Review: The Joneses (2010)

Steve Jones (David Duchovny) mungkin adalah salah satu pria yang paling beruntung di dunia. Pria tampan ini memiliki segala hal yang diinginkan setiap pria dewasa lainnya. Ia memiliki istri yang cantik, Kate (Demi Moore), dua anak yang sempurna, Jenn (Amber Heard) dan Mick (Ben Hollingsworth), serta memiliki status finansial yang sangat berkecukupan. Karenanya, tidaklah mengherankan ketika keluarga Jones pindah ke sebuah lingkungan baru, masing-masing anggota keluarga tersebut dapat dengan cepat beradaptasi dan mendapatkan sekumpulan relasi baru.

Tampilan mengenai gambaran sebuah keluarga idaman warga Amerika Serikat itulah yang ditampilkan oleh sutradara Derrick Borte di menit-menit awal film yang menjadi debut penyutradaraannya, The Joneses. Dengan tone dark comedy, tabir keempat anggota keluarga Jones akhirnya dibuka, bahwa mereka satu sama lainnya sebenarnya tidak memiliki hubungan apapun. Mereka berempat sebenarnya adalah keluarga palsu yang dibentuk oleh sebuah perusahaan pemasaran untuk memperkenalkan berbagai produk langsung ke tengah-tengah masyarakat.

Seperti halnya American Beauty (1999), sebuah film yang memiliki tone sama dan menjadi debut penyutradaraan layar lebar bagi sutradara Inggris, Sam Mendes, The Joneses juga tidak sepenuhnya menceritakan mengenai keempat karakter tersebut. Kehadiran keluarga Jones di tengah-tengah lingkungan tersebut, dengan segala kesempurnaan yang mereka miliki, ternyata sangat mempengaruhi tetangga mereka, pasangan suami istri, Larry (Gary Cole) dan Summer Symonds (Glenne Headly). Pasangan ini kemudian berusaha sekuat tenaga untuk mencapai apa yang telah diperoleh oleh keluarga Jones, yang pada akhirnya justru menjebak mereka pada jeratan hutang.

The Joneses memiliki premis yang sangat pintar, salah satu yang terbaik di sepanjang tahun ini, yang berisi banyak sindiran mengenai sifat tamak, materialisme dan konsumerisme yang semakin menjadi-jadi di kalangan masyarakat Amerika Serikat (dunia?). Premis tersebut, sayangnya, tidak mampu dikembangkan dengan baik lewat naskah cerita film ini. Setelah film ini membuka tabir siapa keluarga Jones sebenarnya, The Joneses perlahan-lahan berubah menjadi sebuah film yang dipenuhi berbagai intrik drama khas Hollywood.

Untuk lebih memberikan jalan cerita yang lebih familiar pada The Joneses, Borte kemudian memberikan jalinan kisah cinta pada masing-masing anggota keluarga Jones. Di sinilah rangkaian kelemahan film ini dimulai. Dua karakter utamanya, Steve dan Kate, memang diberikan jalan kisah cinta yang cukup mendominasi di sepanjang jalan cerita, namun lain halnya dengan kisah cinta yang diberikan pada Mick dan Jane. Selain pendalaman karakter keduanya yang semenjak awal memang terasa kurang, kisah cinta yang dituliskkan Borte untuk keduanya juga lebih seperti tempelan belaka dan tidak mampu memberikan pengaruh emosional yang cukup kuat pada penonton.

Hal yang sama juga terjadi pada beberapa karakter pendukung utama di film ini. Pasangan Symonds misalnya, yang sebenarnya cukup potensial untuk menambah nilai emosional di film ini, namun sepertinya kurang diberikan fokus yang tepat untuk lebih menggali lagi kisah kehidupan keduanya. Bagian terburuk film ini berada di bagian akhir film. Borte sepertinya kebingungan untuk memilihkan bagaimana ending yang tepat dari sebuah premis pintar yang telah ia bangun. Borte akhirnya memilihkan sebuah happy ending khas Hollywood, yang sebenarnya cukup menyenangkan untuk dilihat, namun hanya berkesan biasa saja dan sama sekali tidak istimewa.

David Duchovny dan Demi Moore memegang peranan penting untuk membawakan tone film ini menjadi lebih dapat dinikmati. Walau tidak terasa cukup istimewa, chemistry yang hadir antara mereka berdua cukup mampu untuk membuat pasangan ini terasa believable dan sesuai satu sama lain. Sebagai pemeran utama, baik Duchovny dan Moore juga mampu memberikan penampilan yang sangat meyakinkan untuk karakter mereka. Duchovny berhasil menggunakan daya tariknya dan membuat karakter Steve lebih hidup, sementara Moore tampil menarik dan sangat selaras dengan karakter Kate yang seorang penggoda tersebut.

Memiliki premis yang sangat, sangat menjanjikan untuk menjadi salah satu film dengan naskah terbaik tahun ini, The Joneses ternyata tidak mampu untuk mewujudkan premis tersebut lewat jalan ceritanya yang kemudian terlalu dipengaruhi banyak alur kisah yang sepertinya berkompromi dengan alur kisah drama khas Hollywood. Para pemeran film ini berhasil memberikan penampilan menarik, walau masih belum mampu menutupi kekecewaan bahwa film ini berakhir dengan tanpa kesan atas premisnya yang menjanjikan. Mungkin Sam Mendes yang harus mengarahkan film ini?

Rating: 3 / 5

The Joneses (Premiere Picture/Echo Lake Productions/Roadside Attractions, 2010)

The Joneses (2010)

Directed by Derrick Borte Produced by Derrick Borte, Doug Mankoff, Andrew Spaulding, Kristi Zea Written by Derrick Borte Starring Demi Moore, David Duchovny, Amber Heard, Ben Hollingsworth, Gary Cole, Glenne Headly, Lauren Hutton Music by Nick Urata Cinematography Yaron Orbach Editing by Janice Hampton Studio Premiere Picture/Echo Lake Productions Distributed by Roadside Attractions Running time 96 min. Country United States Language English

Leave a Reply