Kate Winslet’s Finest Performances… So Far!


Dalam review Revolutionary Road (2008) yang ia tulis untuk New York Magazine, kritikus film David Edelstein menggambarkan Kate Winslet sebagai “…the best English-speaking actress of her generation.” Semenjak memulai karirnya di dunia akting dalam sebuah peran kecil di serial televisi Dark Season (1991), Winslet memang telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu aktris yang selalu mendapatkan pujian kritikus film dunia dalam setiap penampilannya. Bahkan dalam film yang secara keseluruhan mendapatkan kritikan tajam oleh kritikus film (All the King’s Men, 2006) penampilan Winslet selalu dianggap superior dan menjadi momen-momen terbaik film tersebut.

Untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-36 (Happy birthday, Ms Winslet!), sekaligus perayaan akan perjalanan karirnya di dunia akting yang telah menginjak masa dua dekade pada tahun ini, At the Movies memilihkan enam penampilan terbaik Winslet yang pernah diberikannya lewat film-film yang ia bintangi.

Sense and Sensibility (1995)

Kate Winslet mendapatkan peran perdananya di sebuah film layar lebar lewat Heavenly Creatures (1994) yang disutradarai oleh Peter Jackson. Kelanjutannya? Winslet berperan sebagai Marianne Dashwood dan mendampingi aktris Emma Thompson dalam Sense and Sensibility, sebuah film arahan Ang Lee yang diadaptasi dari novel karya Jane Austen yang berjudul sama. Sebagai seorang aktris dengan jam terbang yang masih minimal, Winslet membuktikan kedalaman aktingnya ketika berhadapan dengan nama-nama besar seperti Thompson, Alan Rickman, Hugh Grant dan Imelda Staunton.

Film tersebut kemudian menjadi salah satu film terlaris di tahun 1995, memenangkan Thompson sebuah Academy Awards untuk Best Adapted Screenplay, meraih enam nominasi Academy Awards lainnya – termasuk nominasi Academy Awards perdana untuk Winslet, dan semakin memperkokoh imej Winslet sebagai seorang aktris baru dengan masa depan di dunia akting yang sangat, sangat cerah.

Hamlet (1996)

Hamlet menjadi kali kesekian bagi Kenneth Brannagh untuk menyutradarai sebuah film yang ia adaptasi dari karya klasik William Shakespeare. Berbeda dengan kebanyakan adaptasi Hamlet lainnya, Brannagh tampil setia dengan naskah asli yang ditulis oleh Shakespeare, membuat Hamlet versi Brannagh tampil sepanjang 242 menit dengan dialog yang berisi kata-kata Inggris klasik sekaligus membuatnya cukup sulit untuk dicerna kalangan penonton umum. Pun begitu, tidak aka nada yang menyangkal bahwa penampilan Winslet sebagai Ophelia bernasib tragis merupakan salah satu dari keberhasilan Brannagh dalam mengarahkan Hamlet. Sebagai Ophelia, Winslet tampil begitu rapuh, lembut sekaligus berapi-api ketika sedang terlibaty percintaan mendalam dengan karakter Hamlet.

Penampilan Winslet sebagai Ophelia jelas adalah salah satu penampilan terbaik yang pernah diberikan pada sebuah adaptasi dari karya William Shakespeare. Shakespeare must be really proud!

The Reader (2008)

Penampilan Winslet mendapatkan pujian dari para kritikus film dunia jelas bukanlah sebuah hal yang baru. Namun penampilan Winslet sebagai Hanna Schmitz dalam The Reader ternyata merupakan penampilan perdana Winslet yang akhirnya benar-benar mampu meluluhkan hati para anggota Academy of Motion Pictures Arts and Sciences untuk kemudian menganugerahkan sebuah piala Best Actress dari ajang Academy Awards kepada dirinya. Dalam The Reader, Winslet membuktikan kekuatan aktingnya bahkan mampu berbicara banyak ketika karakter yang ia perankan bahkan tidak berkata apa-apa. Ekspresi wajah yang mendalam dan efektif yang membuat Hanna Schmitz berhasil tampil begitu menyentuh.

Revolutionary Road (2008)

Tahun 2008 mungkin akan menjadi salah satu tahun keemasan Winslet. Ia mendapatkan dua naskah cerita dimana ia harus memerankan dua karakter wanita dengan karakteristik yang begitu kuat dan berpengaruh di dalam jalan cerita. Perannya sebagai April Wheeler di Revolutionary Road memberikannya kesempatan untuk berada di bawah arahan suaminya ketika itu, Sam Mendes, dan kembali berakting dengan sahabat dan lawan mainnya di film blockbuster, Titanic (1997), Leonardo DiCaprio.

Sama seperti karakter Hanna Schmitz di The Reader, karakter April Wheeler membutuhkan penggalian emosi yang mendalam, khususnya ketika karakter tersebut digambarkan depresi atas pernikahannya yang berjalan terlalu hambar dengan suaminya. Dan layaknya seorang aktris dengan kemampuan akting yang begitu luar biasa, Winslet mampu menangani karakter ini dengan baik… bahkan sebenarnya tampil lebih kuat dari karakter Hanna Schmitz yang memenangkan Winslet sebuah Academy Awards di tahun tersebut.

Heavenly Creatures (1994)

Setelah membintangi dua serial televisi, Winslet mendapatkan kesempatan untuk membintangi sebuah film layar lebar perdananya pada tahun 1994 di bawah arahan sutradara Peter Jackson yang saat itu juga baru merintis karir penyutradaraannya. Dan segera setelah Heavenly Creatures yang ceritanya diinspirasi dari sebuah kisah nyata dirilis di berbagai negara… penampilan Winslet secara instan menjadi pembicaraan ramai di kalangan penggemar film dunia. Winslet, yang saat itu baru berusia 19 tahun, tampil sebagai Juliet Hulme, seorang gadis jelita dengan pemikiran yang radikal, daya khayal yang begitu luas yang kemudian mampu membuat dirinya menghasilkan ide untuk membunuh ibu kandung dari sahabatnya sendiri… dengan bantuan sang sahabat. Penampilan Winslet begitu intimidatif dan memikat … yang kemudian menjadi fondasi dasar bagi Winslet untuk menjadi salah satu aktris watak paling meyakinkan hingga saat ini.

Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)

Salah satu hal yang membuat banyak orang jatuh cinta dengan Winslet – selain kemampuan aktingnya yang mendalam, tentu saja – adalah keberaniannya untuk mengeksplorasi berbagai jenis film. Dalam Eternal Sunshine of the Spotless Mind arahan Michel Gondry, Winslet berkesempatan untuk berakting dalam sebuah film yang menggabungkan drama, romansa, komedi, dan science-fiction. Jelas sebuah tawaran yang tidak akan ditolak oleh Winslet.

Kembali, Winslet mampu menampilkan sisi aktingnya yang begitu menyenangkan untuk dilihat, menjadikan karakter Clementine Kruczynski yang impulsif menjadi karakter wanita dambaan setiap pria sekaligus menjadi salah satu karakter yang paling memorable dalam salah satu film yang paling dicintai di sepanjang dekade lalu.

Advertisements

4 thoughts on “Kate Winslet’s Finest Performances… So Far!”

  1. wah,,,ga nyanka Winslet uda lumayan tua y skrg..hehe^^ ga sabar liat Carnage,,
    klo ane harus milih,favorit ane masih di Revolutianary Road…dpt bgd depresinya,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s