Review: Infestation (2009)

Mereka yang menikmati Arachnid (2001) dan Eight-Legged Freaks (2002) kemungkinan besar akan dapat terhibur dengan film komedi horor yang diproduksi oleh rumah produksi milik Mel Gibson, Icon Productions, ini. Dengan dana pembuatan yang hanya mencapai US$5 juta, wajar jika kemudian penonton menemukan beberapa ‘kesederhanaan’ yang disajikan film ini dalam menampilkan special effect di dalam jalan ceritanya. Walau begitu, dengan naskah cerita yang bergerak demikian cepat, aliran humor yang senantiasa hadir di deretan dialog para karakternya serta para pemeran yang mampu menghidupkan tiap karakter mereka perankan, Infestation sebenarnya dapat tampil cukup menyenangkan.

Infestation berfokus pada Cooper (Christopher Marquette), seorang pria yang sepertinya telah kehilangan semangat untuk melaksanakan pekerjaannya. Berbagai kesalahan dan keterlambatannya untuk datang ke kantor membuat ia dipanggil oleh pimpinan perusahaannya, Maureen (Deborah Geffner). Secara tiba-tiba, keduanya mendengar sebuah suara yang membuat merasa kesakitan dan jatuh pingsan. Ketika tersadar, Cooper mendapati dirinya berada dalam rangkaian sebuah kepompong dan diserang oleh seekor serangga raksasa. Mendapati dirinya dalam bahaya, Cooper, bersama dengan beberapa orang lainnya yang ia temui memulai perjalanan menuju ke rumahnya dimana mereka dapat bersembunyi dalam sebuah ruangan anti bom yaang telah lama dipersiapkan ayah Cooper, Ethan (Ray Wise).

Tentu saja, dalam perjalanan tersebut, Cooper dan rekan-rekannya menemui berbagai halangan yang tidak hanya datang dari sekelompok serangga raksasa yang mencoba untuk menyerang dan memangsa mereka, namun juga muncul dari konflik pribadi antara mereka sendiri. Masalah semaakin diperumit ketika gadis yang disukai Cooper, Sara (Brooke Nevin), kemudian berhasil diculik oleh kawanan serangga raksasa. Walaupun awalnya merupakan seorang pengecut, Cooper akhirnya membulatkan tekadnya dan memberanikan diri untuk pergi ke sarang tempat para serangga raksasa itu berkumpul dan menyelamatkan nyawa Sara.

Dengan jalan cerita yang cukup cheesy, karakterisasi yang kurang begitu tergali dan tampilan special effect yang cukup sederhana, adalah cukup dapat dimengerti mengapa Infestation kemudian dirilis secara terbatas di Amerika Serikat sebelum akhirnya dirilis langsung dalam bentuk Digital Video Disc. Terlepas dari kekurang-kekurangan tersebut, Infestation sebenarnya sama sekali bukanlah sebuah film yang buruk. Sutradara sekaligus penulis naskah film ini, Kyle Rankin – yang pernah mengarahkan Shia LaBeouf dalam The Battle of Shaker Heights (2003), sepertinya sadar betul akan berbagai ke-cheesy-an yang terdapat di naskah ceritanya. Dengan kesadaran tersebut, Rankin justru kemudian mampu memanfaatkannya untuk mendukung unsur komedi film ini. Hasilnya, walaupun terkadang tidak begitu mampu bekerja dengan baik, beberapa bagian film ini mampu tampil begitu menghibur.

Keunggulan terbesar dari film ini terletak pada energi yang dimiliki oleh jalan cerita film ini. Memang, hingga di penghujung film Infestation tak mampu menjelaskan apa yang menyebabkan para serangga tersebut membesar dan menyerang masyarakat kota atau mengapa tidak digambarkan adanya usaha pihak keamanan pemerintah untuk membantu masyarakatnya atau mengapa hanya sedikit karakter yang ditampilkan untuk menggambarkan bahwa kumpulan serangga raksasa tersebut menyerang kota. Namun, jalan cerita film ini ditampilkan dengan alur yang sangat cepat. Segera setelah para karakternya menyadari apa yang terjadi pada mereka, jalan cerita kemudian membawa para karakternya berpacu guna menyelamatkan diri mereka. Saat inilah Rankin kemudian memasukkan berbagai unsur komedi, drama dan action yang cukup berhasil membuat Infestation tidak pernah tampil membosankan.

Dari tata produksi, dengan bujet yang terbatas, Infestation dapat dimaklumi harus tampil dengan berbagai kesederhanaannya. Walau begitu, bukan berarti Infestation digarap dengan asal-asalan. Walau tanpa ledakan maupun adegan action yang dapat menyaingi film-film garapan Michael Bay, namun Rankin memastikan bahwa setiap desain produksi di film ini dapat tampil memuaskan. Untuk departemen akting, setiap pemeran di film ini memang tidak memberikan penampilan yang spektakuler akibat sedikitnya pendalaman karakter yang diberikan pada peran mereka. Pun begitu, setidaknya sangat sedikit momen dimana penonton akan merasa bahwa salah seorang pemeran tampil kaku ataupun tidak meyakinkan.

Dari sisi apapun, Infestation sama sekali bukanlah jenis film yang akan dapat memenangkan penghargaan atau akan diingat banyak orang lama setelah menyaksikannya. Walau begitu, film komedi horor ini sama sekali bukanlah film yang buruk. Ada banyak potensi dari seorang Kyle Rankin yang dapat dilihat di cara ia menuliskan jalan cerita maupun mengeksekusi Infestation. Sederhana, namun Rankin tetap memberikan sentuhan terbaik dengan jalan cerita yang bergerak cepat dan menghibur, tata produksi yang tidak mengecewakan serta departemen akting yang cukup meyakinkan. Bukan sebuah karya terbaik namun harus diakui mampu memberikan hiburan tersendiri.

Infestation (Heavy Duty Entertainment/Icon Productions, 2009)

Infestation (2009)

Directed by Kyle Rankin Produced by Jeff Balis, Bruce Davey, Rhoades Rader, T.J. Sakasegawa Written by Kyle Rankin Starring Chris Marquette, Brooke Nevin, Kinsey Packard, E. Quincy Sloan, Wesley Thompson, Linda Park, Deborah Geffner, Jim Cody Williams, Bru Muller, Ray Wise, Mike Straub Music by Steven Gutheinz Cinematography Thomas Ackerman Editing by David Finfer Studio Heavy Duty Entertainment/Icon Productions Running time 91 minutes Country United States Language English

Leave a Reply