Review: Mantan (2017)


Mantan, sebuah drama romansa yang menjadi debut pengarahan bagi Svetlana Dea, memiliki premis yang sebenarnya sangat sederhana namun cukup menarik perhatian. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Gandhi Fernando, yang juga bertanggungjawab sebagai produser serta berperan sebagai karakter utama dalam film ini, Mantan berkisah mengenai Adi (Fernando), seorang penulis yang kini sedang dilanda rasa keraguan menjelang pernikahannya dengan sang tunangan. Meskipun sangat mencintai sang tunangan, Adi masih merasa bahwa ia butuh untuk bertemu dengan beberapa mantan kekasihnya untuk memastikan ia akan menikahi orang yang tepat dan tidak meninggalkan sosok yang harusnya menjadi pendamping hidupnya. Guna menjawab keraguannya tersebut, Adi lantas melakukan perjalanan ke lima kota di Indonesia untuk mengunjungi lima orang mantan kekasihnya: Daniella (Ayudia Bing Slamet) di Bandung, Frida (Karina Nadila) di Yogyakarta, Juliana (Kymberly Ryder) di Bali, Tara (Luna Maya) di Medan dan kemudian kembali ke Jakarta untuk menemui Deedee (Citra Scholastika).

Dengan naskah cerita yang memiliki pengembangan konflik yang minim, kekuatan utama pengisahan Mantan memang sangat bertumpu pada bangunan dialog serta karakter-karakternya. Fernando harus diakui mampu menyusun deretan dialog yang terbentuk antara setiap karakter dalam film dengan dinamis. Dialog-dialog inilah yang kemudian memberikan informasi kepada penonton mengenai latar belakang sang karakter utama, hubungannya dengan setiap karakter yang ia temui sekaligus motivasi dirinya untuk menemui mereka. Fernando juga berhasil memberikan sentuhan komedi pada banyak bagian dialog. Sebuah sentuhan yang setidaknya mampu membuat Mantan masih terasa cukup menghibur ketika deretan percakapan yang terjalin antara para karakter film mulai terasa bagaikan sebuah repetisi yang cukup melelahkan untuk diikuti.

Karakter Adi sendiri lebih sering terlihat sebagai sosok yang menyebalkan daripada sosok yang dapat disukai dan memiliki kisah yang dapat terhubung dengan mudah oleh penonton film. Berdalih untuk berusaha berdamai dengan deretan mantan kekasihnya, pertemuan tersebut justru lebih sering hadir untuk memicu pertengkaran yang disebabkan oleh ego dari karakter Adi sendiri. Beberapa baris dialog yang menggambarkan bahwa karakter Adi adalah sosok yang sempat melakukan dating abuse – sebuah bahasan yang ditampilkan secara ringan (baca: dangkal) namun, sepertinya tidak disadari, memiliki dampak yang besar – pada mantan kekasihnya juga membuat karakter tersebut memang lebih layak untuk dijauhi daripada ditemui kembali. Sebuah kejutan yang dihadirkan pada mid-credits film juga lebih berpotensi untuk menghadirkan pertanyaan pada karakter Adi daripada menghadirkan sentuhan penceritaan yang lebih kuat.

Sebagai sebuah film debutan, Mantan memang tidak terlalu menonjolkan kemampuan pengarahan Dea dalam tingkatan yang kompleks. Meskipun begitu, dibantu dengan tata gambar yang tepat, Dea berhasil menjaga ritme pengisahan film dengan baik. Mantan tidak pernah terasa berjalan terlalu lama maupun terasa terburu-buru dalam berkisah meskipun dengan naskah cerita yang cukup minimalis. Kualitas produksi Mantan sendiri tampil cukup sederhana. Terlepas dari karakter utama yang dikisahkan melakukan perjalanan ke lima kota di Indonesia, latar belakang lokasi film ini kebanyakan tampil minimalis dan dihabiskan dalam latar belakang lokasi sebuah kamar hotel. Pilihan untuk menghadirkan lagu-lagu indie pop sebagai latar berbagai adegan film, sayangnya, seringkali hanya terasa sebagai aksesoris belaka tanpa pernah memberikan kontribusi yang berarti pada penceritaan film.

Beruntung, Dea mendapatkan deretan talenta akting berkelas untuk memerankan karakter-karakter dalam filmnya. Bing Slamet, Nadila, Ryder dan Maya yang berperan sebagai deretan mantan kekasih dari karakter Adi mampu memberikan penampilan terbaik mereka. Ryder, khususnya, bahkan begitu mencuri perhatian dengan penampilannya yang mampu menjadikan karakter Juliana yang ia perankan begitu hidup. Dan meskipun debut akting dari penyanyi Scholastika tidak mampu tampil mengimbangi para pemeran lain, namun penampilannya juga masih jauh dari kesan mengecewakan. Hal yang sama sayangnya tidak dapat disampaikan pada penampilan yang diberikan oleh Fernando. Berperan sebagai karakter sentral dalam penceritaan Mantan, Fernando justru hadir sebagai poin terlemah dari departemen akting film ini. Chemistry yang ia hadirkan ketika berhadapan dengan para pemeran pendampingnya juga terasa hampa. Sebuah kegagalan yang jelas membuat potensi film ini untuk menjadi sebuah drama romansa yang hangat semakin terkubur dalam. [C-]

mantan-film-indonesia-gandhi-fernando-movie-posterMantan (2017)

Directed by Svetlana Dea Produced by Gandhi Fernando Written by Gandhi Fernando Starring Gandhi Fernando, Citra Scholastika, Kimberly Ryder, Luna Maya, Ayudia Bing Slamet, Karina Nadila, Zoey Rahman, Daniel Irawan Cinematography Rendra Yusworo Editing by Andhy Pulung Studio Renee Pictures Running time 75 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s