Review: Hotel Mumbai (2019)


Merupakan film yang menjadi debut pengarahan bagi sutradara asal Australia, Anthony Maras, Hotel Mumbai adalah sebuah film yang mencoba untuk merekonstruksi menit-menit horor terjadinya serangan terorisme di kota Mumbai, India pada tahun 2008 dengan fokus utama diberikan pada serangan yang terjadi pada The Taj Mahal Palace Hotel yang merupakan salah satu hotel tertua di India. Jalan ceritanya sendiri menjadikan beberapa karakter sebagai penentu arah pengisahan film: pasangan David (Armie Hammer) dan Zahra (Nazanin Boniadi) yang menginap di hotel tersebut bersama anak mereka dan pengasuhnya, Sally (Tilda Cobham-Hervey); seorang pramusaji bernama Arjun (Dev Patel) yang bekerja di bawah arahan atasannya, Chef Hemant Oberoi (Anupam Kher); serta seorang mantan anggota militer Rusia, Vasili (Jason Isaacs), yang merupakan pengunjung tetap hotel tersebut dan telah dikenal dengan sikap arogannya. Bersama dengan ratusan penghuni The Taj Mahal Palace lainnya, karakter-karakter tersebut terjebak selama empat hari di dalam hotel ketika sekelompok anggota teroris datang dan mulai melakukan aksi sadisnya.

Dengan naskah cerita yang digarap Maras bersama dengan John Collee (The Legend of Tarzan, 2016) dengan mengambil inspirasi yang didapat dari film dokumenter Surviving Mumbai (2009) arahan Victoria Midwinter Pitt yang juga membahas tentang tragedi yang sama, Hotel Mumbai sebenarnya sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru maupun segar dalam eksekusi pengisahannya. Meskipun begitu, Maras dan Collee jelas sangat mengerti apa yang ingin mereka capai melalui presentasi filmnya. Hotel Mumbai digarap untuk “menjebak” penontonnya untuk dapat merasakan bagaimana berada dalam sebuah situasi krisis yang teramat buruk – bahkan lebih buruk, situasi krisis dimana penonton berada dalam sebuah serangan teroris. Naskah yang disajikan Maras dan Collee tampil padat. Ketika film-film lain bertema sama terasa bagaikan kumpulan kisah dari beberapa karakter yang kemudian terjebak dalam situasi yang sama, Maras dan Collee melewatkan elemen tersebut dan langsung menggambarkan serangan teror segera setelah para karakter teroris digambarkan berada di lokasi serangan mereka pada awal pengisahan film.

Tentu, pilihan untuk memberikan fokus utuh pada rangkaian serangan yang dilakukan oleh sederetan karakter teroris seakan membuat Hotel Mumbai lupa untuk memberikan penggalian kisah pada karakter-karakter yang dihadirkan di linimasa penceritaannya. Naskah cerita Maras dan Collee bahkan tidak pernah memberikan keterangan yang jelas mengapa karakter-karakter teroris melakukan aksinya – penonton hanya diberikan beberapa petunjuk melalui rangkaian sempalan dialog yang diucapkan para karakter tersebut. Namun, bukankah setiap serangan teror berlangsung dengan kesan yang sama? Brutal dan terjadi secara acak pada siapapun yang “berada di tempat dan waktu yang salah” di kala tersebut? Konsep inilah yang digunakan dan dimanfaatkan secara baik oleh Maras. Setiap elemen teror dieksekusi secara lugas, tegas, dan cepat, dengan hanya menyisakan sedikit ruang untuk elemen drama dan membuka luas jalan untuk menghadirkan teror ketegangan pada setiap penonton. Sebuah tata pengarahan yang cerdas dan efektif untuk bangunan pengisahan yang ingin disampaikan oleh Hotel Mumbai.

Miskinnya lapisan pengisahan pada barisan karakter yang hadir dalam film ini tidak lantas membuat karakter-karakter dalam jalan cerita film disajikan secara dangkal. Maras dan Collee mampu membentuk barisan karakter yang begitu manusiawi – bahkan pada sosok karakter-karakter teroris – yang jelas membantu untuk membangun elemen ketegangan film sekaligus menghadirkan beberapa elemen emosional yang kuat. Beruntung, Collee mendapatkan barisan pemeran yang mampu membuat departemen akting filmnya hadir dengan kualitas yang solid. Hammer, Boniadi, Cobham-Hervey, hingga Isaacs hadir dengan penampilan akting terbaik mereka. Amandeep Singh yang berperan sebagai salah satu karakter teroris bernama Imran mampu menghadirkan sosok karakter dengan transformasi emosional paling kompleks di film ini. Karakternya dikisahkan mengalami krisis kepercayaan atas tindakan yang ia dan kawanannya lakukan dan Singh sukses menghadirkan elemen tersebut dengan meyakinkan. Patel dan Kher adalah penampilan akting terbaik yang tampil dalam Hotel Mumbai. Keduanya mampu membuat karakter-karakter yang mungkin terasa klise dalam film sejenis namun tetap berhasil menyita begitu banyak perhatian.

Kesuksesan utama dari Hotel Mumbai – dan United 93 (Paul Greengrass, 2006) – adalah film ini tidak membiarkan elemen teror yang menjadi inti pengisahannya hanya menjadi sebuah sajian hiburan bagi penontonnya. Tidak ada momen dalam film ini yang mampu membuat penonton benar-benar yakin bahwa aksi teror yang dikisahkan akan dapat dikalahkan oleh “sang pahlawan.” Yang ada, penonton menjadi saksi mata bagaimana sejumlah karakter berusaha bertahan hidup atau – seperti yang digambarkan pada beberapa sosok karakter – tetap berusaha bertahan hidup namun tetap menggiring sentuhan manusiawi dalam diri mereka dengan juga berusaha menyelamatkan para korban lainnya. Melalui Hotel Mumbai, Maras ingin menyampaikan pesannya: Inilah kondisi dunia yang kita tinggali saat ini. Inilah yang harus dilalui beberapa orang dalam keseharian mereka. Inilah yang dilakukan beberapa orang dalam kehidupan mereka. [B]

hotel-mumbai-movie-posterHotel Mumbai (2019)

Directed by Anthony Maras Produced by Basil Iwanyk, Gary Hamilton, Andrew Ogilvie, Jomon Thomas, Mike Gabrawy, Julie Ryan, Brian Hayes Written by John Collee, Anthony Maras Starring Dev Patel, Armie Hammer, Nazanin Boniadi, Anupam Kher, Tilda Cobham-Hervey, Jason Isaacs, Alex Pinder, Amandeep Singh, Suhail Nayyar, Natasha Liu Bordizzo, Angus McLaren, Yash Trivedi, Vipin Sharma, Manoj Mehra, Carmen Duncan Music by Volker Bertelmann Cinematography Nick Remy Matthews Edited by Peter McNulty, Anthony Maras Production company Thunder Road Pictures/Arclight Films/Electric Pictures/Xeitgeist Entertainment Group Running time 125 minutes Country Australia, India, United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s