Review: Si Doel the Movie 2 (2019)


Tahun lalu, setelah lebih dari satu dekade semenjak berakhirnya masa tayang serial televisi Si Doel Anak Sekolahan, Rano Karno menghidupkan kembali karakter ikonik Kasdoellah atau Doel yang pernah ia perankan lewat Si Doel the Movie (2018). Dengan naskah cerita yang juga ditulis oleh Karno, Si Doel the Movie melanjutkan kembali pengisahan yang dahulu sempat diakhiri pada serial televisinya dengan kembali menghadirkan barisan pemeran yang sama, seperti Mandra, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Suty Karno, hingga Aminah Cendrakasih. Dengan garapan drama yang kuat serta sentuhan elemen nostalgia yang begitu kental akan masa kejayaan serial televisi Si Doel Anak Sekolahan di masa lampau, Si Doel the Movie mampu meraih kesuksesan yang cukup besar: film tersebut berhasil mendapatkan tanggapan positif dari banyak kritikus film, naskah ceritanya mendapatkan nominasi Penulis Skenario Adaptasi Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2018, sementara filmnya sendiri sukses memikat lebih dari 1.7 juta penonton di sepanjang masa rilisnya di layar bioskop. Not bad.

Kesuksesan tersebut kini coba dilanjutkan lewat Si Doel the Movie 2 yang masih menempatkan Karno sebagai seorang sutradara, penulis naskah, serta kembali memerankan sang karakter utama. Jika film sebelumnya menempatkan fokus pada pertemuan kembali Doel (Karno) dengan Sarah (Agatha), maka Si Doel the Movie 2 memberikan perhatiannya pada karakter Zaenab (Koesnaedi) dan usahanya untuk menerima kenyataan bahwa pria yang dicintainya kini telah bertemu kembali dengan sosok wanita yang begitu berarti dalam kehidupannya. Zaenab sebenarnya telah bersiap untuk mundur dari kehidupan Doel jika nantinya Doel lebih memilih untuk rujuk bersama Sarah daripada mempertahankan hubungannya dengan Zaenab. Namun, tetap saja, sebagai seorang perempuan, hati Zaenab dilanda kegalauan hebat, khususnya setelah mengetahui bahwa Sarah dan anaknya, Dul (Rey Bong), akan terbang dari Belanda kembali ke Indonesia untuk menemui Doel.

Merupakan sekuel pertama dari dua sekuel yang direncanakan Karno untuk Si Doel the Movie, Si Doel the Movie 2, sayangnya, lebih terasa sebagai sebuah jembatan cerita bagi sekuel berikutnya daripada sebagai sebuah kelanjutan dari cerita film sebelumnya. Hampir tidak ada… Nope, sama sekali tidak ada konflik yang benar-benar baru maupun berarti yang mampu diangkat Karno dalam naskah cerita Si Doel the Movie 2 yang digarapnya. Jalan di tempat. Si Doel the Movie mungkin sukses memanfaatkan elemen nostalgia akan serial televisinya untuk menghadirkan jalinan kisah yang sebenarnya telah begitu familiar. Ketika perlakuan yang sama diterapkan Karno untuk Si Doel the Movie 2, yang hanya menyoroti soal kegalauan ketiga karakter utamanya mengenai masa depan hubungan asmara mereka, kisah tersebut telah kehilangan daya tariknya dan lantas berakhir hambar. Karno bahkan tidak begitu peduli untuk menciptakan garisan konflik pendukung untuk mengisi konflik utama filmnya. Kisah cinta segitiga antara karakter Doel, Sarah, dan Zaenab menjadi melelahkan untuk diikuti dan berkesan hanya dipanjang-panjangkan tanpa guna yang berarti.

Fokus yang diberikan pada karakter Zaenab mungkin menjadi satu-satunya hal yang membuat Si Doel the Movie 2 masih mampu hadir dengan beberapa momen dramatis yang kuat. Ketika karakter Sarah kini dikesampingkan alur ceritanya dan karakter Doel masih tampil dengan karakterisasi yang datar dengan jangkauan emosi yang terbatas dan dialog yang minimalis, kegalauan hati dari karakter Zaenab menjadi tenaga bagi Si Doel the Movie 2 untuk tetap bergerak – walau dengan wilayah langkah yang cukup sempit. Alur pengisahan untuk karakter Zaenab sendiri sebenarnya tidak terlalu istimewa. Karakternya hanya dikisahkan “kebingungan” akan isi hati dan keputusan yang akan diambil mengenai kisah cinta yang dijalaninya. Meskipun begitu, penampilan prima Koesnaedi menjadikan banyak momen dalam penceritaan karakter Zaenab menjadi begitu menyentuh secara emosional. Koesnaedi adalah nyawa dan jiwa yang sangat dibutuhkan dari penceritaan Si Doel the Movie 2.

Momen-momen komedi dalam film ini masih bertumpu pada interaksi yang dilakukan oleh karakter Mandra (Mandra) dan Atun (Suty Karno). Meskipun tak lagi tampil sesegar jalinan komedi di film sebelumnya, penampilan komikal Mandra dan Suty Karno setidaknya cukup menjaga film ini untuk dapat menghadirkan beberapa sentuhan segar di sepanjang presentasinya. Secara keseluruhan, Si Doel the Movie 2 adalah sebuah pengulangan cerita yang kini terasa terlalu monoton dan dihadirkan dengan pengarahan yang gagal untuk memberikan kehidupan yang berarti bagi kisah cinta segitiga yang mulai terasa jenuh ini. Get your shit together and make up your damn mind already, Doel! [C-]

si-doel-the-movie-2-film-indonesia-movie-posterSi Doel the Movie 2 (2019)

Directed by Rano Karno Produced by Frederica Written by Rano Karno Starring Rano Karno, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Mandra, Suty Karno, Aminah Cendrakasih, Adam Jagwani, Rey Bong, Ahmad Zulhoir Mardia, Nabila Bintang Music by Purwacaraka Cinematography Iqra Sembiring Editing by Sentot Sahid, Hengky Christ Studio Karnos Film/Falcon Pictures Running time 95 minutes Country Indonesia Language Indonesian

One thought on “Review: Si Doel the Movie 2 (2019)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s