Review: Johnny English Strikes Again (2018)


He’s back! Merupakan film pertamanya dalam tujuh tahun, Rowan Atkinson kembali hadir untuk memerankan salah satu karakter ikoniknya – No, not that oneJohnny English, yang sebelumnya telah ia perankan lewat Johnny English (Peter Howitt, 2003) dan Johnny English Reborn (Oliver Parker, 2011). Masih mengedepankan ritme pengisahan sebagai parodi dari film-film aksi bertema spionase, Johnny English Strikes Again berkisah mengenai Johnny English (Atkinson), yang telah pensiun menjadi agen rahasia MI7 dan kini bekerja sebagai seorang guru, namun kemudian dipanggil kembali oleh negara melalui perintah sang Perdana Menteri (Emma Thompson) akibat terjadinya sebuah serangan siber yang menyerang dan kemudian membuka identitas seluruh agen rahasia milik MI7. Bersama dengan sahabatnya, Jeremy Bough (Ben Miller), Johnny English ditugaskan untuk menyelidiki siapa dalang dibalik terjadinya serangkaian serangan siber tersebut. Tugas tersebut membawa Johnny English ke Perancis dimana ia berkenalan dengan Ophelia (Olga Kurylenko), seorang wanita cantik yang ternyata juga merupakan agen rahasia asal Rusia dan berupaya agar Johnny English gagal dalam menjalankan misi spionasenya.

Mereka yang telah familiar dengan pengisahan seri film Johnny English – yang sebenarnya tidak pernah benar-benar mampu meraih sukses secara kritikal maupun secara komersial selama masa perilisannya namun terus diproduksi – jelas telah mengerti pola pengisahan maupun guyonan yang akan disajikan dalam Johnny English Strikes Again. Merupakan debut pengarahan film layar lebar bagi sutradara asal Inggris, David Kerr, Johnny English Strikes Again memang tidak menghadirkan penceritaan yang benar-benar baru bagi para penontonnya. Naskah cerita yang ditulis oleh William Davies (Puss in Boots, 2011) masih dengan setia mempertahankan karakteristik sang karakter utama yang dapat digambarkan sebagai gabungan antara karakter James Bond dengan karakter komikal ikonik nan legendaris yang pernah diperankan oleh Atkinson – Yes, that one – juga dengan barisan guyonan yang juga tidak begitu banyak berubah. Masih mampu menggelitik walau lebih sering terasa hambar.

Atkinson dan kemampuannya dalam mengeksekusi adegan-adegan komedi – yang sering dipamerkannya lewat gestur tubuh dan wajahnya – memang masih menjadi keunggulan utama bagi film ini. Pada banyak bagian, kehandalan Atkinson tersebut menghasilkan banyak momen menyenangkan. Namun, di saat yang bersamaan, naskah cerita yang terlalu bergantung pada elemen komikal bawaan Atkinson kemudian seringkali terasa dangkal ketika mengeksplorasi karakter maupun plot lain yang berada di dalam linimasa penceritaan. Tidak mengherankan jika kemudian Johnny English Strikes Again tampil bagai kumpulan sketsa-sketsa komedi bertemakan spionase yang diperankan oleh Atkinson daripada tampil sebagai sebuah pengisahan komedi yang utuh.

Terlepas dari karakter-karakter yang tergolong dangkal, para pemeran pendukung film ini setidaknya mampu memberikan penampilan yang cukup menyenangkan untuk mendukung atmosfer pengisahan komedi film. Kurylenko mampu menjelma menjadi sosok agen rahasia yang menarik. Begitu pula dengan Jake Lacy yang akan berhasil membuat penonton menebak bagaimana posisi karakter Jason Volta yang ia perankan dalam film ini. Thompson dan Miller juga berhasil secara efektif menyumbangkan banyak momen komedi bagi Johnny English Strikes Again. Cukup disayangkan bila kemudian penampilan akting mereka terkesan tidak termanfaatkan dengan baik akibat minimalisnya porsi pengisahan dari deretan karakter yang mereka perankan. [C-]

johnny-english-strikes-again-rowan-atkinson-movie-posterJohnny English Strikes Again (2018)

Directed by David Kerr Produced by Chris Clark, Tim Bevan, Eric Fellner, Rowan Atkinson, Rafaël Benoliel Written by William Davies (screenplay), Neal Purvis, Robert Wade, William Davies (characters) Starring  Rowan Atkinson, Olga Kurylenko, Ben Miller, Adam James, Emma Thompson, Jake Lacy, Pippa Bennett-Warner, Miranda Hennessy, Irena Tyshyna, David Mumeni, Tuncay Gunes, Samantha Russell, Nick Owenford, Junichi Kajioka, Matthew Beard, Charles Dance Music by Howard Goodall Cinematography Florian Hoffmeister Edited by Tony Cranstoun Studio StudioCanal/Working Title Films/Perfect World Pictures Running time 89 minutes Country France, United Kingdom Language English

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s