean, Aufa Assegaf, Dayu Wijanto, Mardi Sulaiman, Tanta Ginting Music by Fajar Yuskemal, Aria Prayogi Cinematography Padri Nadeak Edited by Aline Jusria Production companies Screenplay Films/Legacy Pictures/Bukalapak Pictures/Nimpuna Sinema/CJ Entertainment Running time 114 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s