Review: The Girl who Played with Fire (2009)


Adaptasi film dari novel kedua dalam trilogi Millenium karya penulis asal Swedia, Stieg Larsson, The Girl who Played with Fire, menemui sebuah perubahan besar-besaran ketika sutradara Niels Arden Oplev, yang sukses mengarahkan The Girl with the Dragon Tattoo, digantikan posisinya oleh Daniel Alfredson. Tidak hanya dari sisi pengarahan, naskah cerita yang awalnya ditangani oleh duet Nikolaj Arcel dan Rasmus Heisterberg kini ditangani oleh seorang penulis naskah baru, Jonas Frykberg. Apakah hal ini memiliki pengaruh terhadap kualitas The Girl who Played with Fire jika dibandingkan dengan The Girl with the Dragon Tattoo? Sangat!

Perubahan yang paling dapat dirasakan adalah The Girl who Played with Fire memiliki intensitas cerita yang berjalan lebih dramatis. Kurangnya interaksi antara dua karakter utama juga menyebabkan film ini memiliki daya tarik yang kurang kuat jika dibandingkan dengan film pendahulunya. Kualitas The Girl who Played with Fire cenderung menurun? Mungkin saja. Namun tidak ada yang akan menyangkal bahwa film sekuel ini masih sama menegangkannya dengan penambahan banyak adegan action di dalam jalan ceritanya.

Jika The Girl with the Dragon Tattoo mengenalkan penontonnya pada salah satu karakter heroine paling  menarik di sepanjang sejarah perfilman, Lisbeth Salander (Noomi Rapace), dan petualangannya yang menyinggung masa lalu jurnalis Mikael Blomkvist (Michael Nyqvist), kini The Girl who Played with Fire seperti memutar roda tersebut dan menempatkan Mikael untuk menyelesaikan misteri pembunuhan yang melibatkan masa lalu Lisbeth ketika sedang berada dalam masa terapi jiwanya.

Permasalahan dimulai ketika salah satu jurnalis majalah Millenium dan kekasihnya menjadi korban sebuah pembunuhan. Ini menarik perhatian Mikael karena jurnalis tersebut bersama kekasihnya sedang berusaha menyelesaikan sebuah tulisan yang akan menyingkap mengenai skandal seks beberapa petinggi polisi dengan para gadis di bawah umur. Nama Lisbeth Salander, yang baru saja kembali ke Stockholm setelah setahun berada di luar negeri, mulai disebut-sebut terlibat setelah sebuah senjata api ditemukan di apartemen sang jurnalis dengan sidik jarinya berada di senjata api tersebut.

Tuduhan kepada Lisbeth semakin menajam setelah pengawasnya, Nils Erik Bjurman (Peter Andersson), juga ditemukan tewas beberapa hari setelahnya. Semua orang, termasuk Mikael, kini berusaha menemukan tempat keberadaan Lisbeth. Lisbeth sendiri setelah mengetahui bahwa dirinya sedang berada dalam sebuah kasus yang sama sekali tidak ia lakukan, perlahan-lahan mulai mengumpulkan bukti untuk mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut pada dirinya. Sebuah tindakan yang kemudian akan menyingkap mengenai masa lalu yang kelam dari seorang Lisbeth Salander.

Dramatisasi yang paling jelas dapat dirasakan tentu saja berasal dari sisi cerita yang lebih menggali masa lalu kelam Lisbeth Salander di sepanjang jalan cerita. Hal ini sebenarnya tidak buruk, bahkan memberikan kesempatan kepada para penonton untuk mengenal heroine ini dengan lebih baik. Hanya saja, jika mereka telah mengikuti The Girl with the Dragon Tattoo dan mengharapkan lebih banyak aksi dari duet Lisbeth dan Mikael tentu akan merasa sedikit kecewa. Apalagi di sepanjang jalan cerita, Lisbeth dan Mikael sama sekali tidak berinteraksi, kecuali satu kali lewat sebuah pesan yang dituliskan oleh Lisbeth di laptop Mikael. Hal ini seperti mengurangi kepadatan jalan cerita yang telah tercipta pada film pertama seri Millenium ini.

Sutradara Daniel Afredson juga sepertinya terjebak dengan jalur drama yang dituliskan oleh Jonas Frykberg ini dengan memberikan tone cerita yang lebih lamban. Menampilkan lebih banyak karakter yang telibat di dalam jalan cerita dengan menghadirkan jumlah adegan action yang lebih sedikit daripada sebelumnya, membuat The Girl who Played with Fire terkesan tanggung dalam tampilannya sebagai sebuah drama action yang jelas akan membuat film ini cenderung terkesan sedikit membosankan bagi beberapa orang. Walau begitu, bukan berarti kualitas film ini menurun drastis, apalagi dengan penampilan Noomi Rapace yang semakin terikat dengan karakternya, Lisbeth Salander.

Setelah memperkenalkan sisi yang misterius yang tangguh di film pertamanya, Rapace terlihat mampu untuk memperlihatkan sisi sensitivitas dirinya ketika karakter yang ia perankan harus berurusan dengan masa lalunya yang kelam dan sepertinya bukan sesuatu yang sangat diinginkan. Walau secara keseluruhan The Girl who Played with Fire menyajikan adegan action yang lebih minim, namun Rapace beberapa kali sempat terlibat dalam adegan yang mengharuskannya menggunakan kemampuan fisiknya. Dan ini ia lakukan dengan sangat baik dan semakin memperkokoh imej heroine Lisbeth Salander yang ia bawakan.

Karakter Mikael Blomkvist yang diperankan oleh aktor Michael Nyqvist, yang pada The Girl with the Dragon Tattoo tampil sama menonjolnya dengan karakter Lisbeth Salander, di film ini tampaknya harus sedikit mengalah karena harus membagi jalan ceritanya dengan banyak karakter lain sementara karakter Lisbeth Salander memperoleh perhatian utama dalam jalan cerita. Walau begitu, kehadiran aktor Michael Nyqvist tetap memberikan poin tersendiri bagi jalan cerita film ini.

Mungkin sangat sulit untuk menandingi The Girl with the Dragon Tattoo, sebuah film drama action yang sangat sukses menggabungkan banyak adegan action – yang istimewanya dilakukan oleh seorang heroine – dengan berbagai keunggulan teknis dengan jalan cerita yang sangat mengikat. Pergantian sutradara dan penulis naskah memberikan pengaruh yang signifikan: The Girl who Played with Fire lebih cenderung menjadi sebuah kisah drama dengan tone cerita yang sedikit melamban. Untungnya dua pemeran karakter utama, Noomi Rapace dan Michael Nyqvist masih memberikan permainan terbaik mereka. Sebuah penurunan kualitas jika dibandingkan dengan film pertamanya, namun bahkan dengan durasinya yang mencapai 129 menit, The Girl who Played with Fire tetap merupakan sebuah film yang menyenangkan untuk dilihat.

Rating: 3.5 / 5

The Girl who Played with Fire (Zodiak Entertainment, 2009)

The Girl who Played with Fire (2009)

Directed by Daniel Alfredson Produced by Soren Staermose, Jon Mankell Written by Jonas Frykberg (screenplay), Stieg Larsson (novel) Starring Michael Nyqvist, Noomi Rapace, Lena Endre, Peter Andersson, Per Oscarsson, Sofia Ledarp, Yasmine Garbi, Georgi Staykov, Annika Hallin, Tanja Lorentzon, Paolo Roberto, Johan Kylén, Magnus Krepper, Ralph Carlsson, Micke Spreitz, Anders Ahlbom Music by Jacob Groth Cinematography Peter Mokrosinski Editing by Mattias Morheden Distributed by Zodiak Entertainment Running time 129 minutes Country Sweden, Denmark, Germany Language Swedish, French, English

Advertisements

8 thoughts on “Review: The Girl who Played with Fire (2009)”

  1. Jadi penasaran gw. Tapi katanya The Girl With Dragon Tatoo mau diremake pemerannya si Emma Watson (Hermione di Harry Potter). Bagusan mana ya?

    1. Belum dipastikan sih siapa yang bakalan meranin Lisbeth Salander di The Girl with the Dragon Tattoo versi Hollywood. Tapi yang jelas, siapapun yang meranin nanti harus bakalan tahan dibandingin dengan Noomi Rapace. Dia keren banget soalnya dalam meranin Salander.

  2. aku uda baca novelnya dan punya imajinasi sendiri seperti apa tokoh Salander, jd pengen cepet2 nonton 2 filmnya sekaligus nih 🙂

  3. Woogh. Udah nonton lanjutannya. Udah ada sih file-nya, tinggal nonton (tapi ketunda mulu). Agaknya kurang setuju kalau Emma Watson yang main di-remake-nya, tapi lihat saja nanti. Siapa tahu doi bakal kasi penampilan mencengangkan….

  4. ngutip komen di youtube dari hanscarter: “Why does this movie “need” to be remade? Why can’t Americans learn to read subtitles?” ^_^ lucu

    1. Kalau versi film Swedia, ketiga filmnya udah dirilis. Yang pertama itu ada The Girl with the Dragon Tattoo (dirilis pada 27 Februari 2009), kemudian film ini, The Girl who Playes with Fire (dirilis 18 September 2009) dan yang terakhir The Girl who Kicked the Hornets’ Nest (dirilis pada 27 November 2009).

      Dua film pertama udah dirilis di Amerika Serikat pada awal tahun dan pertengahan tahun 2010. Untuk film ketiganya belum ada jadwal rilis di States.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s