Review: 7 Days (2018)


Ditulis dan diarahkan oleh Panjapong Kongkanoy (The Moment, 2017), 7 Days berkisah mengenai hubungan romansa yang terjalin antara seorang juru masak, Tan (Kan Kantathavorn), dengan seorang kritikus masakan, Meen (Nittha Jirayungyurn), yang telah berjalan selama lima tahun. Tan sebenarnya telah berniat untuk melamar Meen dan membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan namun tuntutan karir ternyata mengharuskannya untuk pindah ke kota New York, Amerika Serikat – sebuah kenyataan yang kemudian membuat keduanya terlibat dalam adu argumen yang panjang. Sebuah peristiwa aneh kemudian terjadi. Keesokan harinya, ketika Tan terbangun dari tidurnya, Tan menyadari bahwa dirinya terbangun dalam tubuh sosok yang bukan dirinya. Parahnya, Tan sama sekali tidak dapat mengingat hal apapun yang terjadi sebelum peristiwa aneh tersebut menimpa dirinya. Tentu saja, kini Tan harus berusaha untuk menemukan jalan agar jiwanya dapat kembali ke tubuhnya.

Entah disengaja atau tidak, premis yang ditawarkan oleh 7 Days memang memiliki kemiripan dengan garis besar pengisahan dari film The Beauty Inside (Baik, 2015) – yang sendirinya didasarkan dari sebuah serial internet berjudul sama arahan Drake Doremus yang dirilis pada tahun 2012 – atau Every Day (Michael Sucsy, 2018) – yang dibuat berdasarkan novel karangan David Levithan berjudul sama yang juga dirilis pada tahun 2012. 7 Days memulai kisahnya pada paruh pertengahan cerita – dimana karakter Tan dikisahkan telah terbangun pada sosok tubuh yang bukan dirinya – untuk kemudian melengkapi potongan-potongan kisah perjalanan hubungan romansa antara kedua karakter utama melalui adegan-adegan kilas balik yang dihadirkan melalui perantaraan setiap tubuh yang “dihinggapi” oleh karakter Tan. Plot tersebut secara perlahan juga berguna untuk membuka benang merah mengenai hubungan antara setiap karakter dengan sebuah pelintiran cerita yang nantinya dihadirkan Kongkanoy di paruh akhir penceritaan.

Sayangnya, tidak begitu banyak hal yang dapat disampaikan Kongkanoy melalui jalan cerita filmnya. Jalinan romansa yang terbentuk antara karakter Tan dan karakter Meen tidak pernah mampu dikembangkan secara matang. Hubungan tersebut – yang seharusnya menjadi modal terbesar bagi film ini untuk mengikat perhatian para penontonnya – justru sering terkesampingkan dengan konflik-konflik lain yang hadir di sepanjang presentasi film, mulai dari usaha dari karakter Tan untuk benar-benar menyadari peristiwa aneh yang sedang terjadi pada dirinya (yang benar-benar menyita waktu dan sebenarnya sama sekali tidak memberikan efek pengisahan yang berarti) hingga berbagai insiden kecil dari tiap-tiap karakter yang “dihinggapi” oleh jiwa dari karakter Tan yang juga tidak berhasil dikemas dengan menarik. Hasilnya, dengan presentasi yang diulur hingga 124 menit yang cukup melelahkan, 7 Days tampil datar dan tanpa sentuhan emosional yang kuat pada setiap bagiannya.

Permasalahan miskinnya chemistry yang terbentuk antara Kantathavorn dan Jirayungyurn juga harus diakui turut menjadi penghalang bagi 7 Days untuk mampu menebarkan daya tarik yang lebih meyakinkan. Selain didorong oleh faktor minimnya waktu yang dihabiskan oleh kedua pemeran secara bersama, Kantathavorn dan Jirayungyurn juga gagal untuk mengolah jalinan hubungan yang terbentuk antara karakter yang mereka perankan agar terasa lebih dinamis. Jirayungyurn bahkan lebih terlihat lebih nyaman ketika dirinya mendampingi karakter yang diperankan oleh Ananda Everingham. Meskipun tampil dalam potongan pengisahan yang lebih singkat, chemistry antara Jirayungyurn dan Everingham tampil lebih dinamis. Penampilan para pengisi departemen akting lainnya tidak buruk – meskipun hadir dalam karakter yang memiliki porsi pengisahan yang terbatas. Bukan sebuah pengisahan romansa yang cukup mengesankan. [C-]

7-days-thai-movie-poster7 Days (2018)

Directed by Panjapong Kongkanoy Written by Panjapong Kongkanoy Starring Nittha Jirayungyurn, Kan Kantathavorn, Ananda Everingham, Angpao Thanyakorn Kulyawuthipong, Boy Trai Phumirat, Lorenzo De Stefano, Teywan Sapsaenyakorn, Pongpitch Preechaborisutkul Edited by Nitipod Kositngamdeewongse Studio Tech Thailand Running time 124 minutes Country Thailand Language Thai

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s