Review: A Better Life (2011)


Menjauh dari film-film yang akan mampu menghasilkan keuntungan komersial dalam jumlah besar seperti The Golden Compass (2007) dan The Twilight Saga: New Moon (2009), Chris Weitz mencoba menggarap sebuah kisah drama sederhana dengan jalan cerita yang sederhana, tanpa kehadiran nama-nama besar sebagai pengisi departemen aktingnya maupun dengan gemerlap dan megahnya tampilan visual yang dapat memukau penontonnya. A Better Life, sebuah film drama yang berkisah mengenai hubungan antara seorang ayah dengan putera tunggal remajanya, yang juga sekaligus menyentuh mengenai kehidupan para imigran ilegal di Amerika Serikat, dihadirkan Weitz dalam formula yang sederhana sekaligus familiar. Namun, lewat kesederhanaan penceritaan Weitz itulah, yang tergarap rapi bersama tata produksi film yang gemilang, yang membuat A Better Life begitu mampu untuk tampil sebagai sebuah drama yang kuat.

Aktor senior asal Meksiko, Demián Bichir, berperan sebagai Carlos Galindo, seorang imigran ilegal asal Meksiko yang kesehariannya diisi dengan bekerja bersama temannya, Blasco Martinez (Joaquín Cosio) sebagai tukang kebun. Walaupun memiliki kehidupan yang cukup sulit, dengan ancaman pihak imigrasi Amerika Serikat yang siap kapan saja menangkap dan memulangkan dirinya kembali ke Meksiko atas statusnya sebagai seorang pendatang haram, Carlos sama sekali tidak pernah mengeluh. Setelah ditinggal pergi istrinya, yang merasa tidak puas dengan kehidupan sederhana yang ia jalani bersama Carlos, kehidupan Carlos kini murni didedikasikan untuk putera tunggalnya, Luis Galindo (José Julián). Carlos sangat berharap bahwa Luis dapat menjadi pemuda yang memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari dirinya.

Harapan untuk mewujudkan impian tersebut datang ketika Blasco menawarkan Carlos untuk membeli truknya. Dengan pembelian truk tersebut, Carlos dapat membuka usahanya sendiri, dan tentu saja, dengan keuntungan yang jelas tidak perlu dibagi lagi dengan orang lain. Dengan pinjaman uang yang diberikan adiknya, Anita (Dolores Heredia), Carlos akhirnya membeli truk tersebut dan memulai usaha sebagai tukang kebun sendiri. Sialnya, baru beberapa hari memiliki truk tersebut, dengan berbagai harapan dan mimpi yang semakin membumbung tinggi, truk tersebut hilang akibat dicuri orang. Depresi, Carlos bertekad untuk menemukan kembali truknya yang hilang. Bersama dengan Luis, yang menawarkan keikutsertaannya dalam menemukan truk tersebut, Carlos akhirnya menempuh perjalanan panjang yang justru kemudian membuat dirinya semakin dekat dengan puteranya tersebut.

Naskah cerita A Better Life, yang ditulis oleh Eric Eason (Journey to the End of the Night, 2006), mungkin akan mengingatkan beberapa penontonnya terhadap film klasik asal Italia, Bicycle Thieves (1948) karya sutradara Vittorio De Sica. Dalam Bicycle Thieves, seorang pria yang miskin bersama dengan puteranya berada dalam sebuah perjalanan untuk mencari pencuri sebuah sepeda yang sangat dibutuhkan pria tersebut untuk bekerja dan mendapatkan uang. Pencarian tersebut kemudian memberikan berbagai pengalaman baru bagi kedua karakter sekaligus mempererat hubungan keduanya. Strategi yang sama juga diterapkan pada naskah A Better Life. Kali ini, karakter ayah dan anak bergabung untuk mencari sebuah truk yang dibutuhkan karakter sang ayah untuk bekerja dan mewujudkan semua mimpinya. Nantinya, lewat pencarian atas truk yang hilang tersebut, hubungan kedua karakter mengalami ujian yang akhirnya justru akan emmpererat hubungan keduanya.

Penceritaan A Better Life memang terasa begitu familiar, dan Chris Weitz bahkan terlihat tidak begitu berusaha untuk menghadirkan sebuah sentuhan baru dalam cara penceritaannya untuk membuat film ini dapat memiliki tingkatan dramatisasi yang lebih tinggi. Namun, lewat kefamiliaran jalan cerita itulah A Better Life mampu bekerja dengan baik. Gambaran akan karakter sang ayah yang terus bekerja keras demi kesejahteraan sang anak dan gambaran bagaimana sang anak tidak menghargai jerih payah sang anak dengan tidak mengindahkan kemauan sang ayah agar dirinya terus bersekolah mampu digambarkan Weitz begitu nyata. Momen-momen emosional juga mampu dihadirkan Weitz – dengan dukungan tata musik dari Alexandre Desplat yang begitu menyentuh – yang semakin membuat A Better Life terasa nyata dan hidup.

Pun begitu, kefamiliaran naskah cerita A Better Life juga terkadang membuat film ini terkesan begitu klise. Adegan demi adegan berjalan dengan begitu mudah ditebak dengan beberapa adegan seperti sengaja dirancang untuk mampu membuat para penonton film ini merasakan gemuruh emosional mulai merayap di hati mereka. Berhasil, hanya saja gagal untuk tampil maksimal. Namun, penampilan para jajaran pemeran A Better Life sama sekali jauh dari kesan tidak maksimal. Dipimpin penampilan Demián Bichir yang begitu kuat, fokus dan menyentuh, departemen akting A Better Life mampu hadir dengan tampilan yang kuat dalam menghidupkan jalan cerita film ini.

Keluhan terbesar dari A Better Life kemungkinan besar berasal dari beberapa penonton yang merasa bahwa film ini berjalan dengan pengisahan yang terlalu familiar. Selain itu, beberapa plot cerita serta karakter yang hadir dalam cerita film ini kadang gagal mendapatkan pendalaman yang sempurna. Pun begitu, Chris Weitz terbukti tetap mampu menjadikan A Better Life sebagai sebuah film drama yang menyentuh tanpa terlalu banyak melakukan dramatisasi yang berlebihan maupun menyentuh berbagai wilayah politik yang tidak perlu – mengingat film ini berkisah mengenai para pendatang gelap di Amerika Serikat. Didukung penampilan apik dari Demián Bichir dan jajaran pengisi departemen akting film ini, serta deretan tata musik arahan Alexandre Desplat yang begitu menyentuh, A Better Life adalah sebuah formula drama tradisional yang kembali diterapkan, namun tetap berhasil menyentuh pada berbagai bagian.

A Better Life (Depth of Field/Lime Orchard Productions/McLaughlin Films/Witt/Thomas Productions, 2011)

A Better Life (2011)

Directed by Chris Weitz Produced by Paul Junger Witt, Christian McLaughlin, Chris Weitz, Jami Gertz, Stacey Subliner Written by Eric Eason (screenplay), Roger L. Simon (story) Starring Demián Bichir, José Julián, Dolores Heredia, Carlos Linares, Eddie “Piolín” Sotelo, Joaquín Cosio, Nancy Lenehan, Gabriel Chavarria, Bobby Soto, Chelsea Rendon, Kimberly Morales, Lizbeth Leon Music by Alexandre Desplat Cinematography Javier Aguirresarobe Editing by Peter Lambert Studio Depth of Field/Lime Orchard Productions/McLaughlin Films/Witt/Thomas Productions Running time 94 minutes Country United States Language English, Spanish

Advertisements

One thought on “Review: A Better Life (2011)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s