Review: Alien: Covenant (2017)


Lima tahun setelah merilis Prometheus – sebuah pembuka bagi serangkaian film yang semenjak awal telah direncanakan menjadi prekuel bagi seri film Alien (1979 – 1997), Ridley Scott melanjutkan petualangannya dalam menjelajah angkasa luar lewat Alien: Covenant. Tidak seperti Prometheus, yang dengan bantuan penulis naskah Jon Spaihts dan Damon Lindelof kemudian menjadikan film tersebut sebagai sebuah sajian yang berisi berbagai filosofi mengenai asal-usul kehidupan manusia diatas permukaan Bumi, Alien: Covenant terasa seperti usaha Scott untuk memberikan filmnya berbagai ciri khas seri film Alien yang telah begitu familiar dan dicintai oleh banyak penggemarnya. Tentu, pilihan tersebut mampu menjadikan Alien: Covenant tampil dengan warna pengisahan yang lebih menegangkan. Sayangnya, di saat yang bersamaan, pilihan untuk menyajikan formula cerita yang (terlalu) familiar justru membuat film ini kehilangan sentuhan inovatif yang biasanya selalu hadir dalam seri film Alien.

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh John Logan (Hugo, 2011) dan Dante Harper, Alien: Covenant meletakkan basis pengisahannya sebelas tahun setelah deretan konflik yang terjadi dalam Prometheus. Sekelompok kru pesawat luar angkasa bernama Covenant yang awalnya berangkat dengan tujuan untuk mencapai planet Origae-6 kemudian memutuskan untuk mendarat ke sebuah planet asing setelah pesawat mereka mengalami kecelakaan. Walau awalnya merasa optimis setelah mengetahui planet asing tersebut memiliki ciri kondisi alam yang layak untuk dihuni manusia, para kru Covenant mulai mendapatkan ancaman setelah dua orang anggota mereka terinfeksi oleh material misterius. Kondisi tersebut bahkan semakin memburuk ketika makhluk-makhluk aneh mulai menyerang dan membunuh para kru pesawat luar angkasa Covenant satu per satu.

Dalam beberapa wawancara yang ia lakukan, Scott mengaku bahwa ia menerima cukup banyak keluhan dari barisan penggemar Alien yang menyatakan bahwa Prometheus terasa berjalan terlalu jauh dari rute perjalanan yang biasa diambil oleh film-film Alien – terlalu banyak intrik namun terlalu minim konflik. Scott sepertinya mendengarkan keluhan-keluhan tersebut dengan seksama dan lantas berusaha memperbaiki “kesalahan” yang ia lakukan dalam Prometheus. Hasilnya, dengan jalan penceritaan yang tidak jauh berbeda dengan Prometheus, Alien: Covenant lantas dihadirkan dengan lebih banyak adegan aksi, deretan monster yang siap membunuh siapa saja yang dihadapinya dan… well… lebih banyak adegan pertumpahan darah. Juga hadir dengan beberapa adegan familiar dan karakter protagonis utama yang tampil menyerupai karakter Ellen Ripley yang legendaris tersebut, Alien: Covenant lebih terasa sebagai kumpulan adegan-adegan popular dari seri film Alien daripada sebagai sebuah langkah baru/maju dalam seri film tersebut.

Meskipun Scott masih mampu menggarap Alien: Covenant dengan kualitas produksi yang berkelas, tidak dapat disangkal bahwa “kemalasan” jalan dalam memberikan kualitas penceritaan yang lebih baik membuat film ini kekurangan daya tariknya. Beberapa kelemahan dari Prometheus, seperti beberapa konflik yang gagal untuk dikembangkan dengan baik serta banyaknya karakter pendukung yang menghiasi linimasa cerita dan kemudian gagal untuk mendapatkan porsi penceritaan yang tepat, juga masih menjangkiti Alien: Covenant. Pengarahan Scott sendiri juga terasa hadir tanpa detak kehidupan yang meyakinkan dan hanya tampil mengikuti deretan formula yang telah diterapkan oleh barisan film Alien sebelumnya. Alien Covenant bukanlah sebuah presentasi yang buruk. Sayangnya, untuk sebuah film Alien, film ini tampil cukup menjemukan.

Departemen akting Alien: Covenant mungkin adalah departemen yang hadir dengan kualitas paling berhasil di sepanjang presentasi film ini. Michael Fassbender, yang kali ini hadir dengan memerankan dua karakter sekaligus, mampu tampil dengan penampilan yang begitu mempesona. Brilian. Alien: Covenant jelas akan tampil lebih hidup jika karakter-karakter dalam jalan ceritanya diberikan porsi pengisahan yang lebih padat. Namun, meskipun dengan karakter-karakter yang tampil dengan karakterisasi yang cukup dangkal, para pemeran film yang terdiri dari nama-nama seperti Katherine Waterston, Billy Crudup, Danny McBride hingga Jussie Smollett hadir dengan penampilan akting yang memuaskan. [C]

alien-covenant-movie-posterAlien: Covenant (2017)

Directed by Ridley Scott Produced by Ridley Scott, Mark Huffam, Michael Schaefer, David Giler, Walter Hill Written by John Logan, Dante Harper (screenplay), Jack Paglen, Michael Green (story) Starring Michael Fassbender, Katherine Waterston, Billy Crudup, Danny McBride, Demián Bichir, Carmen Ejogo, Amy Seimetz, Jussie Smollett, Callie Hernandez, Nathaniel Dean, Alexander England, Benjamin Rigby, James Franco, Tess Haubrich, Uli Latukefu, Javier Botet, Goran D. Kleut, Noomi Rapace, Guy Pearce Music by Jed Kurzel Cinematography Dariusz Wolski Editing by Pietro Scalia Studio 20th Century Fox/Scott Free Productions Running time 123 minutes Country United States Language English

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s