Review: Colombiana (2011)


Dalam permulaan film Colombiana, Cataleya Restrepo (Amandla Stenberg) hanyalah seorang gadis kecil ketika ia menyaksikan sendiri kedua orangtuanya tewas terbunuh. Peristiwa tersebut memberikan bekas luka yang mendalam pada jiwa Cataleya dan membuatnya bertekad untuk dapat membalaskan dendam kematian kedua orangtuanya tersebut. Atas bantuan pamannya yang seorang pembunuh bayaran, Emilio (Cliff Curtis), Cataleya dewasa (Zoe Saldana) kemudian mendapatkan ‘pendidikan’ mengenai bagaimana menjadi seorang pembunuh bayaran yang ahli dan rapi dalam setiap pekerjaan yang ia lakukan. Dengan ilmu yang ia dapatkan dari pamannya itu juga, Cataleya secara perlahan mulai memburu dan membunuh setiap pihak yang terlibat dalam kematian kedua orangtunya.

Terdengar seperti sebuah plot cerita The Professional (1994) yang pernah diarahkan oleh sutradara Perancis, Luc Besson? Memang, seperti yang diakui oleh sutradara Colombiana, Olivier Megaton, naskah cerita film ini memang didasarkan pada naskah cerita sekuel dari The Professional yang ditulis oleh Besson namun gagal untuk mencapai proses produksi. Besson sendiri memang terlibat sebagai produser sekaligus penulis naskah Colombiana bersama Robert Mark Kamen. Pun begitu, The Professional dan Colombiana harus diakui memiliki struktur penceritaan yang jauh berbeda, khususnya ketika film pertama yang dibintangi oleh Natalie Portman ketika ia masih berusia 12 tahun tersebut lebih memfokuskan diri pada cerita, karakterisasi dan pengembangan plot ketika Colombiana yang dibintangi oleh Zoe Saldana tampil hampir hanya sebagai sebuah film yang mengandalkan deretan aksi belaka.

Bukan berarti Colombiana merupakan sebuah film aksi yang buruk. Naskah besutan Besson dan Kamen masih mampu untuk memberikan sedikit ruang untuk kehadiran pengembangan jalan cerita. Karakterisasi yang dibangun atas karakter Cataleya juga cukup mampu diselami dengan baik, walaupun sama sekali tidak dapat dikatakan mampu dihadirkan dengan mendalam. Adalah penampilan handal dari Saldana yang semakin membuat kehadiran Cataleya terasa begitu istimewa. Berpengalaman dalam membintangi film-film bertema aksi seperti The Losers (2010) dan Takers (2010) sepertinya telah cukup sanggup untuk memberikan bekal Saldana dalam menampilkan aksinya sendiri di film ini. Tidak mengherankan jika kemudian Saldana berhasil bersinar dalam Colombiana terlepas dari banyaknya kelemahan yang dapat ditemukan dari sisi naskah cerita.

Sisi positif lainnya dari Colombiana muncul dari penataan setiap adegan aksi yang dihadirkan di film ini. Lihat saja bagaimana Megaton mampu menghadirkan aksi yang cukup memukau dari karakter Cataleya ketika ia sedang berada di dalam sebuah penjara. Adegan aksi tersebut kemudian diikuti dengan beberapa adegan aksi lainnya, yang walaupun kurang mampu menyamai greget adegan aksi Cataleya pertama kali, namun tetap berhasil disajikan dengan cukup apik. Kehadiran rentetan adegan aksi tersebut juga didukung dengan ritme penceritaan Colombiana yang terkemas dengan cepat dan membuat film ini semakin mudah untuk dinikmati.

Berjalan cepat, Colombiana sesekali terasa memperlambat perjalanannya dengan menghadirkan beberapa adegan yang terasa kurang begitu esensial, termasuk beberapa adegan. Adegan-adegan ini cukup menghabiskan sejumlah waktu sekaligus membuat ritme Colombiana menjadi sedikit datar dan membosankan. Bagian paling lemah dari sisi penulisan naskah Colombiana adalah cara Besson dan Kamen menghadirkan karakter-karakter minor yang berada di sekeliling karakter utama. Kebanyakan karakter pendukung dihadirkan secara tidak konsisten dan tanpa penggalian karakter yang lebih mendalam. Hal ini membuat beberapa karakter terkesan hanya hadir ketika karakter tersebut sedang dibutuhkan. Yang paling jelas tampak sebagai karakter yang ‘hadir hanya saat dibutuhkan’ jelas adalah karakter Danny Delanay (Michael Vartan), yang menjadi love interest dari karakter Cataleya. Tidak hanya karakternya dihadirkan dengan sangat dangkal, namun kisah romansa yang hadir antara kedua karakter tersebut benar-benar terasa begitu sia-sia keberadaannya.

Tidak banyak hal yang dapat diungkapkan dari Colombiana sebenarnya selain bahwa Olivier Megaton menyajikan film ini murni hanya sebagai sebuah film aksi biasa yang cenderung dangkal. Pada kebanyakan bagian masih mampu untuk tampil menghibur – terima kasih kepada penampilan Zoe Saldana yang sangat memikat – namun pada beberapa bagian lainnya terasa begitu klise dan kurang mampu untuk tampil menyenangkan. Kelemahan terbesar dari film ini adalah kehadiran begitu banyak karakter pendukung yang sayangnya gagal untuk mendapatkan porsi cerita yang lebih berarti. Jalan cerita yang telah terasa begitu familiar untungnya mampu dikemas dengan kehadiran deretan adegan aksi yang lumayan memukau. Cukup mampu tampil mumpuni bagi mereka yang memang menggemari film-film aksi sejenis.

Colombiana (Europa Corp/TF1 Films Production/Grive Productions/Canal+/CinéCinéma, 2011)

Colombiana (2011)

Directed by Olivier Megaton Produced by Luc Besson, Pierre-Ange Le Pogam Written by Luc Besson, Robert Mark Kamen Starring Zoë Saldana, Michael Vartan, Cliff Curtis, Lennie James, Callum Blue, Jordi Mollà, Graham McTavish, Max Martini, Jesse Borego, Sam Douglas, Doug Rao, Beto Benites Music by Nathaniel Méchaly Cinematography Romain Lacourbas Editing by Camille Delamarre Studio Europa Corp/TF1 Films Production/Grive Productions/Canal+/CinéCinéma Running time 108 minutesCountry France, United States Language English, Spanish

Advertisements

5 thoughts on “Review: Colombiana (2011)”

  1. Sebenarnya ide cerita film ini, jika digarap dengan baik, akan menghasilkan film yang bagus dan menegangkan. Namun sepertinya ide tersebut tidak digarap dengan baik dan dieksekusi seadanya. Pesan-pesan pembalasan dendam di film ini juga digarap dengan kesan terburu-buru (mungkin untuk menyingkat waktu), namun sebenarnya justru di situ keindahan film ini, bagaimana para pembunuh ayahnya merasa diteror. Tetapi suasana itu sama sekali tidak saya dapatkan. Sangat disayangkan memang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s