Review: The Perfect Host (2010)


Ada dua hal yang dapat dibuktikan oleh The Perfect Host. Yang pertama, film ini mampu membuktikan bahwa David Hyde Pierce, aktor yang lebih banyak dikenal karena kemampuan komedinya lewat serial televisi Frasier (1993 – 2004), juga memiliki kemampuan drama yang luar bisa. The Perfect Host juga membuktikan bahwa Nick Tomnay merupakan seorang sutradara dan penulis naskah berbakat asal Australia yang cukup layak untuk diperhatikan. Tomnay berhasil mengemas The Perfect Host dengan cukup baik, menyimpan berbagai potensi ketegangan yang dimiliki naskah cerita filmnya dengan begitu rapat sehingga ketika akhirnya dorongan ketegangan itu dikeluarkan, The Perfect Host tampil begitu memikat. Sayang, beberapa titik lemah mulai terlihat di bagian penghujung cerita yang kemudian justru berakibat sangat fatal pada kualitas penceritaan film ini secara keseluruhan.

The Perfect Host adalah sebuah film dimana pengetahuan yang minimal mengenai jalan cerita film ini adalah suatu hal yang sangat dianjurkan. Lebih sedikit yang penonton ketahui mengenai apa bagaimana film ini berjalan maka semakin jalan cerita The Perfect Host akan mampu tampil memikat mereka. Secara garis besar, The Perfect Host mengisahkan mengenai seorang perampok bank bernama John Taylor (Clayne Crawford) yang sedang dalam pelariannya dari pihak kepolisian. Dengan kaki yang terluka akibat tembakan senjata api polisi, John kini terengah-engah dalam usahanya untuk dapat kembali kepada kekasihnya, Simone Demarchi (Meganh Perry), yang telah menunggunya.

Dalam perjalanan tersebut, dengan memanfaatkan informasi dari sebuah kartu pos yang ia curi dari kotak surat sang pemilik rumah, John kemudian menghampiri kediaman Warwick Wilson (Pierce) dan mengaku sebagai teman dari sahabat Warwick. Walau awalnya ragu untuk menerima John, Warwick – yang sedang mempersiapkan hidangan makan malam untuk sebuah pesta kecil yang akan dilakukan di rumahnya – akhirnya menerima masuk John yang menggunakan alibi bahwa ia terkunci di luar apartemen sepupunya yang saat ini sedang tidak berada di rumah. Ketika mendengar namanya disebut sebagai seorang buronan polisi dalam sebuah siaran radio yang didengarkan Warwick, John lantas panik dan menyandera Warwick. Walau tampak sebagai pria yang lemah, Warwick ternyata memiliki sebuah rencana besar untuk melepaskan diri dari cengkeraman John.

Walau hanya memiliki satu latar belakang lokasi cerita dan kebanyakan hanya memanfaatkan dialog yang terjadi antara dua karakter utamanya, The Perfect Host tidak pernah terkesan membosankan. Ini dikarenakan sutradara Nick Tomnay mampu menjaga intensitas dan ritme cerita dengan sangat baik. Secara perlahan, Tomnay memberikan informasi mengenai latar belakang kedua karakter di dalam jalan cerita The Perfect Host. Sebelum memasuki paruh pertengahan cerita, sebuah plot kejutan kemudian dihadirkan, yang harus diakui, terkemas sangat rapi dan kemudian meningkatkan intensitas jalan cerita film ini.

Peningkatan intensitas jalan cerita sendiri kemudian mampu dijaga dengan baik oleh Tomnay, serta dibantu dengan kehadiran beberapa plot cerita kejutan lainnya. Sayangnya, ketika plot kejutan final hadir, The Perfect Host justru terkesan kehilangan kendali jalan ceritanya. Bagian final dari The Perfect Host sendiri terlihat sebagai sebuah bagian cerita yang kehadirannya justru sia-sia dan membuang habis citra sebuah thriller cerdas yang sebelumnya telah tersusun baik semenjak awal film. Beberapa adegan yang menggambarkan kilas balik ingatan karakter John Taylor – yang merekonstruksi mengapa dan bagaimana cara ia melakukan perampokan bank – juga sama sekali tidak seringkali menjadi batu sandungan bagi The Perfect Host untuk tetap menjaga intensitasnya dia arah yang benar. Rentetan kilas balik ingatan karakter John Taylor sendiri kemudian mengarah pada dua plot kejutan di akhir film yang sayangnya sama sekali gagal untuk tampil mengesankan dan justru tampil cenderung dangkal.

Tidak dapat disangkal, kemampuan The Perfect Host untuk dapat tampil sangat cemerlang – selain karena arahan Nick Tomnay yang akurat – adalah karena kemampuan dramatisasi dua aktor utamanya yang cemerlang. Crawford dan Pierce memberikan dua penampilan yang saling mendukung satu sama lain. Namun memang, The Perfect Host adalah sebuah ajang pameran kemampuan drama bagi David Hyde Pierce yang mampu tampil begitu cerdas dengan bidang emosi yang luas dan mampu menjadikan karakternya tampil meyakinkan… dan sangat menakutkan.

The Perfect Host adalah sebuah film thriller yang mampu dikemas dengan begitu baik oleh penulis dan sutradara Nick Tomnay… setidaknya hingga ia berusaha untuk tampil ‘terlalu cerdas’ dengan memberikan sebuah plot cerita kejutan lainnya di akhir kisah film ini. Di luar itu, The Perfect Host memiliki sebuah alur penceritaan dan ketegangan cerita yang begitu terjaga dengan baik serta dua aktor utamanya – khususnya David Hyde Pierce yang cemerlang – mampu tampil gemilang dalam penampilan aktingnya. Sebuah karya perdana yang cukup untuk membuat Tomnay layak untuk dilirik dalam karya-karya berikutnya.

The Perfect Host (Stacey Testro International/Mark Victor Productions/Perfect Host, 2010)

The Perfect Host (2010)

Directed by Nick Tomnay Produced by Stacey Testro, Mark Victor, Martin Zoland Written by Nick Tomnay Starring David Hyde Pierce, Clayne Crawford, Nathaniel Parker, Helen Reddy, Megahn Perry, Joseph Will, Tyrees Allen, Cooper Barnes, Annie Campbell, Indira Gibson, Brooke Anderson Music by John Swihart Cinematography John Brawley Editing by Nick Tomnay Studio Stacey Testro International/Mark Victor Productions/Perfect Host Country United States Language English

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s