Review: Happy Tears (2010)

Sukses dengan thriller Teeth (2007) yang sempat menjadi bahan perbincangan di banyak festival film, sutradara sekaligus penulis naskah Mitchell Lichtenstein kembali hadir dengan karya terbarunya, Happy Tears. Berbeda dengan jauh dengan film yang menjadi debut penyutradaraannya tersebut, Happy Tears merupakan sebuah film black comedy yang menceritakan mengenai kehidupan dua orang wanita bersaudara dalam merawat ayah mereka yang telah berusia lanjut.

Walau saling menyayangi satu sama lain, Jayne (Parker Posey) adalah wanita yang sangat bertolak belakang dengan sang kakak, Laura (Demi Moore). Setelah menikah dengan Jackson (Christian Camargo), seorang anak pelukis terkenal, ia tinggal di San Fransisco dalam kehidupan ekonomi yang cukup berada. Walau begitu, kehidupan Jayne tidaklah sempurna. Obsesinya untuk memiliki anak dari Jackson hingga saat ini masih belum terwujud, sementara sang suami sepertinya terus tenggelam dalam obsesinya untuk meneruskan masa kejayaan sang ayah sebagai seorang pelukis.

Di sisi lain, Laura adalah wanita sederhana yang tinggal dengan sang suami – yang seorang biseksual – dan anak-anaknya dengan bekerja sebagai seorang massage therapist. Berbeda dengan Jayne yang sepertinya dapat menikmati setiap momen dalam hidupnya, Laura adalah tipe wanita yang canggung dan merasa kalau ia harus memikul setiap tanggung jawab yang ada, khususnya yang berhubungan dengan keluarganya.

Ketika Laura menghubungi Jayne dan memintanya untuk datang ke Pittsburgh, tempat dimana rumah keluarga mereka berada, untuk mendiskusikan masalah kesehatan ayah mereka, Joe (Rip Torn), yang terkena dementia, baik Laura maupun Jayne harus mengenyampingkan seluruh masalah pribadi dan mulai menentukan jalan terbaik untuk sang ayah. Ini tentu saja bukan merupakan permasalahan yang mudah karena keduanya memiliki pendapat yang sangat berbeda satu sama lain.

Naskah yang ditulis oleh Lichtenstein sendiri sebenarnya memiliki cukup banyak peluang untuk dapat menarik minat dan hati penonton untuk terhubung kepada jalan cerita yang ia tawarkan. Namun sayangnya hal itu sepertinya dipersulit dengan Lichtenstein yang sepertinya kehilangan ide mengenai bagaimana jalan cerita Happy Tears untuk dilanjutkan, dan hal ini sangat dapat dirasakan pada pertengahan film dimana banyak karakter baru muncul (dengan latar belakang yang kurang dapat digambarkan) dan menggeser posisi seorang karakter utama yang tadinya cukup menjadi perhatian di awal cerita.

Keunggulan Happy Tears murni berada pada keberhasilan para jajaran pemerannya dalam memerankan setiap karakter mereka. Walau chemistry yang dihadirkan antara Posey dan Moore terasa kurang maksimal, namun keduanya mampu memberikan permainan yang cukup menarik. Posey, seorang aktris yang dikenal sebagai ratu film indie di Amerika Serikat, sepertinya tidak membutuhkan banyak usaha dalam memerankan karakter Jayne, yang sepertinya benar-benar pas untuk ia perankan. Moore juga tampil bagus. Apa yang Moore tampilkan di film ini dan The Joneses sepertinya semakin menunjukkan bahwa dirinya memang memiliki kemampuan drama yang cukup baik.

Yang juga layak untuk mendapatkan perhatian adalah dua aktor senior, Rip Torn dan Ellen Barkin. Berperan sebagai seorang pria yang hampir kehilangan ingatannya karena dementia, peran Torn di film ini sangat komikal. Sedikit mengingatkan pada karakter Alan Arkin di Little Miss Sunshine (2006), Torn tampil sangat menarik perhatian dengan perannya sebagai ayah Jayne dan Laura. Sementara Ellen Barkin tampil sangat mengesankan sebagai Shelly, seorang perawat palsu yang berniat memanfaatkan kesendirian Joe. Terlihat acak-acakan, penampilan Barkin benar-benar memberikan sebuah karakter yang sangat berbeda dari peran-peran yang pernah ia perankan sebelumnya.

Menawarkan penampilan yang sangat apik dari empat pemeran utamanya, Happy Tears sayangnya kurang berhasil dalam memberikan jalan cerita yang apik kepada para penontonnya. Berawal dengan cukup baik, alur cerita film ini kemudian kebingungan untuk membangun struktur yang tepat yang dapat menghantarkan nuansa drama sekaligus komedi yang pas untuk diberikan kepada para penontonnya. Sebuah sajian yang cukup menarik walau akan kurang mampu untuk memperoleh perhatian yang lebih besar lagi.

Rating: 3 / 5

Happy Tears (Roadside Attractions, 2010)

Happy Tears (2010)

Directed by Mitchell Lichtenstein Produced by Joyce M. Pierpoline Written by Mitchell Lichtenstein Starring Parker Posey, Demi Moore, Rip Torn, Ellen Barkin Music by Robert Miller Cinematography Jamie Anderson Editing by Joe Landauer Distributed by Roadside Attractions Running time 95 mins Country United States Language English

Leave a Reply