Review: Midnight Runners (2017)


Berkisah mengenai sepasang siswa akademi kepolisian yang terlibat dalam pengungkapan sebuah kasus kriminal dan disajikan dalam warna pengisahan komikal, Midnight Runners sekilas terdengar sebagai sebuah interpretasi dari 21 Jump Street (Phil Lord, Chris Miller, 2012). Tidak sepenuhnya salah. Namun, berbeda dengan film yang dibintangi Channing Tatum dan Jonah Hill tersebut, Midnight Runners secara tidak terduga turut menyertakan beberapa bagian pengisahan yang cukup terasa kelam dalam penceritaannya. And there’s absolutely nothing wrong with that. Dengan naskah cerita yang ditulis dan diarahkan oleh Kim Joo-Hwan (Koala, 2013) sekaligus mengandalkan chemistry yang luar biasa hangat dan sangat meyakinkan dari dua pemeran utamanya, Park Seo-joon dan Kang Ha-neul, Midnight Runners berhasil tampil sebagai sebuah buddy cop movie yang tidak hanya menghibur namun juga mampu memberikan beberapa komentar sosial yang kuat dalam presentasinya.

Midnight Runners memulai perjalanan kisahnya dengan memperkenalkan dua karakter utamanya, Hwang Ki-joon (Park) dan Kang Hee-yeol (Kang), yang baru saja lulus dan diterima masuk Korean National Police University. Suatu malam, ketika keduanya akan kembali ke asrama setelah bersenang-senang di akhir pekan, Hwang Ki-joon dan Kang Hee-yeol secara tidak sengaja menyaksikan aksi penculikan yang terjadi pada seorang gadis. Walau keduanya telah berusaha mengikuti mobil sang penculik dan bahkan sempat menemukan lokasi penyekapan, kedua pemuda tersebut gagal menyelamatkan sang gadis akibat kekurangan tenaga untuk melakukan perlawanan terhadap kawanan penculik. Sialnya, ketika keduanya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, keduanya harus melalui berbagai proses birokrasi yang jelas memperlambat usaha untuk menyelamatkan sang gadis. Tidak mau tinggal diam, Hwang Ki-joon dan Kang Hee-yeol akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan penyelamatan sendiri.

Kim sendiri sebenarnya tidak menawarkan sebuah jalinan pengisahan yang benar-benar baru pada Midnight Runners. Sebagai sebuah buddy cop movie, film ini dengan patuh mengikuti setiap formula pengisahan film-film sejenis yang telah begitu familiar: dua karakter yang awalnya tidak begitu menyukai satu sama lain – dua karakter tersebut kemudian menjalin persahabatan – menghadapi konflik utama yang menguji kemampuan sekaligus kekuatan persahabatan mereka – membuktikan kemampuan diri mereka. Tidak ada yang istimewa. Namun, adalah ketajaman insting Kim dalam mengasah sisi drama dan komedi untuk naskah cerita Midnight Runners yang mampu membuat film ini tetap berhasil untuk tersaji dengan penceritaan yang kuat. Kim berhasil menggali sisi personal kedua karakter utamanya sekaligus menghadapkan mereka dengan konflik yang dihadirkan dengan fokus yang utuh. Hasilnya, tidak hanya sisi komedi film ini tampil dengan kuat dan menghibur namun pengisahan drama yang ditawarkan juga dapat disajikan secara hangat dan meyakinkan.

Jika paruh pertama film ini diisi dengan elemen komedi yang cukup dominan, Midnight Runners kemudian hadir dengan nada penceritaan drama yang bernuansa serius dan kelam pada paruh kedua pengisahannya. Meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan unsur komedinya, paruh kedua Midnight Runners diisi dengan potongan-potongan drama yang cukup menyentuh serta beberapa komentar sosial tentang kekerasan pada perempuan hingga masalah perdagangan manusia yang harus diakui membuat film ini terasa berjalan dengan ritme pengisahan yang lebih lamban. Untungnya, pengarahan yang diberikan Kim tetap mampu menjaga dan mengikat perhatian penonton dengan baik. Beberapa adegan aksi yang hadir dalam jalan cerita juga berhasil dieksekusi dengan tata koreografi yang memukau. Jelas sebuah kualitas pengarahan yang layak diberikan apresiasi lebih.

Selain hadir dengan kualitas penceritaan dan pengarahan yang mumpuni, daya pikat Midnight Runners jelas juga datang dari penampilan akting kedua pemerannya. Baik Park dan Kang mampu menghidupkan kedua karakter mereka yang memiliki karakterisasi saling bertolak belakang dengan baik. Namun, adalah chemistry persahabatan antara kedua karakter yang mereka perankan yang membuat kehadiran kedua aktor tersebut menjadi begitu berarti. Park dan Kang mampu menterjemahkan jalinan persahabatan yang terjalin antara karakter Hwang Ki-joon dan Kang Hee-yeol dengan sangat meyakinkan sehingga dapat dengan mudah membentuk jalinan emosional terhadap penonton. Karakter-karakter lain dalam jalan cerita Midnight Runners memang tidak memiliki porsi pengisahan yang terlalu besar. Meskipun begitu, dengan penampilan yang meyakinkan dari seluruh jajaran pengisi departemen akting film ini, Midnight Runners tampil semakin solid dalam kualitas penceritaannya. [B]

midnight-runners-movie-posterMidnight Runners (2017)

Directed by Kim Joo-Hwan Produced by Lee Joon-Woo, Kim Jae-Joong Written by Kim Joo-Hwan Starring Park Seo-Joon, Kang Ha-Neul, Park Ha-Sun, Sung Dong-Il, Bae Yoo-Ram, Go Joon, Lee Ho-Jung, Lee Joon-Hyuk, Kang Min-tae Cinematography Jo Sang-Yoon Production company Movie Rock Running time 109 minutes Country Korean Language South Korea

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s