Review: Monsters (2010)


Kesuksesan luar biasa Cloverfield (2008) dan District 9 (2009) ternyata mampu membuat sebuah standar tersendiri dalam proses pembuatan film, khususnya terhadap film-film ber-genre science fiction yang menggunakan makhluk extraterrestrial sebagai bagian dari penceritaannya. Para pembuat film ini, mampu belajar banyak bahwa dengan dana yang ‘seadanya,’ mereka mampu memaksimalkan penceritaan, termasuk dengan tetap menyediakan special effects yang tentunya tidak dapat dipandang sebelah mata begitu saja. Namun, tentu saja, dengan standar kualitas tinggi yang telah ‘diterapkan’ oleh kedua film tersebut, film-film science fiction dengan bujet kecil yang dirilis setelah Cloverfield dan District 9 mau tidak mau harus menerima untuk dibandingkan dengan kedua film tersebut.

Di tahun 2010, sutradara asal Inggris, Gareth Edwards, kembali membuktikan bahwa dana yang seadanya tidak akan menghalangi proses kreativitas dalam menghasilkan kualitas terbaik sebuah film. Dengan dana yang tidak mencapai US$500.000, Edwards menghasilkan Monsters, sebuah film science fiction yang lagi-lagi mengekspos mengenai penyerangan makhluk luar angkasa asing ke Bumi, lengkap dengan special effects yang sangat meyakinkan, dan ditambah dengan kemampuan akting para pemerannya, menjadikan film tersebut sebagai sebuah pencapaian yang cukup dapat dibanggakan.

Konflik cerita sendiri bermulai ketika kapal luar angkasa NASA secara tidak sengaja jatuh di wilayah Meksiko. Bukan masalah yang terlalu besar sebenarnya, jika pesawat tersebut tidak membawa sampel kehidupan makhluk luar angkasa. Jatuhnya sampel kehidupan makhluk luar angkasa tersebut ternyata berdampak fatal dengan membuat berbagai makhluk yang menyerupai alien hidup tersebar di atas permukaan Bumi. Penyebaran ini telah menyebabkan sebagian wilayah perbatasan Amerika Serikat-Meksiko menjadi wilayah yang dikarantina pemerintah karena telah dikuasai makhluk asing tersebut.

Dua tokoh protagonis kemudian diperkenalkan melalui Andrew (Scoot McNairy), seorang fotojurnalis, yang ditugaskan pemimpinnya untuk menjemput putrinya, Samantha (Whitney Able), dari Meksiko untuk kembali ke Amerika Serikat. Pada awalnya, perjalanan berjalan lancar ketika Andrew berhasil membelikan tiket kepulangan Samantha ke Amerika Serikat. Sialnya, ketika waktu keberangkatan, Andrew malah menghilangkan paspor dan tiket Samantha, yang menyebabkan Samantha tidak dapat berangkat. Mau tidak mau, karena perbatasan akan segera ditutup dan kemungkinan akan dibuka  kembali pada enam bulan ke depan, Andrew dan Samantha terpaksa memilih jalur darat untuk kembali ke Amerika Serikat. Jelas saja, berbagai halangan siap menghadang mereka, khususnya ketika keduanya harus melewati daerah yang dikarantina karena merupakan satu-satunya jalur darat yang ada untuk mencapai Amerika Serikat.

Harus diakui, dengan dana yang terbatas, Gareth Edwards mampu menampilkan special effects yang terlihat meyakinkan untuk menggambarkan berbagai makhluk asing yang berlalu lalang dalam menyerang Bumi. Special effects dalam menampilkan berbagai makhluk asing ini, serta dalam menampilkan berbagai adegan aksi yang terjadi di sepanjang jalan cerita, dibuat dengan tampilan yang sangat mewah sehingga dipastikan tidak ada seorangpun yang percaya bahwa Edwards menggarap special effects untuk Monsters melalui teknologi sederhana yang ada di rumahnya.

Tidak hanya melulu mengutamakan tampilan special effects, Edwards juga berhasil dalam menggarap jalan cerita yang cukup menarik untuk diikuti. Seperti halnya District 9 ataupun Avatar (2009), Monsters merupakan sebuah film science fiction yang menyediakan jalinan kisah romansa antara karakternya dengan porsi yang cukup besar. Sayangnya, tidak seperti District 9, kisah romansa yang dihadirkan oleh Edwards di Monsters harus diakui berjalan kurang terlalu menggigit, entah itu karena Monsters terlalu berfokus pada kisah kehidupan Bumi yang sedang berada dalam kekuasaan para alien atau memang karena kisah percintaan antara Andrew dan Samantha berjalan datar tanpa adanya faktor yang terlalu istimewa dari kisah romansa tersebut.

Chemistry yang tercipta antara kedua pemeran utamanya, Scoot McNairy dan Whitney Able, juga terasa sangat minimal. Kedua pemeran tersebut lebih condong untuk menghidupkan karakter yang mereka perankan daripada berupaya untuk membuat tampilan hubungan mereka berdua terlihat menyentuh dan nyata. Karakter keduanya yang tidak terlalu simpatik juga membuat Monsters berlalu dengan cepat tanpa adanya kesan yang berarti dari kisah kehidupan dua karakter tersebut. Sangat disayangkan ketika Edwards terlihat mampu menghidupkan karakter-karakter alien secara nyata, namun gagal dalam ‘memanusiakan’ karakter-karakter manusia dan membuat mereka justru menjadi kurang dapat begitu disukai.

Berbeda dengan film-film science fiction lainnya, Monsters lebih cenderung mengutamakan kisah drama perjalanan antara kedua tokoh utamanya daripada kisah fiksi mengenai makhluk luar angkasa yang menyerang Bumi dan meletakkannya ‘hampir’ hanya menjadi latar belakang cerita. Sayangnya, dari segi visual, justru latar belakang makhluk asing itu yang terlihat menonjol jika dibandingkan dengan kisah romansa para karakternya, dimana kisah tersebut berjalan terlalu datar dengan karakter-karakter yang tidak terlalu menarik simpati untuk disimak kisahnya. Mereka yang memang mampu menyelami aliran kisah drama Monsters kemungkinan besar dapat menikmati film ini dengan baik. Namun secara keseluruhan, Monsters masih terlihat terlalu datar untuk dianggap sebagai sebuah film yang dapat menawarkan sesuatu yang berbeda.

Rating: 3.5 / 5

Monsters (Vertigo Films, 2010)

Monsters (2010)

Directed by Gareth Edwards Produced by Allan Niblo, James Richardson Written by Gareth Edwards Starring Whitney Able, Scoot McNairy Music by Jon Hopkins Cinematography Gareth Edwards Studio Vertigo Films Distributed by Vertigo Films Running time 94 minutes Country United Kingdom Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s