Review: HappyThankYouMorePlease (2011)

Setelah Zach Braff dan Jason Segal sukses dalam melakukan debut penyutradaraannya, Josh Radnor menjadi aktor serial televisi lainnya yang turut serta mencoba kemampuannya dalam menjadi seorang sutradara di sebuah film layar lebar. HappyThankYouMorePlease, yang juga ditulis oleh Radnor, berkisah mengenai perjuangan sekelompok pemuda New York dalam menghadapi kehidupan cinta, persahabatan dan proses menuju kedewasaan dalam diri mereka. Sayangnya, seperti yang diungkapkan karakter Paul Gertmanian (Richard Jenkins) kepada karakter Sam (Radnor) di film ini, tak satupun karakter-karakter tersebut memiliki daya tarik yang pasti kepada para penontonnya: apakah mereka akan jatuh cinta kepada karakter-karakter tersebut atau malah justru membenci mereka.

Sebuah cerita yang memanfaatkan hubungan antara satu karakter dengan karakter lainnya dalam mengantarkan tema cerita yang ingin disampaikan, HappyThankYouMorePlease mengenalkan kita pada seorang penulis novel, Sam (Radnor). Dalam perjalanannya untuk menemui pria yang akan menerbitkan novelnya, Paul Gertmanian (Richard Jenkins) – yang berakhir dengan kegagalan – Sam menemukan seorang anak, Rasheen (Michael Algieri), yang terpisah dari ibunya. Walaupun telah diperingatkan oleh beberapa temannya bahwa merawat anak yang ditemukan sembarangan tersebut adalah tindakan yang melawan hukum, namun Sam yang merasa iba melihat Rasheen memutuskan untuk terus merawatnya.

Melalui kegiatan kesehariannya, kita diperkenalkan pada teman Sam, Annie (Malin Åkerman), serta sepupunya, Mary Catherine (Zoe Kazan). Annie adalah seorang wanita penderita sindrom Alopecia, yang menyebabkan dirinya tidak mampu memiliki pertumbuhan rambut di seluruh tubuhnya, yang kemudian membuatnya hampir tidak memiliki kepercayaan diri dalam menjalin sebuah hubungan serius dengan pria. Sementara itu, Mary Catherine sendiri saat ini sedang memiliki masalah dengan kekasihnya, Charlie (Pablo Schreiber), akibat keinginan Charlie untuk pindah ke California yang bertentangan dengan keinginan Mary Christine yang ingin menetap di New York.

Walau berisi karakter-karakter yang sepertinya mudah untuk disukai, namun masalah-masalah yang mendera setiap karakter dalam jalan cerita HappyThankYouMorePlease hampir membuat mereka terlihat seperti sekumpulan karakter yang begitu menyebalkan ketika sedang menghadapi masalah hidup. Dimulai dengan masalah Sam dalam usahanya dalam menentukan apakah akan mengembalikan anak yang ia temukan serta jalinan hubungan asmaranya dengan gadis yang baru ia temui hingga masalah menentukan keputusan akan pindah ke California atau tidak yang dihadapi pasangan Mary Catherine dan Charlie, karakter-karakter tersebut terus digambarkan sebagai karakter yang inkonsisten dalam setiap pemikirannya.

Mungkin, hanya karakter Annie yang mampu digambarkan secara dewasa dalam cerita ini. Kisahnya, yang meliputi perjuangannya dalam mengatasi rasa ketidakpercayaan dirinya akibat sindrom yang ia derita serta usahanya dalam mencoba membuka hatinya pada pria yang berusaha mengambil hatinya, berhasil tampil hidup akibat penceritaan karakter Annie yang sangat menyentuh, penuh dengan dialog yang bijaksana dan terasa sangat nyata.

Sebagai usaha penyutradaraan pertamanya, Radnor beruntung dikelilingi jajaran pemeran muda yang mampu menghidupkan setiap adegan yang mereka perankan. Dalam deretan kisah yang mampu memberikan ruang bagi para pemerannya untuk lebih mengembangkan karekterisasi peran mereka, Malin Åkerman adalah pemeran yang terlihat paling mampu menampilkan kemampuan akting terbaiknya. Selain kisahnya merupakan yang paling menarik, akting Åkerman-lah yang semakin membuat film ini terlihat lebih dewasa penceritaannya.

Walau deretan kisahnya terkesan tidak terlalu menarik, akibat cara Radnor yang terlalu bertele-tele dalam mengisahkan bagaimana karakter di film ini dalam menyelesaikan masalah mereka, HappyThankYouMorePlease menjadi kisah yang cukup menarik akibat kemampuan tiap pemerannya dalam menghidupkan karakter mereka. Hal yang sangat menguntungkan pula tata teknis film ini — seperti tata musik dan tata sinematografi yang mampu menangkap lingkungan New York dengan cukup baik – semakin menambah kedinamisan film ini. Sebagai karya pertama Radnor, HappyThankYouMorePlease sama sekali tidak mengecewakan, walaupun akan ada banyak orang yang menharapkan film ini tampil lebih berisi.

HappyThankYouMorePlease (Paper Street Films/Tom Sawyer Entertainment/Myriad Pictures/Anchor Bay Films, 2011)

HappyThankYouMorePlease (2011)

Directed by Josh Radnor Produced by Jesse Hara, Benji Kohn, Chris Papavasiliou, Austin Stark Written by Josh Radnor Starring Josh Radnor, Malin Åkerman, Zoe Kazan, Kate Mara, Michael Algieri, Tony Hale, Pablo Schreiber, Peter Scanavino, Richard Jenkins Music by Jaymay Cinematography Seamus Tierney Editing by Michael R. Miller Distributed by Myriad PicturesAnchor Bay Films Running time 100 minutes Country United States Language English

 

Directed by Josh Radnor Written by Josh Radnor Starring Malin ÅkermanKate MaraZoe KazanMichael AlgieriTony HaleJosh RadnorPablo Schreiber Cinematography Seamus Tierney Editing by Michael R. Miller Distributed by Myriad PicturesAnchor Bay Films Release date(s) January 20, 2010 (2010-01-20) (Sundance)
August 20, 2010 (2010-08-20) Running time 100 minutes Country United States Language English

Leave a Reply