Review: In a Better World (2010)

Dalam sebuah dunia yang sempurna, seluruh umat manusia saling mengasihi satu sama lain. Sebuah tindakan kasar yang dilakukan pada seseorang akan diakhiri dengan sikap saling memaafkan dan tanpa kehadiran sebuah rasa dendam. Lingkaran kejahatan, yang biasa dimulai dari permasalahan rumah tangga, yang kemudian secara turun-temurun diteruskan dari satu generasi ke generasi lainnya, tidak akan pernah tercipta. Manusia saling menyayangi satu sama lain. Tentu saja, hal ini hanya terjadi dalam sebuah dunia yang sempurna, sebuah ide yang coba dijabarkan oleh sutradara asal Denmark, Susanne Bier, dalam filmnya yang memenangkan penghargaan Best Foreign Language Film di ajang The 83rd Annual Academy Awards yang lalu, In a Better World.

Pun begitu, Bier tidak menyajikan In a Better World sebagai sebuah drama fiksi yang secara gamblang menggambarkan bagaimana sebuah komposisi dunia yang sempurna a la Pleasantville (2004). Dalam drama yang menempatkannya untuk kesekian kali bekerja sama dengan penulis naskah, Anders Thomas Jensen, Bier malah memasukkan deretan drama melankolis berisi pandangan humanis mengenai rasa kasih, dendam serta rasa saling memaafkan. Dengan eksplorasi yang dilakukan secara begitu perlahan, garis-garis perbedaan dari ketiga pandangan tersebut coba dikaburkan oleh Bier untuk kemudian dipadukan dengan ekplorasi para karakternya akan insting untuk bertahan hidup serta mencari tahu perbedaan hakiki dari sebuah kebenaran dan kesalahan.

In a Better World bercerita mengenai dua buah keluarga yang baru saja berkenalan melalui persahabatan dua anak mereka, Christian (William Johnk Nielsen) dan Elias (Markus Rygaard). Dua anak yang sama-sama berusia sepuluh tahun dan sama-sama sedang mencari jalan tersendiri untuk keluar dari permasalahan hidup mereka. Christian baru saja ditinggalkan ibunya yang terpaksa kalah dalam peperangannya melawan penyakit kanker yang menggerogoti tubuhnya. Sepeninggal sang ibu, Christian berubah menjadi sebuah pribadi yang tertutup sekaligus membuka sebuah jurang yang jauh antara dirinya dan sang ayah, Claus (Ulrich Thomsen).

Sementara itu, Elias sendiri sedang berusaha untuk melarikan diri dari fakta bahwa pernikahan kedua orangtuanya, Anton (Mikael Persbrandt) dan Marianne (Trine Dyrholm), sedang berada di ambang perpecahan. Tidak hanya itu, sekolah juga acapkali menjadi neraka bagi Elias ketika dirinya seringkali menjadi bahan olok-olokan beberapa siswa lainnya. Ketika Christian akhirnya datang membantu Elias dalam melawan anak yang sering mengganggunya, persahabatan antara keduanya pun terbentuk. Elias kini terbebas dari gangguan anak-anak di sekolahnya, namun aksi balas dendam yang berjalan dengan sukses tadi secara perlahan mulai mempengaruhi pertumbuhan jiwa dan cara pandang keduanya mengenai hidup.

In a Better World membuka begitu banyak sudut pandang pertanyaan moral kepada para penontonnya. Apakah benar untuk melakukan sebuah tindakan balas dendam ketika Anda sedang menjadi korbannya? Apakah benar untuk selalu membantu setiap orang yang membutuhkan? Apakah benar untuk membantu seseorang terlepas dari dosa besar yang pernah ia lakukan di masa yang lalu? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin terkesan memiliki jawaban yang cukup jelas. Namun, Bier dengan cerdas akan menghadirkan serangkaian adegan yang kemungkinan besar akan membuat Anda mempertanyakan sendiri jawaban yang sebelumnya telah Anda hasilkan.

Kekuatan utama film ini berada pada jajaran pemerannya yang mampu menampilkan kemampuan akting terbaik mereka. Dua aktor cilik, William Johnk Nielsen dan Markus Rygaard, sama-sama berhasil tampil memuaskan dalam debut akting mereka. Terutama Johnk Nielsen, yang mampu menjadikan Christian sebagai seorang karakter dengan jiwa yang dipenuhi amarah dan dendam namun juga seseorang yang mungkin akan sangat Anda perhatikan ketika benar-benar mengenal dirinya dan menyadari bahwa ia hanyalah seorang jiwa yang tersesat di luasnya dunia. Di saat yang sama, Rygaard memberikan permainan yang sangat sensitif dalam memerankan Elias. Pertemuannya dengan Christian memberikan sebuah kesempatan baru bagi Elias untuk menunjukkan siapa dirinya kepada dunia. Untuk itu, Elias rela melakukan apa saja yang diinginkan Christian agar ia tetap bahagia. Rygaard mampu memainkan karakter ini dengan begitu baik.

Tiga pemeran dewasa yang didapuk untuk memerankan karakter orangtua Christian dan Elias. Mikael Persbrandt dan Trine Dyrholm menunjukkan kualitas akting yang sama sekali tidak mengecewakan sebagai pasangan yang sedang diambang perceraian dan menghadapi seorang anak dengan kepribadian yang bermasalah. Begitu pula dengan Ulrich Thomsen, yang walaupun tidak terlalu dituntut untuk tampil dengan kapasitas emosional yang terlalu meluap seperti yang ditampilkan Persbrandt dan Dyrholm, namun tetap menjadi salah satu bagian esensial keunggulan film ini.

Naskah cerita ditulis oleh sutradara Susanne Bier bersama kolabolatornya, Anders Thomas Jensen. Keduanya telah menghasilkan Open Hearts (2002), Brothers (2004) dan After the Wedding (2006) bersama. Tidak mengherankan, untuk kerjasama kali ini, Thomas Jensen dan Bier terlihat lebih mampu menghasilkan jalan cerita yang dinamis, menyentuh walau tetap terkadang terasa terlalu melankolis. Pun begitu, kemelankolisan cerita film ini mampu didukung penuh oleh gambar-gambar indah yang dihasilkan sinematografer, Morten Søborg – seorang sinematografer yang juga menjadi kolabolator andalan Bier, serta iringan tata musik karya komposer, Johan Söderqvist.

In a Better World adalah sebuah petualangan emosional yang kemungkinan besar akan menempatkan para penontonnya pada pertanyaan mengenai apakah yang akan mereka lakukan bila mereka sedang berada di posisi sama yang sedang dihadapi seluruh karakter yang ada di film ini. Berbicara mengenai rasa takut, amarah, dendam, kasih sayang dan rasa maaf, sesuai dengan judul yang dibawakan, penonton digiring untuk mempertanyakan bahwa apakah mereka telah hidup di saat yang lebih baik dari sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan emosional dan moral yang cukup sulit untuk diangkat, namun Bier mampu menampilkannya dengan sentuhan yang modern dan penceritaan yang sangat efektif.

In a Better World (Zentropa/Sony Pictures Classics, 2010)

In a Better World (Hævnen) (2010)

Directed by Susanne Bier Produced by Sisse Graum Jørgensen Written by Anders Thomas Jensen (screenplay), Susanne Bier, Anders Thomas Jensen (story) Starring Mikael Persbrandt, Trine Dyrholm, Ulrich Thomsen, William Johnk Nielsen, Markus Rygaard, Kim Bodnia Music by Johan Söderqvist Cinematography Morten Søborg Editing by Pernille Bech Christensen, Morten Egholm Studio Zentropa Distributed by Sony Pictures Classics Running time 113 minutes Country Denmark Language Danish, Swedish, English

Leave a Reply