Review: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)


Seperti halnya In Bruges (2008) maupun Seven Psychopaths (2012), film terbaru arahan Martin McDonagh, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri, adalah sebuah paduan yang eksentrik antara black comedy dan crime drama dengan sentuhan pengisahan yang kental akan pengaruh berbagai isu sosial maupun politik. Dengan naskah cerita yang juga ditulisnya sendiri, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri berkisah mengenai Mildred Hayes (Frances McDormand) yang baru saja kehilangan puterinya dalam sebuah peristiwa kejahatan tragis. Delapan bulan semenjak tragedi tersebut dan pihak kepolisian masih belum dapat menemukan sosok tersangka, Mildred Hayes akhirnya memilih untuk mengambil tindakan sendiri: ia menyewa tiga papan reklame berukuran raksasa untuk menyampaikan perasaan kecewanya pada kinerja pihak kepolisian melalui tulisan “RAPED WHILE DYING / AND STILL NO ARRESTS / HOW COME, CHIEF WILLOUGHBY?” Jelas saja, tulisan tersebut kemudian menghasilkan provokasi pada masyarakat sekitar dan, khususnya, para anggota satuan kepolisian yang merasa bahwa Sheriff Bill Willoughby (Woody Harrelson) telah melakukan banyak hal untuk memecahkan kasus tersebut meskipun akhirnya gagal dalam menemukan jalan penyelesaiannya. Secara perlahan, Mildred Hayes mulai kehilangan rasa simpati dari banyak orang yang selama ini masih begitu memperhatikan keberadaannya.

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri sendiri sebenarnya tidak bekerja secara utuh sebagai sebuah crime drama. Kisah pemerkosaan dan pembunuhan puteri dari karakter Mildred Hayes serta proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap kasus tersebut lebih sering digunakan McDonagh sebagai penghantar bagi deretan konflik maupun plot lain dalam jalan cerita Three Billboards Outside Ebbing, Missouri daripada sebagai fokus utama film. Di saat yang bersamaan, McDonagh secara cerdas berhasil menggulirkan cerita yang terkesan sebagai refleksi kondisi sosial di era sekarang dimana setiap tindakan kebencian kemudian dibalas dengan tindakan kebencian lainnya yang akhirnya justru merusak tatanan sosial di kalangan itu sendiri. Terdengar serius namun, tentu saja, McDonagh menghadirkannya dengan elemen black comedy yang akan mampu membuat setiap penonton tertawa lepas – yang kemungkinan besar akan diikuti perasaan bahwa mereka sebenarnya sedang menertawakan kondisi diri mereka sendiri.

Layaknya film-film garapan McDonagh lainnya, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri sama sekali tidak tertarik untuk memberikan ikatan emosional pada penontonnya melalui pengisahan yang sentimental. McDonagh menyajikan dialog-dialognya melalui deretan bahasa yang seringkali terdengar kasar, adegan-adegan bernuansa kekerasan yang cenderung brutal, serta karakter-karakter dengan kelakuan yang eksentrik. Bukan berarti jalan cerita film ini tampil dengan pendekatan yang dangkal. Seiring dengan perjalanan durasinya, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri terus mematahkan setiap asumsi penonton tentang para karakternya. Mereka yang awalnya terlihat sebagai sosok korban dan protagonis ternyata mampu hadir dengan sisi gelap kehidupannya. Begitu pula dengan para karakter yang dianggap antagonis dan ternyata mampu disajikan dengan sentuhan humanis yang kuat. Sebuah cerminan karakter yang seringkali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang lantas mampu menjadi batu pijakan bagi setiap penonton untuk terhubung pada kisah yang disajikan McDonagh.

Meskipun begitu, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri tidak selalu mampu hadir dengan pengisahan yang lancar. Setelah berjalan dengan kecepatan tinggi pada paruh awal film, film ini terasa melamban dan kehilangan keseimbangannya pada bagian pertengahan. Hal yang sama juga dapat dirasakan pada paruh ketiga film dimana proses rekonsiliasi yang terjalin antara dua karakter film terasa kurang matang dalam pengolahan latar belakang ceritanya. Sebuah kekurangan dalam kapasitas minor mengingat McDonagh tetap berhasil menyampaikan berbagai elemen pengisahan dalam filmnya mengenai hal-hal seperti isu rasisme, kebrutalan pihak kepolisian, hingga beberapa isu religius secara dinamis – dan menghibur, berkat sentuhan dark comedy McDonagh yang kental dan tetap terjaga hingga akhir pengisahan film.

Tentu saja, penampilan para pengisi departemen akting film ini menjadi kunci utama mengapa Three Billboards Outside Ebbing, Missouri tampil begitu nyata dan mengikat dalam bercerita. McDormand menghadirkan Mildred Hayes sebagai sosok karakter yang penuh kemarahan akibat ketidakadilan yang dialami puterinya namun tetap dengan penampilan tenang yang mampu membuatnya tetap hadir dengan pemikiran jernih. Sebagai seorang ibu, apa yang dialami karakter Mildred Hayes jelas menghadirkan beberapa momen emosional – khususnya ketika jalan cerita film menggali lebih jauh mengenai jalinan hubungan karakter Mildred Hayes dengan puteranya, Robbie Hayes (Lucas Hedges), dan mantan suaminya, Charlie Hayes (John Hawkes) – dan McDormand mampu mengisi setiap elemen emosional yang dihadirkan oleh karakternya dengan sempurna. Salah satu penampilan terbaik untuk tahun ini.

Begitu halnya dengan Sam Rockwell. Berperan sebagai Officer Jason Dixon, sosok polisi dengan sikap brutal dan rasis, Rockwell mampu membuat karakternya begitu mudah untuk dibenci untuk penonton. Di saat yang bersamaan, ketika karakter tersebut menemukan sebuah titik balik dalam kehidupannya dan mulai menyadari kesalahannya, Rockwell dengan mudah menyajikan karakternya sebagai sosok yang begitu humanis. Harrelson yang berperan sebagai Sheriff Bill Willoughby juga memberikan penampilan yang mengesankan. Para pemeran lain seperti Hawkes, Hedges, Peter Dinklage, Abbie Cornish, Caleb Landry Jones, dan Samara Weaving memperkuat kualitas solid dari penampilan departemen akting film ini. [B]

three-billboards-outside-ebbing-missouri-movie-posterThree Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)

Directed by Martin McDonagh Produced by Graham Broadbent, Pete Czernin, Martin McDonagh Written by Martin McDonagh Starring Frances McDormand, Woody Harrelson, Sam Rockwell, John Hawkes, Peter Dinklage, Lucas Hedges, Abbie Cornish, Samara Weaving, Caleb Landry Jones, Clarke Peters, Darrell Britt-Gibson, Kathryn Newton, Kerry Condon, Željko Ivanek, Amanda Warren, Sandy Martin, Christopher Berry, Nick Searcy Music by Carter Burwell Cinematography Ben Davis Edited by Jon Gregory Production company Blueprint Pictures/Fox Searchlight Pictures/Film4 Productions/Cutting Edge Group Running time 115 minutes Country United States, United Kingdom Language English

Advertisements

4 thoughts on “Review: Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s