Review: Larry Crowne (2011)


Kerjasama antara Tom Hanks dan Julia Roberts setelah Charlie Wilson’s War (2007) berlanjut dalam Larry Crowne, sebuah film yang menjadi karya penyutradaraan Hanks di layar lebar kedua setelah That Thing You Do! (1996). Sebagai sebuah drama komedi romantis, Larry Crowne dapat digambarkan sebagai sebuah film yang mampu memberikan hiburan tersendiri bagi penontonnya. Baik Hanks dan Roberts mampu menampilkan kemampuan akting kelas atasnya, menghasilkan chemistry yang erat antara keduanya sekaligus menunjukkan alasan mengapa keduanya hingga saat ini masih merupakan sosok yang paling berpengaruh di Hollywood. Terlepas dari berbagai hiburan dan kesenangan yang diberikan film ini, harus diakui bahwa naskah cerita Larry Crowne yang tidak fokus pada banyak bagian membuat film ini gagal untuk menghasilkan kualitas yang lebih bersinar.

Larry Crowne berkisah mengenai… well… Larry Crowne (Hanks), sesosok pria paruh baya yang bekerja sebagai seorang pegawai di sebuah supermarket yang telah menggelarinya sebagai Employee of the Month sebanyak delapan kali. Tidak mengherankan, Larry adalah pekerja yang dapat diandalkan: selalu datang tepat waktu, selalu mematuhi aturan perusahaan dan bekerja dengan penuh semangat. Sebelum bekerja di supermarket tersebut, Larry menghabiskan masa dua puluh tahun hidupnya bekerja sebagai juru masak bagi satuan Angkatan Laut Amerika Serikat. Pun begitu, dengan segala latar belakang hidup dan prestasi kerjanya, tak membuat manajemen supermarket tersebut segan untuk memecat Larry dengan alasan bahwa ia tidak memiliki latar belakang pendidikan universitas yang akan mampu membuat karirnya berkembang di supermarket tersebut.

Tentu saja, pemecatan tersebut segera mempengaruhi kehidupan Larry. Bukan hanya karena ia kini tidak akan lagi mendapakan penghasilan, namun ia masih memiliki hutang yang dapat membuat rumah yang ia tinggali sekarang disita oleh negara. Atas saran tetangganya, Lamar (Cedric the Entertainer), Larry akhirnya memilih untuk menuntut ilmu di bangku kuliah untuk mencegah agar ia tidak kembali dipecat dengan alasan yang sama di masa yang akan datang. Masa kuliah ternyata mampu membuka jalan pandang yang baru bagi Larry: ia mampu menganalisa masalah-masalah hidupnya dengan lebih baik, mendapatkan banyak kenalan-kenalan baru sekaligus berhasil menarik perhatian Mercedes Tainot (Roberts), profesor cantik yang menjadi salah satu dosen di kelas yang ia ikuti.

Naskah cerita yang ditulis oleh Hanks dan Nia Vardalos memang tidak menawarkan sesuatu yang baru: perpaduan antara kisah jatuh bangunnya kehidupan seorang karakter dalam menjalani kehidupannya dengan pengaruh yang ia berikan kepada karakter-karakter lain yang ada di sekitarnya. Karakter Larry Crowne yang diperankan oleh Hanks mungkin dapat digambarkan sebagai Forrest Gump tanpa keterbelakangan mentalnya: keduanya sama-sama naif dalam memandang dunia, selalu melihat sisi positif dari segala hal, tidak gampang menyerah, disukai semua orang, mudah mendapatkan simpati siapa saja serta selalu bersemangat untuk menggapai setiap keinginannya. Tidak mengherankan jika kemudian Hanks mampu dengan mudah memerankan karakter Larry Crowne.

Selain kisah mengalami kehidupan pribadi seorang Larry Crowne, Larry Crowne juga menggambarkan hubungan yang dijalin sang karakter utama dengan banyak karakter lainnya yang berada di sekitarnya. Bagian inilah yang kemudian membangun deretan jalinan kisah pendukung yang hadir di sepanjang film dan akhirnya membuat kisah Larry Crowne terasa tidak fokus. Film ini kemudian juga mengisahkan mengenai kisah hubungan baik Larry dengan tetangganya, persahabatan Larry dengan teman-teman kuliahnya, jalinan cinta yang perlahan mekar antara karakter Larry dan Mercedes, penggambaran betapa giatnya Larry dalam belajar hingga adegan-adegan yang mendeskripsikan bagaimana kegiatan pembelajaran berlangsung di tempat Larry kuliah. Hanks menyajikan deretan adegan tersebut secara bergantian. Walau dihadirkan dengan dialog yang kadang cukup mampu mengundang tawa dan memberi hiburan, namun banyak diantara adegan tersebut yang kurang memiliki arti dan terasa lebih baik untuk ditiadakan.

Karakter Mercedes Tainot yang diperankan oleh Julia Roberts juga tidak terasa sebagai seorang karakter yang ‘segar.’ Penonton kemungkinan besar telah banyak melihat karakter ini: guru yang awalnya bersikap skeptis terhadap para muridnya dan mulai merasa bosan dengan kegiatan pengajarannya kemudian menjadi bersikap positif karena pengaruh kedatangan satu karakter yang istimewa. Karakter yang sangat mudah untuk dimainkan seorang aktris sekelas Roberts. Benar saja, Roberts mampu menghidupkan karakter Mercedes Tainot dengan baik dengan mudah. Bahkan, kehadiran awal Roberts dalam memerankan Mercedes-lah yang awalnya mampu menghidupkan jalan cerita Larry Crowne yang terasa sedikit datar semenjak dimulai.

Kehadiran jajaran pemeran pendukung film ini juga mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Hanks. Walaupun pada awalnya kehadiran banyak karakter pendukung ini terkesan berlebihan dan terlalu banyak, namun secara perlahan Hanks mampu terus mendorong kehadiran para karakter pendukung tersebut sehingga akhirnya karakter-karakter pendukung tersebut memegang sebuah peranan yang berarti di bagian lain kisah Larry Crowne. Diantara jajaran pemeran pendukung yang ada, Cedric the Entertainer dan Taraji P. Henson yang berpasangan sebagai pasangan suami istri tetangga Larry Crowne mampu menghasilkan banyak hiburan kepada penonton. Begitu juga dengan aktor George Takei yang berhasil mencuri perhatian setiap kali dirinya hadir dalam memerankan karakter salah satu dosen Larry Crowne.

Sebagai sebuah karya penyutradaraan kedua, Larry Crowne bukanlah sebuah hasil yang buruk, walaupun masih jauh dari kesan istimewa. Jika ingin dibandingkan antara Larry Crowne dan That Thing You Do!, sepertinya terlihat jelas bahwa kemampuan penyutradaraan Hanks selalu terfokus pada tampilan luar cerita tanpa mau untuk terlibat dan menggali lebih dalam mengenai jalinan kisah yang tercipta antara karakter di filmnya. Bukanlah sebuah hasil yang mengecewakan, karena Hanks berhasil membuat 99 menit dari durasi Larry Crowne terasa semakin baik di setiap menitnya. Hanks dan Roberts memegang penuh kendali daya tarik dari film yang kemungkinan besar jika hadir tanpa keduanya, hanya akan menjadi sebuah film biasa dengan tampilan emosi yang datar.

Larry Crowne (Vendome Pictures/Playtone, 2011)

Larry Crowne (2011)

Directed by Tom Hanks Produced by Gary Goetzman, Tom Hanks Written by Tom Hanks, Nia Vardalos Starring Tom Hanks, Julia Roberts, Cedric the Entertainer, Taraji P. Henson, Gugu Mbatha-Raw, Wilmer Valderrama, Bryan Cranston, Pam Grier, Rami Malek, Maria Canals Barrera, Rita Wilson, George Takei, Sy Richardson, Dale Dye Music by James Newton Howard Cinematography Philippe Rousselot Editing by Alan Cody Studio Vendome Pictures/Playtone Running time 99 minutes Country United States Language English

Advertisements

2 thoughts on “Review: Larry Crowne (2011)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s