Review: Furry Vengeance (2010)

Nama Brendan Fraser sepertinya akan terus diingat sebagai nama seorang aktor yang terjebak untuk selalu membintangi film-film yang ditujukan untuk pangsa pasar keluarga. Bukan sebuah masalah besar jika film-film yang ia bintangi merupakan film-film keluarga dengan kualitas yang memorable dan dapat dibanggakan. Namun dengan judul-judul seperti Looney Tunes: Back In Actions, Inkheart dan Extraordinary Measures, yang tidak hanya gagal meraih perhatian para kritikus film dunia namun juga gagal meraih simpati para penonton, Fraser sepertinya harus semakin sering mempertimbangkan film yang akan ia bintangi. Dan Furry Vengeance bukanlah sebuah film yang akan merubah kenyataan itu.

Dengan naskah yang dituliskan oleh Michael Carnes dan Josh Gilbert (Mr. Woodcock, 2007), Furry Vengeance mengisahkan mengenai Dan Sanders (Fraser), seorang pengembang perusahaan perumahan yang mendapatkan tugas dari pimpinannya, Neil Lyman (Ken Jeong), untuk membangun sebuah kompleks perumahan yang bertemakan alam dengan menggunduli sejumlah area perhutanan. Untuk melaksanakan tugasnya tersebut, Dan beserta istri, Tammy (Brooke Shields), dan anaknya, Tyler (Matt Prokop), harus mau direlokasi ke wilayah hutan selama setahun.

Pada awalnya, Dan mendukung usaha perusahaannya untuk membangun perumahan yang ramah terhadap lingkungan. Namun ketika pemimpinnya mengungkapkan bahwa akan ada fase kedua dari pembangunan perumahan tersebut — yang melibatkan rencana untuk menghabiskan seluruh wilayah hutan yang ada — Dan mulai dilanda kebimbangan. Parahnya, para binatang penghuni hutan tersebut ternyata mendengar rencana tersebut. Tak ingin kehilangan tempat tinggal, para penghuni hutan tersebut mulai melancarkan serangan yang mengganggu kehidupan Dan beserta keluarganya.

Furry Vengeance, dengan naskah cerita yang melibatkan berbagai adegan dimana para bintang digambarkan dapat melakukan berbagai tindakan balas dendam kepada manusia, memang sepertinya dilancarkan untuk pangsa pasar penggemar film-film keluarga. Sayangnya, seperti yang terjadi di banyak film-film keluarga yang dirilis akhir-akhir ini, para produser Furry Vengeance sepertinya beranggapan bahwa mereka sedang bermain di zona aman, dimana logika di dalam jalan cerita dapat dikesampingkan demi menghasilkan hiburan kepada para penontonnya.

Itu jika Furry Vengeance berhasil menghibur para penontonnya. Dalam kasus film yang disutradarai oleh Roger Kumble (Cruel Intentions, 1999) ini, tak satupun adegan yang ada di dalamnya benar-benar berhasil menghasilkan adegan yang menghibur. Dengan durasi sepanjang 92 menit, lebih dari setengah bagian film ini memperlihatkan adegan karakter Dan Sanders sedang menghadapi rentetan balas dendam yang dilancarkan para penghuni hutan kepada dirinya. Dapat saja menghibur sebenarnya, namun jika dihadirkan berulang-ulang kali, tentu saja malah menjadi sebuah tayangan yang sangat membosankan.

Tidak ada hal yang benar-benar dapat diberikan nilai positif dari film komedi keluarga ini. Walaupun tidak buruk, jajaran pemerannya — yang dipimpin oleh Brendan Fraser dan Brooke Shields — juga tampil tidak terlalu istimewa dalam memerankan karakter mereka. Hal yang terjadi karena karakter yang mereka perankan tidak terlalu membutuhkan pendalaman atau kemampuan akting yang terlalu istimewa untuk ditampilkan.

Satu-satunya hiburan yang dapat diperoleh penonton dari Furry Vengeance adalah kehadiran duo Ken Jeong dan Angela Kinsey. Jeong, yang populer lewat penampilannya di film komedi The Hangover, dan Kinsey, yang populer lewat serial komedi televisi The Office, benar-benar dapat berpadu bersama dan memberikan beberapa momen terbaik di film ini. Sayang memang keduanya hanya diberikan karakter pendukung yang membuat kehadiran mereka di dalam jalan cerita cukup minim.

Dengan naskah cerita yang sangat minim pengembangan, durasi 92 menit yang dihadirkan Furry Vengeance dihabiskan kebanyakan pada adegan aksi balas dendam yang dilakukan oleh karakter penghuni hutan terhadap karakter Dan Sanders, yang kemudian dilakukan secara berulang-ulang. Sangat membosankan! Visual effect yang dihadirkan juga sangat memprihatinkan dan benar-benar membuat Furry Vengeance sepertinya hanya dapat dinikmati oleh para penonton di bawah umur. Dangkal dan dihadirkan dengan cara yang benar-benar buruk!

Rating: 2 / 5

Furry Vengeance (Participant Media/ImageNation Abu Dhabi GmBH/Summit Entertainment, 2010)

Furry Vengeance (2010)

Directed by Roger Kumble Produced by Brendan Fraser, Keith Goldberg, Ira Shuman, Robert Simonds Written by Michael Carnes, Josh Gilbert Starring Brendan Fraser, Brooke Shields, Matt Prokop, Ken Jeong, Angela Kinsey, Skyler Samuels, Jim Norton Music by Edward Shearmur Cinematography Peter Lyons Collister Editing by Lawrence Jordan Studio Participant Media/ImageNation Abu Dhabi GmBH Distributed by Summit Entertainment Running time 92 minutes Country United States Language English

Leave a Reply