Review: Bad Genius (2017)


Masih ingat dengan The Perfect Score (Brian Robbins, 2004)? Film yang dibintangi Chris Evans dan Scarlett Johansson tersebut berkisah mengenai sekelompok remaja yang berusaha mencuri lembar jawaban dari materi ujian Scholastic Assessment Test agar mereka dapat diterima di universitas pilihan mereka masing-masing. Well… kisah yang hampir serupa kini dituturkan oleh Bad Genius, sebuah drama remaja arahan Nattawut Poonpiriya yang sebelumnya sukses menyutradarai film horor berjudul Countdown (2012) yang sempat terpilih untuk mewakili Thailand untuk berkompetisi pada kategori Best Foreign Language di ajang The 86th Annual Academy Awards. Meskipun memiliki premis pengisahan yang terdengar serupa, Bad Genius adalah sebuah presentasi cerita yang berbeda jika dibandingkan dengan The Perfect Score. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Poonpiriya bersama dengan Tanida Hantaweewatana dan Vasudhorn Piyaromna, Bad Genius dikemas sebagai sebuah drama dengan sentuhan banyak momen-momen cerdas nan menegangkan yang akan sanggup menghipnotis setiap penontonnya. Jelas tampil kuat sebagai salah satu film terbaik tahun ini.

Terinspirasi oleh banyaknya temuan kecurangan yang terjadi pada saat ujian sekolah di berbagai belahan dunia, Bad Genius berkisah mengenai seorang siswi cerdas bernama Lynn (Chutimon Chuengcharoensukying) yang baru saja pindah ke sebuah sekolah prestisius melalui bantuan beasiswa yang ia dapatkan berkat kecerdasannya. Di sekolah tersebut, Lynn lantas menjalin persahabatan dengan Grace (Eisaya Hosuwan), siswa berparas cantik dan baik hati namun memiliki kesulitan dalam mengikuti pelajaran-pelajaran di sekolahnya. Atas permintaan Grace, Lynn kemudian membantu gadis tersebut dalam pelajarannya dengan menjadi tutor pribadinya. Sayangnya, berbagai bantuan pengajaran yang diberikan Lynn gagal untuk dimengerti oleh Grace. Lynn akhirnya menyerah dan memutuskan untuk memberikan contekan pada Grace di saat ujian berlangsung. Kebaikan Lynn  tersebut ternyata menyebar dengan cepat di sekolah yang ternyata diisi oleh mayoritas anak-anak berada namun dengan tingkat kecerdasan yang kurang. Grace dan kekasihnya, Pat (Teeradon Supapunpinyo), lantas menyarankan Lynn untuk membantu para pelajar lainnya dengan memberikan contekan pada saat ujian dengan syarat agar mereka membayar bantuan Lynn  tersebut. Ide yang kemudian diterima dan dijalankan sebagai bisnis oleh Lynn. Membantu para pelajar sekolah dalam ujian sekolah mereka terbukti merupakan pekerjaan yang tidak terlalu menyusahkan bagi Lynn. Sebuah tantangan baru datang ketika Grace dan Pat meminta Lynn untuk membantu mereka dalam ujian masuk universitas bertaraf internasional dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi.

Bad Genius sendiri sebenarnya tidak menawarkan sebuah garisan penceritaan yang benar-benar baru. Naskah cerita yang digarap Poonpiriya, Hantaweewatana dan Piyaromna bertutur secara patuh pada aturan heist movie yang telah begitu familiar: perkenalan terhadap konflik utama yang akan dihadapi serta para karakter yang akan menjalankan rencana yang akan disusun, eksekusi terhadap rencana yang telah disusun serta akhirnya konflik internal antara para karakter yang nantinya akan menentukan nasib maupun hubungan antara karakter-karakter tersebut di masa yang akan datang. Familiar – terlepas dari beberapa sentuhan kisah bernuansa kritisi maupun “pesan moral” tentang kondisi dunia pendidikan di Thailand (dunia?) pada saat ini. Namun, selayaknya heist movie yang berkualitas, Poonpiriya berhasil memberikan pengarahan cerita yang sangat kuat, menghadirkan Bad Genius dalam ritme cerita yang begitu teratur sehingga sukses menciptakan banyak momen menegangkan yang akan sanggup membuat penontonnya menahan nafas. Penataan gambar yang tajam juga sangat membantu Bad Genius untuk tetap tampil mengikat dalam setiap menit durasi pengisahannya.

Kekuatan cerita Bad Genius juga berhasil diangkat dari kedalaman penggalian karakterisasi tokoh-tokoh yang tampil di sepanjang pengisahan film. Walau eksekusi dari rencana yang telah disusun oleh para karakter menjadi sajian utama yang paling menyita perhatian, Poonpiriya sama sekali tidak melupakan pentingnya kepribadian dari setiap karakter yang mengendalikan konflik-konflik dalam cerita. Lihat saja bagaimana karakter Lynn yang meskipun terlihat begitu tenang namun hadir dengan berbagai pemikiran “berbahaya” di kepalanya. Pendalaman kisah personal antara karakter Lynn dengan ayahnya (Thaneth Warakulnukroh) juga mampu menyumbangkan beberapa momen emosional dalam film. Begitu pula dengan karakter pasangan Grace dan Pat yang walau awalnya terasa sebagai karakter yang berpengaruh buruk pada karakter Lynn namun dihadirkan dengan karakterisasi yang begitu humanis sehingga tetap mudah untuk disukai penonton. Bad Genius juga menghadirkan karakter Bank (Chanon Santinatornkul) yang digambarkan memiliki kecerdasan yang setara dengan Lynn namun dengan kepribadian yang begitu misterius. Pewarnaan karakter yang kuat inilah yang semakin membuat film ini tampil semakin dinamis dalam berkisah.

Deretan karakter yang mampu digambarkan dengan baik tersebut juga berhasil dihidupkan oleh kesolidan kualitas penampilan para pengisi departemen akting film ini. Chuengcharoensukying, yang berperan sebagai Lynn dalam debut penampilan aktingnya, hadir tanpa cela dalam memberikan banyak dimensi karakter bagi sosok cerdas tersebut. Penampilan Chuengcharoensukying tidak hanya membuat karakternya tetap terasa hidup namun juga berhasil membuat penonton dapat merasakan berbagai dilema moral yang dihadapinya. Chemistry yang terjalin antara Chuengcharoensukying dengan Santinatornkul yang berperan sebagai karakter Bank dan Warakulnukroh yang berperan sebagai ayah bagi karakter Lynn juga hadir dengan begitu hangat dan meyakinkan. Penampilan-penampilan para pemeran pendukung lainnya juga hadir dengan kualitas berkelas yang berhasil menjadikan Bad Genius sebagai sebuah sajian cerdas yang sangat menyenangkan untuk terus diikuti pengisahannya. [B]

bad-genius-thai-movie-posterBad Genius (2017)

Directed by Nattawut Poonpiriya Produced by Vanridee Pongsittisak, Chenchonnee Soonthonsaratul, Suwimon Techasupinan, Weerachai Yaikwawong Written by Tanida Hantaweewatana, Vasudhorn Piyaromna, Nattawut Poonpiriya Starring Chutimon Chuengcharoensukying, Eisaya Hosuwan, Teeradon Supapunpinyo, Chanon Santinatornkul, Thaneth Warakulnukroh, Sarinrat Thomas, Ego Mikitas, Pasin Kuansataporn, Sahajak Boonthanakit, Kanjana Vinaipanid, Yuthapong Varanukrohchoke Music by Vichaya Vatanasapt Cinematography Phaklao Jiraungkoonkun Edited by Chonlasit Upanigkit Production company GDH 559/Jorkwang Films Running time 130 minutes Country Thailand Language Thai

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s