Review: Total Recall (2012)


Di tahun 1990, Paul Verhoeven menyutradarai sebuah film science fiction berjudul Total Recall yang naskah ceritanya diadaptasi dari cerita pendek karya Philip K. Dick, We Can Remember it for You Wholesale (1966). Dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger dan Sharon Stone, Total Recall karya Verhoeven berhasil mencuri perhatian penikmat film dunia dengan naskah cerita yang mengandung humor satir yang segar, jalan cerita berbasis masa depan yang terasa aneh namun begitu menarik serta kemudian dipadukan dengan penampilan visual yang sangat meyakinkan – dan akhirnya berhasil memperoleh tiga nominasi Academy Awards dan memenangkan satu diantaranya yakni untuk kategori Best Visual Effects. An instant science fiction classic!

Well… pada tahun 2009, Kurt Wimmer, yang dikenal sebagai penulis naskah untuk film-film sekelas Sphere (1998), Equilibrum (2002) dan Ultraviolet (2006), kemudian memiliki ide cemerlang untuk menuliskan naskah cerita untuk versi remake dari Total Recall. Dan entah bagaimana,Hollywood kemudian menyetujui rencana tersebut. Dibantu oleh Mark Bomback, naskah cerita dari versi terbaru Total Recall masih mengadaptasi cerita pendek karya Philip K. Dick yang sama serta menggunakan beberapa elemen cerita film Total Recall karya Verhoeven sebelumnya namun melakukan beberapa perubahan (drastis) di beberapa bagian ceritanya. Perjalanan waktu tentu saja mengizinkan versi terbaru dari Total Recall untuk menampilkan tata visual yang lebih mengagumkan lagi. Namun sayangnya, dari sisi penceritaan, Total Recall edisi tahun 2012 ini kehilangan begitu banyak daya tarik yang seharusnya mampu membuat film ini tampil mengesankan.

Berlatar waktu di tahun 2084, ketika Bumi telah mengalami Perang Dunia III dan akhirnya terbelah ke dalam dua kekuatan, United Federation of Britain dan The Colony, Total Recall berkisah mengenai Douglas Quaid (Colin Farrell), seorang pekerja pabrik yang merasa kehidupannya berjalan terlalu monoton. Kehidupan rumah tangganya bersama sang istri, Lori (Kate Beckinsale), juga sedang mengalami guncangan akibat deretan mimpi buruk yang terus menerus datang kepada Doug di setiap malamnya. Doug membutuhkan sebuah anomali yang dapat membuat kehidupannya berjalan lebih menarik.

Rasa kebosanan itu akhirnya menggiring Doug untuk datang ke Rekall, sebuah perusahaan yang menawarkan sebuah memori buatan untuk ditanamkan ke otak para klien-nya agar mereka mampu merasa memiliki pengalaman bahwa mereka telah melakukan apapun kegiatan yang diprogram dalam memori tersebut.  Doug kemudian memilih memori kehidupan sebagai seorang agen rahasia. Tanpa diduga, ketika sedang menjalani operasi, Rekall tiba-tiba diserbu oleh sekelompok pihak keamanan yang berniat untuk menahan Doug. Panik, Doug akhirnya melawan dan berhasil melarikan diri. Namun, pelariannya tidak berhenti sampai disitu. Kini Doug harus terus bergerak untuk menghindari kejaran polisi yang menjadikannya sebagai seorang buronan.

Seperti yang ditunjukkannya dalam Underworld (2003) maupun Live Free or Die Hard (2007), Len Wiseman adalah seorang sutradara yang tahu bagaimana mengeksekusi deretan adegan aksi menjadi sebuah sajian yang begitu menegangkan. Dalam Total Recall, Wiseman bahkan mampu meningkatkan kualitas adegan aksi yang ia hasilkan – walau kadang adegan-adegan tersebut terasa bagaikan penceritaan The Bourne Trilogy (2002 – 2007) yang berlatarbelakang di masa yang akan datang. Desain produksi Total Recall juga hadir dengan kualitas tinggi, dengan detil setiap sajian gambar lokasi cerita dihadirkan dengan begitu akurat. Ditambah dengan tata visual dan tata musik yang juga mampu hadir menghidupkan setiap adegan yang ada di dalam jalan cerita film ini, Total Recall versi terbaru ini jelas mampu memanfaatkan berbagai perkembangan teknologi untuk menyajikan kualitas produksi yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Total Recall arahan Paul Verhoeven.

Sayangnya, Total Recall justru kehilangan begitu banyak unsur hiburan dari dalam naskah ceritanya. Kurt Wimmer dan Mark Bomback sepertinya ingin menghadirkan Total Recall sebagai sebuah sajian aksi yang murni tanpa pernah mempertimbangkan untuk menghadirkan unsur drama yang mengikat. Hasilnya, karakter-karakter di dalam film ini tidak pernah terasa berkembang dengan baik. Banyak diantaranya justru hadir dengan porsi penceritaan yang kurang jelas (seriously… apa yang dilakukan Bill Nighy dalam film ini?). Plot cerita Total Recall juga terasa berjalan terlalu serius tanpa pernah berhasil membangun ritme penceritaan dengan baik. Secara sederhana, Total Recall tampil fantastis ketika menghadirkan deretan adegan aksinya dan terasa begitu membosankan ketika kehilangan deretan adegan aksi tersebut dalam jalan ceritanya.

Kabar baik lainnya datang dari deretan pengisi departemen aksi film ini. Colin Farrell, Kate Beckinsale dan Jessica Biel mampu menghadirkan penampilan terbaik mereka untuk film ini. Secara lebih spesifik, Kate Beckinsale adalah bintang yang paling mencuri perhatian dalam Total Recall. Dengan kemampuannya untuk menampilkan sesosok karakter dengan kepribadian yang sulit ditebak, Beckinsale berhasil mencuri perhatian di setiap kehadirannya. Jajaran akting juga diperkuat dengan kehadiran Bryan Cranston, John Cho dan Bill Nighy yang walaupun menyajikan deretan karakter yang tidak pernah benar-benar mampu dikembangkan dengan sempurna, namun tetap berhasil tampil dengan prima.

Versi terbaru Total Recall jelas adalah sebuah presentasi yang lebih serius jika dibandingkan dengan versi pendahulunya. Sayangnya, keseriusan tersebut justru membuat beberapa esensi cerita Total Recall terasa menghilang dan gagal untuk tampil meyakinkan. Di sisi lainnya, Len Wiseman mampu menyajikan Total Recall sebagai sebuah film dengan deretan adegan aksi yang berhasil untuk tampil begitu menyenangkan disetiap kehadirannya. Colin Farrell, Kate Beckinsale dan Jessica Biel juga tampil apik dalam penampilan aksi mereka. Ditambah dengan dukungan kuat kualitas tata produksi film, Total Recall mampu menghadirkan sebuah sajian yang cukup menyenangkan untuk disaksikan – walaupun kemungkinan besar akan begitu cepat dilupakan sesudahnya.

Total Recall (Total Recall/Original Film/Rekall Productions, 2012)

Total Recall (2012)

Directed by Len Wiseman Produced by Toby Jaffe, Neal H. Moritz Written by Kurt Wimmer, Mark Bomback (screenplay), Ronald Shusett, Dan O’Bannon, Jon Povill, Kurt Wimmer (story), Philip K. Dick (short story, We Can Remember it for You Wholesale) Starring Colin Farrell, Kate Beckinsale, Jessica Biel, Bryan Cranston, Bokeem Woodbine, Bill Nighy, John Cho, Steve Byers, Kaitlyn Leeb, Dylan Scott Smith Music by Harry Gregson-William Cinematography Paul Cameron Editing by Christian Wagner Studio Total Recall/Original Film/Rekall Productions Running time 121 minutes Country United States Language English

Advertisements

4 thoughts on “Review: Total Recall (2012)”

  1. knp banyak yg bilang film ini ga bgs c?? menurut gw c lumayan.. (jempol buat beckinsale). emang c pada saat ga beraksi agak2 boring tpi it ga lama kan?! i like it.

  2. Setengah awal film lumayan asik tapi begitu tengah ke ahir dah mulai cliche dah ceritanya. Yang paling diinget sih women with three boobs nya wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s